Mukim Binanga: Ribuan Kg Ikan Mati Mendadak Nelayan Kampong Menjerit Akibat Limbah Pabrik

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 10 Mei 2025 - 14:31 WIB

40570 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. Tragedi lingkungan yang memilukan terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kecamatan Runding dan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Ribuan kilogram ikan tawar ditemukan mati mengapung, diduga akibat pencemaran limbah pabrik kelapa sawit (PMKS) PT MSB II yang berlokasi di Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat. Kejadian ini telah melumpuhkan mata pencaharian ratusan nelayan dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat Mukim Binanga.


Selama bertahun-tahun, 80% masyarakat adat di DAS tersebut menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan. Ikan bukan hanya sumber protein utama, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak. Namun, kini sumber penghidupan mereka terancam musnah. Puluhan nelayan yang kehilangan mata pencaharian telah mengadukan nasib mereka kepada Kepala Mukim Binanga, Tamrin Bharat.

Dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 9 Mei 2025, Tamrin secara tegas menyampaikan tuntutan masyarakat adat Mukim Binanga kepada PT MSB II. Tuntutan tersebut meliputi pembayaran ganti rugi adat (“Kegontakhan”), perbaikan habitat sungai, penebaran jutaan bibit ikan, dan perbaikan RHL (Ruang Hutan Lindung) di sepanjang DAS. Sebagai bukti kerusakan yang dialami, Tamrin menyerahkan jala dan jaring ikan yang rusak kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Subulussalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masyarakat adat dan nelayan tidak mengetahui perihal izin-izin perusahaan,” tegas Tamrin. “Yang jelas, kami menuntut perusahaan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan dan segera membayar hutang adat berupa ‘Kegontakhan’,” tambahnya.

Kejadian ini menyoroti lemahnya pengawasan lingkungan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat. Kehilangan mata pencaharian dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah pabrik PT MSB II menjadi pukulan telak bagi masyarakat Subulussalam. Perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini dan memastikan PT MSB II bertanggung jawab atas dampak pencemarannya. Nasib nelayan dan kelangsungan hidup masyarakat adat Mukim Binanga kini berada di ujung tanduk, menanti keadilan dan solusi yang nyata.//Anton Tin**

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Bonto Rita Pantau Kondisi Tanaman Padi Terdampak Kekeringan

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Berita Terbaru