Masyarakat Perbaiki Jalan Kabupaten Secara Swadaya, Pemkab Sampang Dinilai Abaikan Masyarakat Pantura

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 30 September 2023 - 13:31 WIB

40805 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Separuh Jalan Kabupaten bunten barat – Pancor, Ketapang,Sampang, yang rusak parah Sudah dilaksanakan pengerjaan hasil dari beberapa hari masyarakat bunten barat melakukan penggalangan dana secara swadaya.

Sampang _ Teropongbarat.co,- Tidak ada perhatian dan tindakan yang jelas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masyarakat desa pantura melakukan penggalangan dana secara swadaya untuk memperbaiki Jalan Kabupaten Bunten Barat – Pancor, yang menghubungkan 3 desa yaitu Desa Bunten Barat,Desa Bunten Timur dan Desa Pancor, Ketapang, Sampang, Madura,Jawa Timur.

Diketahui bahwa pelaksanaan penggalangan dana secara swadaya ini telah dilakukan oleh masyarakat Desa Bunten Barat dan sebelumnya sudah dilakukan masyarakat Desa Bunten Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Caption: Kondisi Jalan Kabupaten di Desa Bunten Barat menuju Desa Bunten Timur-Desa Pancor rusak parah, yang dilakukan Penggalangan dana secara swadaya oleh masyarakat bunten barat,Pantura.

Pasalnya,semenjak Bupati dan Wabup Sampang yang lama sampai Bupati H. Slamet Junaidi dan Wabup H. Abdullah Hidayat menjabat belum ada perbaikan sama sekali, yang dinilai tidak peduli dengan kondisi jalan Kabupaten yang ada di pelosok desa di wilayah Pesisir Pantai Utara (Pantura) khususnya Ketapang, yang menuai berbagai kritik negatif serta keluhan yang dilontarkan masyarakat yang terkesan mengabaikan masyarakat Pantura.

Hal itu disampaikan masyarakat Desa Bunten Timur yang beberapa bulan lalu melakukan swadaya untuk perbaikan jalan tersebut yang terletak di desanya.

Caption : Kondisi Jalan Kabupaten di Desa Bunten Timur yang telah diperbaiki masyarakat melalui Swadaya tanpa ada bantuan dari Pemkab Sampang 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dinilai acuh terhadap masyarakat apalagi terkait jalan umum yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari serta cuman tinggal harapan yang tidak pasti.

“Kayaknya tinggal harapan saja, terlalu berharap ke pemerintah gak ada respon.Mungkin kita ini di abaikan seperti bukan masyarakat Sampang saja”,jelasnya.

Pihaknya sudah berupaya menunggu dan berusaha mengajukan tapi tetap masyarakat sendiri yang secara swadaya padahal itu tanggung jawab Pemkab Sampang dan perbaikan sebagian yang rusak parah sudah selesai dikerjakan.

“Kita tiap hari menggalang dana mas, Alhamdulillah sudah selesai di beberapa titik yang sangat rusak parah tapi masih belum semua,cuman dulu berharap dengan Bupati yang baru selama 5 tahun bisa memperhatikan,eh ternyata gak ada juga, capek ke pemerintah sekarang”, tegasnya.

Hal senada di sampaikan masyarakat desa Bunten Barat tentang jalan tersebut yang sekarang sudah pelaksanaan penggalangan dana.

“Alhamdulillah mas berkat gotong royong warga Bunten Barat bisa terlaksana, meskipun hanya yang terlalu parah saja yang di perbaiki karena keterbatasan dana”,ucapnya.

Kegiatan penggalangan dana ini dilakukan setiap hari oleh masyarakat Bunten Barat, karena berharap terhadap Bupati atau Pemkab Sampang tinggal harapan yang tidak pedulikan kondisi masyarakat pelosok yang berada di Desa Bunten Barat, Ketapang.

Tambahnya lagi kondisi ini seakan kesannya tidak dianggap atau di abaikan, padahal pihaknya berharap lebih kepada bupati yang sekarang.

“Dulu sangat berharap kalau sekarang mau habis masa jabatannya, tidak mungkin ada perbaikan sangat terbaikan seperti bukan warga Sampang saja”,tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Bunten Barat, H.Sukaryadi sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakatnya yang peduli serta rela melakukan perbaikan jalan secara gotong royong (Swadaya).

Pihaknya juga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bisa memperhatikan kondisi di pelosok desa terkait jalan,karena itu akses utama dan satu-satunya perlintasan 3 (tiga) desa sebagai bentuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Bunten Timur, Desa Bunten Barat dan Desa Pancor.(AR Red).

Berita Terkait

Protes Pemberitaan Surya Paloh ,Masa KOMBAT Sumut Gelar Aksi Pembakaran Majalah Tempo di Medan
Tingkatkan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana, BRI BO Bantaeng Kolaborasi dengan BPBD Bantaeng Gelar Sosialisasi dan Simulasi
H.Syah Afandin Tepung Tawari 398 Jemaah Calon Haji Langkat,Pesan Jaga Kesehatan dan Keihklasan
Pendampingan Babinsa Jadi Penyemangat Petani Padi di Desa Bonto Majannang
Selama Dua Hari, Personil Polres Bantaeng Ikuti Test Kesamaptaan Jasmani Berkala Semester I Tahun 2026
Hidup Sehat Sejak Dini, PT Socfindo Kebun Lae Butar Gelar Edukasi Sanitasi bagi Siswa PAUD
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat
Dulu Saya Menyebut Mereka Malas. Sekarang, Saya Tahu Mereka Hanya Lelah.”**

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 21:41 WIB

Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 17:41 WIB

Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades

Kamis, 16 April 2026 - 03:09 WIB

Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat

Rabu, 15 April 2026 - 17:47 WIB

Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Selasa, 14 April 2026 - 14:46 WIB

Hak Angket nyeleneh”Dan Bayang Bayang jual Beli Pokir,Fungsi DPRK Dipertanyakan,Dari Pengawasan Ke Alat Ukur Politik

Senin, 13 April 2026 - 12:25 WIB

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Senin, 13 April 2026 - 12:21 WIB

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Senin, 13 April 2026 - 12:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Berita Terbaru