Uji Rendemen Sawit Di Aceh : Apkasindo Dampingi PPKS Pastikan Keadilan Harga TBS Petani

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Minggu, 16 Februari 2025 - 21:39 WIB

40493 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Teropong Barat.com/Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melakukan pengujian rendemen minyak sawit mentah (CPO) dan inti buah segar (TBS) di Aceh. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat dinas Perkebunan Aceh kepada PT Riset Perkebunan Nusantara dan PPKS (16/02/2025).

Pengujian rendemen sawit di Aceh Singkil dan Kota Subulussalam melibatkan Peneliti Pemuliaan Tanaman PPKS, Fadilah Siteppu, SP; Ketua Apkasindo Aceh, Ir. Netap Ginting; DPD Apkasindo Kota Subulussalam, Rozi Akbar Siregar, SP; Sulisman, M. Sc serta tim dari PPKS Medan. Giat pengujian ini juga diikuti Dinas Perkebunan Propinsi Aceh dan Kabupaten Kota.


Rozi Akbar dari PPKS menjelaskan bahwa pengujian dilakukan pada TBS dari kebun kelapa sawit berusia 3-30 tahun, dengan target 266 sampel di Aceh. Hasil pengujian akan disosialisasikan kepada Dinas Perkebunan Provinsi Aceh dan lembaga petani, termasuk Apkasindo Aceh, untuk menjadi acuan penetapan harga TBS bagi petani mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beberapa kabupaten/kota di Aceh menjadi lokasi pengambilan sampel, antara lain Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Nagan Raya, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara,” jelas Rozi kepada awak media.

Apkasindo Aceh: Akurasi dan Representasi Data Uji Rendemen Sawit.

Ir. Netap Ginting, Ketua DPW Apkasindo Aceh, menekankan pentingnya akurasi dan representasi data dalam uji rendemen sawit yang dilakukan bersama PPKS. Beberapa poin penting yang diperhatikan:

Sampel Representatif: Sampel TBS harus mewakili seluruh kebun, mencakup berbagai varietas dan tingkat kematangan.

Metode Ekstraksi Tepat: Metode ekstraksi yang digunakan harus standar dan akurat, misalnya metode Soxhlet.


Pengukuran Akurat: Penggunaan alat ukur terkalibrasi dan akurat untuk mengukur berat sampel, volume minyak, dan rendemen sangat penting.

Pencatatan Rinci: Semua data relevan, seperti jenis buah, varietas, tingkat kematangan, dan metode ekstraksi, harus dicatat secara detail.

Analisis Data Terpercaya: Analisis data yang komprehensif menghasilkan rendemen yang akurat dan dapat diandalkan.

Apkasindo Aceh juga mendorong kemitraan petani sawit mandiri dengan memperhatikan masa panen, pola perawatan, dan standar benih. Hal ini diharapkan dapat menyesuaikan harga TBS petani di Aceh dengan harga yang ditetapkan pemerintah Aceh.

“Dengan memperhatikan poin-poin tersebut, hasil uji rendemen sawit akan bermanfaat untuk penentuan harga TBS petani bermitra, karena rendemen TBS salah satu faktor rumus perhitungan harga TBS.

Apkasindo Aceh mendorong petani Sawit Swadaya harus Bermitra dengan PMKS dalam penjualan TBS nya, sesuai dengan Amanah Permentan 01 Thn 2018 yang telah di Revisi dengan Permentan no 13 Thn 2024, bahwa Ketetapan harga TBS hanya berlaku bagi petani Plasma dan Petani Bermitra.

Sewaktu kami mendampingi Tim Uji Rendemen TBS Petani ke kebun hampir 90% petani panen TBS mentah dan masih bayak TBS jenis Dura, pantas lah PKS selama ini mengklem Rendemen petani hanya 15 %-18%, maka dari itu kami DPW APKASINDO ACEH Menyarankan Petani Memanen sesuai SOP perkebunan terdapat Brondol 2 di piringan sawit dan Menanam Bibit yang bersertifikat. // Tim Liputan TB

Berita Terkait

Merasa Tertipu Jual Beli Lahan. Saor Manik Segera Tempuh Jalur Hukum Laporkan
Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Heboh Pemilihan BPKamp Desa Kilangan: Dinilai Tabrak Perbup, Warga Tuntut Pemilihan Ulang !!!
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Kepala Desa Lae Bangun yang baru terpilih, Pimpin Apel Pada Seluruh Pengurus Desa
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:18 WIB

PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WIB

Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:27 WIB

PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:52 WIB

Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:31 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:04 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:03 WIB

75 AJB di Ujung Tanduk: Cap Jempol Milik Siapa? Dugaan Mafia Tanah Longkib Mulai Terkuak

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:45 WIB