Masyarakat Perbaiki Jalan Kabupaten Secara Swadaya, Pemkab Sampang Dinilai Abaikan Masyarakat Pantura

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 30 September 2023 - 13:31 WIB

40853 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Separuh Jalan Kabupaten bunten barat – Pancor, Ketapang,Sampang, yang rusak parah Sudah dilaksanakan pengerjaan hasil dari beberapa hari masyarakat bunten barat melakukan penggalangan dana secara swadaya.

Sampang _ Teropongbarat.co,- Tidak ada perhatian dan tindakan yang jelas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masyarakat desa pantura melakukan penggalangan dana secara swadaya untuk memperbaiki Jalan Kabupaten Bunten Barat – Pancor, yang menghubungkan 3 desa yaitu Desa Bunten Barat,Desa Bunten Timur dan Desa Pancor, Ketapang, Sampang, Madura,Jawa Timur.

Diketahui bahwa pelaksanaan penggalangan dana secara swadaya ini telah dilakukan oleh masyarakat Desa Bunten Barat dan sebelumnya sudah dilakukan masyarakat Desa Bunten Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Caption: Kondisi Jalan Kabupaten di Desa Bunten Barat menuju Desa Bunten Timur-Desa Pancor rusak parah, yang dilakukan Penggalangan dana secara swadaya oleh masyarakat bunten barat,Pantura.

Pasalnya,semenjak Bupati dan Wabup Sampang yang lama sampai Bupati H. Slamet Junaidi dan Wabup H. Abdullah Hidayat menjabat belum ada perbaikan sama sekali, yang dinilai tidak peduli dengan kondisi jalan Kabupaten yang ada di pelosok desa di wilayah Pesisir Pantai Utara (Pantura) khususnya Ketapang, yang menuai berbagai kritik negatif serta keluhan yang dilontarkan masyarakat yang terkesan mengabaikan masyarakat Pantura.

Hal itu disampaikan masyarakat Desa Bunten Timur yang beberapa bulan lalu melakukan swadaya untuk perbaikan jalan tersebut yang terletak di desanya.

Caption : Kondisi Jalan Kabupaten di Desa Bunten Timur yang telah diperbaiki masyarakat melalui Swadaya tanpa ada bantuan dari Pemkab Sampang 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dinilai acuh terhadap masyarakat apalagi terkait jalan umum yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari serta cuman tinggal harapan yang tidak pasti.

“Kayaknya tinggal harapan saja, terlalu berharap ke pemerintah gak ada respon.Mungkin kita ini di abaikan seperti bukan masyarakat Sampang saja”,jelasnya.

Pihaknya sudah berupaya menunggu dan berusaha mengajukan tapi tetap masyarakat sendiri yang secara swadaya padahal itu tanggung jawab Pemkab Sampang dan perbaikan sebagian yang rusak parah sudah selesai dikerjakan.

“Kita tiap hari menggalang dana mas, Alhamdulillah sudah selesai di beberapa titik yang sangat rusak parah tapi masih belum semua,cuman dulu berharap dengan Bupati yang baru selama 5 tahun bisa memperhatikan,eh ternyata gak ada juga, capek ke pemerintah sekarang”, tegasnya.

Hal senada di sampaikan masyarakat desa Bunten Barat tentang jalan tersebut yang sekarang sudah pelaksanaan penggalangan dana.

“Alhamdulillah mas berkat gotong royong warga Bunten Barat bisa terlaksana, meskipun hanya yang terlalu parah saja yang di perbaiki karena keterbatasan dana”,ucapnya.

Kegiatan penggalangan dana ini dilakukan setiap hari oleh masyarakat Bunten Barat, karena berharap terhadap Bupati atau Pemkab Sampang tinggal harapan yang tidak pedulikan kondisi masyarakat pelosok yang berada di Desa Bunten Barat, Ketapang.

Tambahnya lagi kondisi ini seakan kesannya tidak dianggap atau di abaikan, padahal pihaknya berharap lebih kepada bupati yang sekarang.

“Dulu sangat berharap kalau sekarang mau habis masa jabatannya, tidak mungkin ada perbaikan sangat terbaikan seperti bukan warga Sampang saja”,tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Bunten Barat, H.Sukaryadi sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakatnya yang peduli serta rela melakukan perbaikan jalan secara gotong royong (Swadaya).

Pihaknya juga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bisa memperhatikan kondisi di pelosok desa terkait jalan,karena itu akses utama dan satu-satunya perlintasan 3 (tiga) desa sebagai bentuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Bunten Timur, Desa Bunten Barat dan Desa Pancor.(AR Red).

Berita Terkait

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba
Reses Tahap III DPRD Batu Bara di Dapil II, Rusli Tampung Aspirasi 10 Kepala Desa
Polres Batu Bara Gelar Apel Operasi Patuh Toba 2026, Wujudkan Lalu Lintas Aman dan Berkeselamatan
Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Di Masjid At-Taubah
Ops Patuh Rinjani 2026 Resmi Dimulai, Polda NTB Kerahkan 578 Personel Gabungan
HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba
Polres Batu Bara Gelar Police Go To School Serentak di Sekolah, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja
Kapolres Batu Bara Bantu Bangun Kembali Rumah Warga Korban Puting Beliung, Salurkan Peralatan Rumah Tangga dan Sembako

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Reses Tahap III DPRD Batu Bara di Dapil II, Rusli Tampung Aspirasi 10 Kepala Desa

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polres Batu Bara Gelar Apel Operasi Patuh Toba 2026, Wujudkan Lalu Lintas Aman dan Berkeselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Di Masjid At-Taubah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Resmi Dimulai, Polda NTB Kerahkan 578 Personel Gabungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Polres Batu Bara Gelar Police Go To School Serentak di Sekolah, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kapolres Batu Bara Bantu Bangun Kembali Rumah Warga Korban Puting Beliung, Salurkan Peralatan Rumah Tangga dan Sembako

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:08 WIB

KASUS PT TSI VS BANK MANDIRI: Rion Arios Desak OJK, BI, dan LPS Beri Kejelasan atas 54 Cek Senilai Rp124 Miliar

Berita Terbaru