SAMPANG _ TEROPONG BARAT _ Bantuan pemerintah pusat untuk warga miskin atau penerima Bapang (Bantuan Pangan) tahun 2026 berupa beras dan minyak telah tersalurkan di kabupaten Sampang, namun, tidak semua warga miskin di kabupaten Sampang menerima bantuan itu.
Hal ini, dialami oleh seorang lansia bernama Misnati warga Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, yang jauh dari kata sejahtera, yang tidak mendapatkan bantuan pangan tersebut.
Misnati diketahui tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni dengan kondisi yang sangat memperhatikan bersama cucunya Zainudin (16). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Misnadi dengan cucunya harus menunggu uluran tangan para tetangganya.
Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit itu, harapan Misnati sempat muncul setelah nama saudaranya Rofi’ah terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan (Bapang) berupa beras dan minyak goreng di tahun ini. Namun, bantuan yang diharapkan bisa diwakili dan dapat meringankan beban hidupnya justru belum berhasil diterimanya.
Menurut pengakuan Misnati, ia sudah dua kali meminta cucunya datang ke balai desa untuk mengambil bantuan tersebut. Akan tetapi, setibanya di lokasi, cucunya disuruh pulang oleh petugas dengan alasan tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), meski telah menunjukkan Kartu Keluarga (KK) serta surat undangan pengambilan bantuan.
Tetangga terdekatnya Misnati, mengaku sempat mengantar Zainuddin kebalai desa dengan harapan bisa diberikan, tetapi masih saja juga ditolak.
”Kemarin saya antar dia tapi masih saja di tolak meski sama saya dibantu untuk bicara. Padahal Zainuddin ini satu KK dengan KPM tercatat,” tuturnya
Kondisi tersebut menjadi sorotan dan terkesan Pemdes setempat tidak peduli warganya, mengingat Misnati merupakan lansia yang hidup dalam keterbatasan dan harus merawat cucunya yang sudah tidak mempunyai orang tua lagi.
Sementara, saat mengkonfirmasi terkait teknis yang sebenarnya kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang Moh. Anwari Abdullah dia mengaku bahwa Bantuan Pangan tersebut bukan ranahnya tetapi ranah Bulog langsung dan pihak Desa.
”Maaf ya Mas kalau bantuan itu kami tidak bisa memberikan komentar soalnya bukan ranah kami,” tutur singkatnya. (Red)

















































