Aceh Singkil,TROPONG.BARAT.com -Kerusakan bus sekolah yang melayani rute Kampung Teluk Rumbia dan Rantau Gedang hingga kini belum juga mendapat penanganan serius dari pemerintah. Padahal, kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tiga bulan dan berdampak langsung terhadap keselamatan para pelajar yang setiap hari harus berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor pribadi.
Ironisnya, di tengah belum berfungsinya bus sekolah tersebut, telah terjadi kecelakaan yang melibatkan pelajar saat menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah. Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat sekaligus menimbulkan pertanyaan besar mengenai keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan peserta didik.
Pemuda Desa Teluk Rumbia, Jasman Bako, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk tidak lagi menunda penyelesaian persoalan bus sekolah yang selama ini menjadi kebutuhan utama para pelajar di wilayah Teluk Rumbia dan Rantau Gedang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kerusakan bus sekolah yang dibiarkan berlarut-larut merupakan bentuk kelalaian terhadap pelayanan publik yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Sudah lebih dari tiga bulan bus sekolah tidak beroperasi secara normal, sementara anak-anak sekolah setiap hari dipaksa menghadapi risiko di jalan raya dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan sudah ada yang mengalami kecelakaan. Ini tidak boleh dianggap persoalan biasa. Pemerintah harus segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang lebih fatal,” tegas Jasman Bako.
Ia menilai bahwa keselamatan pelajar seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah, bukan sekadar menunggu anggaran atau alasan administratif lainnya. Sebab, setiap hari keterlambatan penanganan berarti semakin besar risiko yang harus ditanggung oleh para siswa dan orang tua.
Jasman juga meminta, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera memberikan kepastian kepada masyarakat terkait perbaikan maupun pengoperasian kembali bus sekolah tersebut.
“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah muncul korban yang lebih parah. Keselamatan anak-anak tidak boleh menunggu. Pemerintah harus hadir dan menunjukkan tanggung jawabnya. Jika memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat dan segera carikan solusi sementara agar pelajar tetap memiliki transportasi yang aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan bus sekolah bukanlah fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan penting bagi pelajar yang tinggal di wilayah yang cukup jauh dari pusat pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban moral dan tanggung jawab pelayanan publik untuk memastikan fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Masyarakat Teluk Rumbia dan Rantau Gedang berharap pemerintah daerah tidak lagi menutup mata terhadap persoalan yang sudah berlangsung berbulan-bulan ini. Mereka mendesak agar langkah konkret segera dilakukan, baik melalui percepatan perbaikan armada maupun penyediaan transportasi alternatif sementara.
“Kami mendesak Bupati Aceh Singkil, dan seluruh pihak terkait agar segera menyelesaikan persoalan bus sekolah ini. Jangan tunggu jatuh korban berikutnya. Keselamatan pelajar adalah tanggung jawab bersama, dan pemerintah harus menjadi pihak pertama yang memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang aman dapat terpenuhi,” tutup Jasman Bako.
(Bima Pohan)


















































