TROPONG BARAT.com, Aceh Singkil –Socfindo Kebun Lae Butar mempertegas komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui program edukasi berkelanjutan. Pada Selasa (14/04/2026), perusahaan menyelenggarakan kegiatan
“Sosialisasi Pembuatan Tempe Higienis” yang berfokus pada peningkatan standar mutu pangan dan peluang wirausaha bagi warga lokal.
Acara yang berlangsung di Aula PT Socfindo Kebun Lae Butar ini dihadiri langsung oleh jajaran kehormatan pimpinan perusahaan, di antaranya Ibu Luluk Williams (Istri Principal Director) dan Ibu Hartaty M. Tarigan (Istri General Manager). Kehadiran manajemen tingkat atas ini menunjukkan dukungan penuh perusahaan terhadap kemandirian pangan dan penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Edukasi Standar Mutu dan Peluang Bisnis
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peserta yang terdiri dari perwakilan warga Desa Sukarejo dan Desa Sidodadi, Kecamatan Simpang Kanan, diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik produksi tempe yang bersih dan sehat. Standar higienitas menjadi poin utama agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Eric Obaza Barus mengapresiasi antusiasme para peserta, khususnya kaum ibu. “Kami berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan rumah tangga, tetapi juga menjadi cikal bakal lahirnya UMKM baru yang mampu mengangkat taraf hidup keluarga di Desa Sukarejo dan Sidodadi,” ujarnya.
Sinergi dan Apresiasi
Sebagai simbol harmonisasi antara perusahaan dan masyarakat, dilakukan prosesi penyerahan bingkisan dari PT Socfindo kepada perwakilan warga (Ibu-ibu KIS). Sebaliknya, sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian perusahaan, Gecik (Kepala Desa) Sukarejo dan Sidodadi menyerahkan plakat penghargaan kepada pihak manajemen PT Socfindo Kebun Lae Butar.
Melalui kolaborasi strategis ini, PT Socfindo berharap dapat menciptakan ketahanan ekonomi desa yang tangguh. Dengan mengoptimalkan potensi lokal melalui sentuhan teknologi pangan yang tepat, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk unggulan yang berkelanjutan,
(Bima Pohan)

















































