Pelajar Terpaksa Naik Motor Akibat Bus Sekolah Rusak, Pemuda Desak Pemerintah Aceh Singkil Segera Bertindak

REDAKSI ACEH SINGKIL

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:33 WIB

4025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil,TROPONG.BARAT.com -Kerusakan bus sekolah yang melayani rute Kampung Teluk Rumbia dan Rantau Gedang hingga kini belum juga mendapat penanganan serius dari pemerintah. Padahal, kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tiga bulan dan berdampak langsung terhadap keselamatan para pelajar yang setiap hari harus berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor pribadi.

Ironisnya, di tengah belum berfungsinya bus sekolah tersebut, telah terjadi kecelakaan yang melibatkan pelajar saat menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah. Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat sekaligus menimbulkan pertanyaan besar mengenai keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan peserta didik.

Pemuda Desa Teluk Rumbia, Jasman Bako, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk tidak lagi menunda penyelesaian persoalan bus sekolah yang selama ini menjadi kebutuhan utama para pelajar di wilayah Teluk Rumbia dan Rantau Gedang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kerusakan bus sekolah yang dibiarkan berlarut-larut merupakan bentuk kelalaian terhadap pelayanan publik yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Sudah lebih dari tiga bulan bus sekolah tidak beroperasi secara normal, sementara anak-anak sekolah setiap hari dipaksa menghadapi risiko di jalan raya dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan sudah ada yang mengalami kecelakaan. Ini tidak boleh dianggap persoalan biasa. Pemerintah harus segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang lebih fatal,” tegas Jasman Bako.

Ia menilai bahwa keselamatan pelajar seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah, bukan sekadar menunggu anggaran atau alasan administratif lainnya. Sebab, setiap hari keterlambatan penanganan berarti semakin besar risiko yang harus ditanggung oleh para siswa dan orang tua.

Jasman juga meminta, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera memberikan kepastian kepada masyarakat terkait perbaikan maupun pengoperasian kembali bus sekolah tersebut.

“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah muncul korban yang lebih parah. Keselamatan anak-anak tidak boleh menunggu. Pemerintah harus hadir dan menunjukkan tanggung jawabnya. Jika memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat dan segera carikan solusi sementara agar pelajar tetap memiliki transportasi yang aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan bus sekolah bukanlah fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan penting bagi pelajar yang tinggal di wilayah yang cukup jauh dari pusat pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban moral dan tanggung jawab pelayanan publik untuk memastikan fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Masyarakat Teluk Rumbia dan Rantau Gedang berharap pemerintah daerah tidak lagi menutup mata terhadap persoalan yang sudah berlangsung berbulan-bulan ini. Mereka mendesak agar langkah konkret segera dilakukan, baik melalui percepatan perbaikan armada maupun penyediaan transportasi alternatif sementara.

“Kami mendesak Bupati Aceh Singkil, dan seluruh pihak terkait agar segera menyelesaikan persoalan bus sekolah ini. Jangan tunggu jatuh korban berikutnya. Keselamatan pelajar adalah tanggung jawab bersama, dan pemerintah harus menjadi pihak pertama yang memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang aman dapat terpenuhi,” tutup Jasman Bako.

(Bima Pohan)

Berita Terkait

Target swasembada pangan, Polri & BUMDes Desa Kita Baru tanam 30 ribu jagung pipil Betras 1 Ha metode tumpang sari. Polsek Tapung Hilir kawal panen Agustus 2026.
Preman Berkedok Debt Collector Beraksi di Sidoarjo-Juanda, Enam Terduga Pelaku Segera Dipanggil Polisi
Ketua Harian LPK MADAS SEDARAH Hadir Menyelesaikan Sengketa Mesin di Sidoarjo, Salah Satu Pihak Terus Menghindar
Bupati Aceh Singkil janjikan Tiga BulanJadub Akan Terealisasi Bagi Warga Terkena Dampak Banjir
Polres Batu Bara gelar patroli gabungan, antisipasi gangguan kamtibmas di area strategis
Genap Berusia 29 Tahun,Desa PIR ADB Besitang Perkuat Sinergi dan Ekonomi Warga
Kapolda Irjen Herry Heryawan: Sebaik-baiknya Polisi Adalah yang Bermanfaat Bagi Sesama
Singkirkan Unggulan Tapanuli Utara,Tim U- 17 PDI Perjuangan Langkat Melaju ke Semifinal Soekarno Cup

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:41 WIB

Diduga Tidak Sesuai Prosedur, Penertiban PKL Satpol PP Kota Tangerang di Karawaci Disorot Warga

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:34 WIB

Dugaan Penimbunan dan Pembakaran Limbah di Mojokrapak Harus Diusut Tuntas, Aparat Diminta Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WIB

Kenali Prosedur dan Syarat Pemecahan Bidang Tanah

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WIB

Atur Sendiri Jadwal Kedatangan ke Kantah dengan Fitur Antrian Daring di Sentuh Tanahku

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:23 WIB

Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:46 WIB

Dugaan Aktivitas Pertambangan di Mancak Jadi Sorotan, Wartawan Minta Transparansi Pengawasan Lingkungan

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:26 WIB

Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Senin, 8 Juni 2026 - 10:43 WIB

TNI Bersama Rakyat: Koramil Cerme Sukseskan Program Bedah Rumah Provinsi Gagasan Prabowo Subianto  

Berita Terbaru