Bagai Petir Menyambar di Siang Bolong, Ungkapan Tokoh Ulama Besar KH.R Ali Badri Zaini Atas Isu Pembangunan Industrialisasi di Madura

KAPERWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:31 WIB

4046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan, // Beredarnya isu yang menyebabkan para tokoh ulama’ besar di Bangkalan khususnya di wilayah Kecamatan Blega, KH.R Ali Badri Tokoh Kharismatik ulama’ se-Madura khususnya di wilayah Blega, melarang serta mengecam keras adanya isu dugaan pembangunan industrialisasi di madura khususnya di wilayah Bangkalan.

Dalam penjelasannya bukan perkara baru, melainkan hal ini sudah menjadi isu saat wacana jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura, mulai di hembuskan kembali pada akhir masa orde baru, di masa M. Noer jadi Gubernur Jawatimur.

Namun, Pemerintah rupanya tak rela jika investasi jembatan ini hanya sekedar jembatan, maka di buatlah (BPWS) Badan Pembangunan Wilayah Surabaya-Madura, dalam keterangan nya mereka membuat rencana tata ruang ekonomi dari Bangkalan sampai Sumenep. Fokusnya tentu tetap di Kabupaten Bangkalan sebagai penyangga utama bagi Surabaya. Ironisnya, BPWS resmi bubar pada tahun 2020 pada masa-masa Pemerintahan pertama Jokowi Dodo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini tak lama beredarnya isu yang mempersilahkan para investor (Tiongkok) untuk membangun industri Wiraraja Madura khususnya di bumi Bangkalan, yang menimbulkan ke khawatiran lama para ulama’ serta kiai se-Madura muncul kembali, dalam konsep pembahasan, “apakah akan ada Batamisasi lagi di madura, di mana nanti para pekerja di wilayah industry ini nanti tidak dinikmati oleh Masyarakat madura dan masyarakat madura hanya menjadi tamu di bumi sendiri.

Dalam keterangannya, “KH. R Ali Badri Zaini. apakah Pemerintah daerah dalam menghadapi hal ini harus Memitigasi berarti melakukan mengumpulkan data, bahkan merujuk scenario industrinya.

“Melihat resiko yang akan muncul, serta dampak setelah mitigasi lengkap, maka hal itu harus di angkat menjadi kesepakatan dan musyawarah bersama agar menjadi Win-win solution bagi semua pihak, khususnya tokoh ulama’ se-Madura (Tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa) “pungkasnya.

Redaksi//

Teropongbarat.com

(Efendi)

Berita Terkait

DPP BAPERA Mendesak Penista Al Qur’an di Ancol agar Di Hukum Berat
Aktivis Nasional Kombes Reza Chairul Sosok Tepat Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
Kadus Dusun I Bogak Besar Sampaikan Klarifikasi Dugaan Melarang Wartawan Meliput Mediasi
Kursi Ketua APKASINDO Aceh Kosong, Bursa Muswilub Mulai Memanas
Wartawan Syahrial Bantah Kasus Penghalangan Jurnalisme Kadus 1 Bogak Besar Selesai
ICMA Australia Gelar Annual General Meeting (AGM), Prof. Ana Sopanah Terpilih sebagai President ICMA Indonesia Periode 2026–2029
Sat Intelkam Polres Sergai Amankan Sopir Truk Diduga Gunakan Sabu
Polres Sergai dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi Lewat Latihan Menembak

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Perpaduan Senior-Junior Jadi Kekuatan Beringin FC, Tiga Gol Balasan Antar Kemenangan 3–1

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:30 WIB

Raja Syahbana Bancin: Data yang Akurat Menjadi Fondasi Gerakan GenRe di Subulussalam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diduga Ingkari Kesepakatan, CV Lae Saga Kembali Tuai Protes: Warga Minta APH Bongkar Legalitas HGU dan Warkah Perolehan Lahan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:17 WIB

SUKARAMAI URUK: WAJAH GERBANG YANG KEHAUSAN

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:52 WIB

Bunda Literasi Kota Subulussalam Launching Gerakan Wajib Membaca 30 Menit Sehari di Desa Lae Ikan

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:58 WIB

Warga Lae Saga Dilaporkan ke Polres Subulussalam Terkait Dugaan Penyebaran Data Pribadi

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:08 WIB

Mukim Binanga Tegas Kawal Hak Warga Belukur, Pastikan Kesepakatan Sengketa Lahan CV Lae Saga Berjalan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:30 WIB

Kantor Pertanahan, Pemko dan DPRK Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Lae Saga

Berita Terbaru