Bupati Pakpak Bharat Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Nasional di Kementerian PUPR

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 15:35 WIB

40167 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Teropong Barat.com — Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan pertemuan strategis dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Roy Rizali Anwar, di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta. Pertemuan ini membahas sejumlah usulan penting terkait peningkatan kualitas dan keselamatan jalan nasional di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Sorotan Kondisi Jalan Nasional Sumut–Aceh

Dalam paparannya, Bupati Franc menjelaskan kondisi jalan nasional sepanjang 41 kilometer yang menghubungkan Sumatera Utara dan Aceh melalui Kabupaten Pakpak Bharat. Jalur tersebut melintasi kawasan ekstrem berupa pegunungan, tebing curam, serta berada di sisi jurang dan aliran sungai, sehingga berisiko tinggi terhadap kecelakaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski memiliki kondisi yang menantang, jalur ini merupakan koridor vital yang menopang konektivitas dan distribusi logistik di kawasan barat Pulau Sumatera. Jalan tersebut juga menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi di empat daerah, yakni Kota Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Pakpak Bharat.

Ratusan kendaraan berat, termasuk truk pengangkut minyak kelapa sawit (CPO) dan hasil perkebunan lainnya, melintasi jalur ini setiap hari. Namun, keterbatasan lebar jalan, minimnya sistem drainase, serta kondisi jalan yang berkelok dan sempit meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Usulan Prioritas: Pelebaran Jalan dan Penanganan Titik Rawan

Bupati Franc mengajukan sejumlah usulan prioritas kepada Kementerian PUPR, antara lain:

Pelebaran badan jalan nasional menjadi 8 meter sepanjang 41 km dari batas Dairi hingga perbatasan Kota Subulussalam (sebagian sepanjang 7 km telah terealisasi).

Penanganan titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut.

Pembangunan barrier beton pengaman di sepanjang jurang Lae Kombih sepanjang 8 km.

Peningkatan konektivitas jalan Aornakan–Pagindar–batas Aceh.

Menurut Franc, langkah-langkah tersebut sangat mendesak guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar distribusi logistik dan hasil perkebunan masyarakat.

Akses Pagindar Jadi Perhatian Khusus

Selain jalan nasional, Franc juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas jalan penghubung Aornakan–Pagindar–batas Aceh. Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat Kecamatan Pagindar yang selama ini menghadapi kesulitan mobilitas akibat kondisi jalan yang rusak.

Padahal, jalur tersebut berpotensi menjadi alternatif strategis yang dapat memangkas jarak tempuh antara Sumatera Utara dan Aceh melalui Kota Salak, terutama setelah rampungnya pembangunan ruas Kuta Jungak yang menghubungkan Pakpak Bharat dengan Kabupaten Dairi.

Kecamatan Pagindar sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa sawit, namun distribusi hasil panen terhambat akibat buruknya infrastruktur jalan.

Respons Pemerintah Pusat

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi yang disampaikan. Ia berkomitmen untuk segera mencari solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dijelaskan Bapak Bupati. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami dapat menemukan solusi terbaik,” ujar Roy.

Harapan Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat agar pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan dapat segera direalisasikan. Upaya ini dinilai krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan keselamatan transportasi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera bagian barat.

Berita Terkait

Tim URC Sergai Tangkap 2 Pelaku Pencurian Meteran Air
Tanpa Plat Nomor Tetap Dilayani — Truk Berjejer Isi Solar Subsidi Di Bawen, Supir Sebut Pemilik Armada GN, Pengawasan Dipertanyakan
Pengamat: Laporan terhadap Budi Arie Dinilai Kurang Tepat, Hanya Berangkat dari Penggunaan Kata “Seandainya”Bukan Dugaan Makar
vonis publik bukan putusan hukum! guru ngaji masih terduga dalam kasus pencabulan
Bersama Bupati dan Dandim 1015, Kapolres Kotim Pantau pembuatan Sekat Kanal di kawasan Bandara, cegah Karhutla meluas.
Mediasi Sengketa LHP Gagal, Warga Lembah Melintang Lanjut ke Ajudikasi
ATR/BPN Selaraskan Empat Simpul, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari
Uji Coba di 17 Kantah, ATR/BPN Minta Masyarakat Ikut Kawal Layanan Peralihan Hak 10 Hari

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:24 WIB

Anggota posramil Tripa Makmur Gotong Royong Pasang Tenda untuk Peringatan Maulid Nabi

Jumat, 4 September 2026 - 07:48 WIB

Eratkan Keakraban, Babinsa Serda syafrizal Jalin Komsos Bersama warga desa binaa Babah dua di Nagan Raya

Jumat, 4 September 2026 - 07:46 WIB

Babinsa Koramil 03/Seunagan Timur Laksanakan Patroli Karhutla Di Wilayah Binaan.

Jumat, 4 September 2026 - 07:44 WIB

BABINSA KORAMIL 05/DM SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN KARHUTLA KEPADA WARGA

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Laksanakan Komunikasi Sosial Dengan Tokoh Masyarakat Desa Blang Meurandeh

Kamis, 3 September 2026 - 16:36 WIB

Babinsa Bonto Lebang Dampingi Petani, Pastikan Pemeliharaan Tanaman Padi Berjalan Optimal

Kamis, 3 September 2026 - 08:39 WIB

Babinsa Posramil Kuala pesisir Sertu Safrin Ondu Dampingi Petani Perawatan Tanaman Bayam

Kamis, 3 September 2026 - 07:44 WIB

Babinsa Posramil Tripa dan Bhabinkamtibmas Tripa Makmur Gelar Komsos, Himbau Warga Jangan Bakar Lahan 

Berita Terbaru