Grati// Teropongbarat.com berlangsung dengan suasana meriah yang digelar pada Jumat 21 2026, tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya keadilan sosial. berlangsung di lapangan A Yani Kecamatan grati , Kabupaten Pasuruan yang berada di sekitar kawasan kampung baru.
Jajaran panita yang sibuk menyiapkan Durpres hadir dalam kegiatan tersebut. Unsur ibuk” dan anak” dan tidak lupa Pemuda serta masyarakat turut mengikuti jalannya lomba Hal yang cukup menarik selama ini lekat dengan kesempatan tersebut bahwa setiap 17 Agust ini momen yang di dambakan masyarakat kampung baru menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia
peringatan kemerdekaan, karena perjalanan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perjuangan panjang para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan. maknanya jangan sekali-kali kita melupakan sejarah,” Mat Sukeni
Namun, mengenang sejarah menurutnya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni. Semangat perjuangan para pendahulu bangsa perlu diteruskan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar terbebas dari penjajahan fisik. Tantangan bangsa saat ini juga berkaitan dengan persoalan ketidakadilan dan kesenjangan sosial. Keadilan Sosial Masih Menjadi Pekerjaan Bersama
Dalam kesempatan tersebut, mengajak peserta untuk melihat kembali implementasi sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Ia mengatakan cita-cita keadilan sosial merupakan salah satu harapan besar para pendiri bangsa. Setiap warga negara, kata dia, semestinya memiliki kesempatan yang layak untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kehidupan yang sejahtera.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa masih terdapat persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat. Akses pelayanan sosial yang belum merata, anak yang terpaksa berhenti sekolah karena persoalan biaya, serta kesenjangan antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Menurut saya semestinya hanya dilihat sebagai tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen bangsa juga memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Nasionalisme Dimulai dari Hal Sederhana kemudian mengajak warga Nahdliyin untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat nasionalisme.
Menurutnya, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya dilakukan melalui pernyataan, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan kepedulian dan penghormatan terhadap sesama.
Ia memberikan sejumlah contoh
sederhana. Bersikap adil kepada orang lain, tidak merampas atau merendahkan hak sesama, membantu warga yang sedang mengalami kesulitan, serta bekerja secara jujur dan bertanggung jawab merupakan bagian dari upaya membangun keadilan sosial.
“Keadilan sosial bukan hanya tugas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saja,” katanya.
Karena itu, momentum HUT ke-81 RI diharapkan dapat menjadi dorongan bagi setiap individu untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki diri.
Dari Keluarga untuk Masyarakat
menekankan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Keluarga dapat menjadi tempat pertama untuk menanamkan sikap adil dan peduli. Nilai tersebut kemudian dapat dibawa ke tempat kerja, organisasi, lingkungan sekitar, hingga masyarakat
yang lebih luas. “Jadikan momentum HUT RI yang ke-81 ini sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri. Kita wujudkan rasa keadilan itu mulai dari keluarga, tempat kerja hingga masyarakat luas,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, ingin menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
dan harapan agar Indonesia terus bergerak menuju kehidupan masyarakat yang semakin adil, makmur, dan sejahtera. “Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81,” pungkas Mat Sukeni
Redaksi//
Teropongbarat.com
Investigasi















































