Polda Riau Tanamkan Kepedulian Lingkungan kepada Pelajar Lewat Program Green Policing di SMK Labor Pekanbaru

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 18 Juli 2025 - 12:48 WIB

40134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru — Kesadaran menjaga lingkungan hidup tidak bisa hanya ditanamkan melalui wacana atau teori semata. Ia membutuhkan keteladanan, aksi nyata, serta kesinambungan dalam pendidikan karakter, terlebih di kalangan generasi muda. Inilah yang mendasari Polda Riau menggencarkan program Green Policing, sebuah gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam kehidupan pelajar sehari-hari.

Jumat pagi, 18 Juli 2025, semangat itu hadir di SMK Labor Pekanbaru. Suasana halaman sekolah yang rindang seolah menjadi saksi bagaimana nilai-nilai kecintaan terhadap lingkungan ditularkan melalui pendekatan yang menyentuh dan membumi. Sebanyak 255 siswa-siswi SMK Labor mengikuti kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Anom Karibianto, SIK, yang hadir bersama Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Riau, AKBP Bainar, SH, MH, serta personel dari Bidhumas dan Ditbinmas Polda Riau.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan edukasi lingkungan dalam bentuk ceramah atau pengarahan, tetapi juga menyuguhkan aksi nyata berupa penanaman pohon di lingkungan sekolah. Para siswa yang terlibat tidak sekadar menjadi peserta pasif, tetapi diajak berperan aktif, menyentuh tanah, menggenggam bibit, dan menanam harapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK Labor Pekanbaru, Drs. Hendripides, M.Si, menekankan pentingnya membentuk karakter siswa melalui pendekatan yang menyatu dengan alam. Ia menyampaikan filosofi yang ia terapkan di sekolah: satu daun adalah satu nyawa. Menurutnya, memetik, merusak, atau membunuh satu daun sama halnya dengan menghilangkan satu kehidupan. Oleh karena itu, seluruh lingkungan sekolah diarahkan menjadi ruang belajar terbuka yang mengajarkan siswa menghargai setiap elemen alam.

“Di sekolah kami, anak-anak dilarang memetik bunga, mematahkan ranting, atau merusak tanaman. Semua itu adalah bagian dari pembelajaran adab. Kami ingin siswa belajar menghargai kehidupan, mulai dari hal terkecil di sekitarnya,” ujar Hendripides dengan penuh keyakinan.

Pandangan serupa disampaikan Kombes Pol Anom Karibianto, yang menilai bahwa pelajaran mengenai adab terhadap lingkungan adalah fondasi penting dalam membentuk generasi berkarakter. Ia menggarisbawahi bahwa sebelum anak-anak belajar ilmu, mereka harus lebih dahulu belajar adab. Dan salah satu adab yang tak kalah penting adalah menghargai pohon, daun, dan udara yang setiap hari mereka hirup.

“Oksigen yang kita hirup itu gratis, tapi begitu kita masuk rumah sakit, oksigen menjadi barang berharga yang harus dibeli. Maka, mari kita jaga pohon-pohon ini, karena mereka adalah sumber oksigen alami kita. Kalau kita tidak rawat, maka kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga,” tutur Kombes Anom dalam pesannya yang menyentuh.

Ia menambahkan bahwa Green Policing bukanlah program simbolis atau kegiatan sesaat, melainkan bentuk komitmen jangka panjang Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan mencetak generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Menurutnya, anak-anak yang hari ini menanam pohon bukan sekadar menaruh bibit di tanah, tetapi menanam kesadaran yang kelak akan tumbuh menjadi perilaku.

Dalam kesempatan yang sama, Kombes Anom juga menyampaikan inisiatif menarik yang menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan aktif siswa. Bagi siswa SMK Labor yang berhasil menanam 10 pohon dan mempublikasikan kegiatannya di media sosial dengan menandai akun resmi Kapolda Riau dan Humas Polda Riau, akan diberikan apresiasi berupa SIM gratis. Tentunya, pemberian tersebut tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di lingkungan sekolah berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga melibatkan diri secara langsung, mulai dari menggali tanah, menanam, hingga menyiram bibit pohon. Kegiatan ini menjadi momentum berharga yang memadukan aspek edukatif, emosional, dan sosial secara bersamaan.

Para guru yang turut hadir dalam kegiatan itu juga menyatakan apresiasinya terhadap langkah Polda Riau. Mereka menilai bahwa pendekatan yang dilakukan sangat tepat sasaran karena menyentuh aspek pembelajaran praktis yang sering kali luput dalam pembelajaran di dalam kelas. Dengan melibatkan siswa secara aktif dan emosional, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan akan lebih mudah meresap dan bertahan dalam jangka panjang.

Green Policing sendiri telah dirancang sebagai program berkelanjutan. Polda Riau berencana menggulirkan kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lain di berbagai kabupaten dan kota. Harapannya, gerakan ini akan memicu terbentuknya budaya peduli lingkungan yang kuat di kalangan pelajar sejak dini. Dengan begitu, kesadaran ekologis tidak hanya menjadi milik segelintir orang, tetapi menjadi bagian dari identitas generasi muda Indonesia.

Di tengah tantangan perubahan iklim, kerusakan hutan, dan polusi yang kian nyata, langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon dan menjaga lingkungan sekolah menjadi titik awal dari gerakan besar. Dan hari itu, di SMK Labor Pekanbaru, ribuan langkah kecil telah dimulai. Langkah yang membawa harapan, bahwa masa depan bumi masih bisa diselamatkan—dimulai dari satu pohon, satu daun, dan satu nyawa. (ROS)

Berita Terkait

Akpersi Bicara, Hari Pers Dunia 2026: DPC Akpersi Pekanbaru Tegaskan Jurnalis Tak Boleh Hakimi, Wajib Taat UU PERS
Cek Pos Pam dan Pos Yan di Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026
Sengketa Tanah di Jalan Makmur Sigunggung Pekanbaru: Pembeli Baru Tak Hiraukan Peringatan, Sepadan Terancam!
Komisi Informasi Riau Apresiasi Keterbukaan Informasi Polda Riau, Beri Akses Luas Pelayanan Publik
Sakit Massal Disorot, SMA Negeri Plus Riau: Ini Bukan Kelalaian, Tapi Daya Tahan Tubuh Menurun
SPPG Polda Riau Didukung Tabung Harmoni Hijau, Dorong Kemandirian Pangan Lokal
AMI Ekspansi Organisasi ke Sumatera Barat, Mandat Diberikan di Pekanbaru
Peduli dan Sigap, Kabid SMA Disdik Riau Dr. Nasrol Akmal Pimpin Penanganan Kesehatan Siswa Asrama SMA Negeri Plus

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:19 WIB

Polres Langkat Tangkap Pria 49 Tahun Bersama 100 Butir Ekstasi di Tanjung Pura

Jumat, 4 September 2026 - 14:15 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 13:54 WIB

Fenomena Desil Bansos: Tokoh Teluk Aru Soroti Ketidaksesuaian Data dan Fakta di Lapangan

Jumat, 4 September 2026 - 13:49 WIB

*Hadiri Penutupan KKNT FH UNA, Bupati Baharuddin Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum dan Generasi Muda Produktif*

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

*Bupati Batu Bara Dorong Penguatan Satu Data Indonesia untuk Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran*

Jumat, 4 September 2026 - 13:20 WIB

Minibus dan Sepeda Motor Tertemper KA Sri Lelawangsa di Binjai,Dua Orang Luka Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 07:45 WIB

Patroli Malam Polsek Air Putih Sisir Titik Rawan, Antisipasi Balap Liar, Begal dan Tawuran

Berita Terbaru