Subulussalam, Kota Syekh Hamzah Fansuri: “Bisakah Mengubah Pasir Menjadi Mutiara”

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Senin, 12 Mei 2025 - 10:21 WIB

40209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh- subulusalam teropong barat. Co Masih segar ingatan. Kita semua tahu kisah Ponggok, desa termiskin yang menjelma menjadi salah satu desa terkaya di Indonesia. Bayangkan, pendapatannya melonjak dari Rp 80 juta per tahun menjadi Rp 14 miliar! Rahasianya? Kepala Desa Junaedi Mulyono dan warganya menggali potensi desa semaksimal mungkin, baik sumber daya manusia maupun alamnya. Mereka kompak, memanfaatkan potensi lokal dengan cerdas. Wisata Umbul Ponggok, awalnya hanya mata air biasa, kini jadi primadona. Pengelolaan profesional dan inovasi menjadi kunci sukses mereka.

Lalu, bagaimana dengan Subulussalam, kota yang kaya akan sumber daya alam? Perkebunan sawit yang luas, tanah subur, air berlimpah, dan lokasi strategis di Aceh Barat-Selatan… semuanya seakan tertidur. Kita punya potensi melimpah, tapi “pasir” kita masih tetap “pasir”. Kenapa? padahal daerah Kita Punya Banyak Daun Kratom

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan-jangan, kita terlalu sibuk dengan program siluman “titipan dana desa” yang nilainya fantastis, mencapai 9 miliar lebih! Sebagaimana yang disebut kepala desa Bukit Alim. Program pelatihan 4 hari di Medan seharga 2,4 miliar? Ada yang salah di sini. Aroma korupsi begitu menyengat. Ini bukan pembangunan, ini perampokan! Hak otonomi desa dirampas, potensi desa diabaikan demi kepentingan segelintir oknum.

 

 

Kota Subulussalam melahirkan banyak sarjana dan akademisi. Kenapa mereka tak turun tangan membangun kampung halaman sendiri? Kenapa kita tak bisa bekerja dengan tulus, jujur, dan fokus pada potensi lokal? Kenapa kita lebih suka berpolitik transaksional daripada membangun kesejahteraan bersama masyarakat?

Desa Ponggok membuktikan, perubahan itu mungkin. Hanya butuh niat tulus, kerja keras, dan kejujuran. 82 Desa di Kota Subulussalam, kapan kita akan belajar dari Desa Ponggok? Kapan “pasir” kita akan berubah menjadi “mutiara”? Kapan Daun Kratom DAS Lae Shoraya seharga Emas. Jangan sampai, sejarah mencatat kita sebagai generasi yang gagal memanfaatkan Anugerah Allah.//Anton Tinendung

Berita Terkait

Pemdes Gunung Cut Jemput Aspirasi Warga ke Posko TMMD ke-128 Kodim Abdya
Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Mulai Bongkar RTLH di Gunung Cut, 5 Unit Ditargetkan Direhab
Air Mata Bahagia Nurhabibah, Rumahnya Direhab Satgas TMMD Kodim Abdya
Berkah TMMD ke-128, Warung Warga Gunung Cut Tangan-tangan Laris Manis
Sinergi Bea Cukai dan RRI Meulaboh Dorong UMKM Kuasai Pasar Ekspor Digital
Bea Cukai Aceh Gelar Pelatihan Pemeriksaan Batubara, LNG, dan Produk Sawit untuk Perkuat Layanan Ekspor
Mahasiswa Fakultas Hukum UNIKI Raih Berbagai Prestasi di Panggung POMABA
YARA Subulussalam Kecam Kebijakan Wali Kota Hapus Anggaran BPJS Tenaga Kerja

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 12:01 WIB

Program MBG bertujuan untuk sekolah agar mereka mendapatkan makanan sehat

Kamis, 23 April 2026 - 20:31 WIB

WANITA MUDA DITEMUKAN TEWAS MENGENASKAN, BADAN PENUH LUKA BACOK!   

Kamis, 23 April 2026 - 20:24 WIB

DISHUB PANTAI BOOM BANYUWANGI AKUI TIDAK TAHU KEGIATAN PEMOTONGAN BESI TUA DI DEPAN KANTOR  

Kamis, 23 April 2026 - 18:48 WIB

Sesosok Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Tergeletak Bersimbah Darah Di Jalan

Kamis, 23 April 2026 - 17:31 WIB

Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2027, Bupati Pakpak Bharat: Pastikan Program Daerah Selaras

Kamis, 23 April 2026 - 15:35 WIB

Bupati Pakpak Bharat Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Nasional di Kementerian PUPR

Kamis, 23 April 2026 - 10:06 WIB

Bersama Generasi Muda, Satgas Yonif 521/DY Gelar Karya Bakti Bersihkan Lapangan Sepak Bola di Kobakm

Rabu, 22 April 2026 - 22:05 WIB

Kembali ke MADAS ( Madura Asli Daerah Anak Serumpun ) DPC SAMPANG, Umar Faruk Bawa Misi Kemanusiaan dan Pesan Perdamaian di Kab. Sampang

Berita Terbaru