Fenomena Desil Bansos: Tokoh Teluk Aru Soroti Ketidaksesuaian Data dan Fakta di Lapangan

TEROPONG BARAT LANGKAT

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026 - 13:54 WIB

4089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Foto Kegiatan Adam Malik SH Tokoh Teluk Aru

Dokumentasi Foto Kegiatan Adam Malik SH Tokoh Teluk Aru

 

 

LANGKAT,Teropong Barat.com— Persoalan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi faktual warga di lapangan dinilai menjadi pemicu utama penyaluran bansos yang kerap tidak tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Teluk Aru, Adam Malik, S.H., pada Jumat (4/9/2026) saat menanggapi fenomena penentuan kategori Desil dalam program perlindungan sosial pemerintah.

 

 

“Dalam perspektif kesejahteraan sosial, banyak gambaran data administratif yang bertolak belakang dengan realita di lapangan. Salah satu pemicunya adalah minimnya proses cross-check atau verifikasi faktual oleh petugas pengumpul data,” ujar Adam Malik.

 

 

Menurut Adam, keterbatasan verifikasi yang hanya mengandalkan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP elektronik (e-KTP) kerap memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Banyak warga kurang mampu justru tereliminasi dari daftar penerima bansos hanya karena status pekerjaan di dokumen kependudukan.

Ia memaparkan, perbedaan variabel status pekerjaan pada e-KTP kerap menimbulkan penafsiran yang keliru saat pemetaan data kesejahteraan.

“Sebagai contoh, warga dengan status pekerjaan ‘wiraswasta’ di KTP yang tinggal di area pusat kota sering kali otomatis dianggap mampu dan tidak berhak menerima bantuan. Padahal, secara faktual mereka belum memiliki pekerjaan tetap,” jelasnya.

Adam menambahkan, kondisi status pekerjaan pada dokumen KTP tersebut banyak yang belum diperbarui sejak era 1980 hingga 1990-an. Minimnya sosialisasi dari pemerintah desa maupun kelurahan terkait pembaruan data kependudukan dinilai memperkeruh persoalan ini.

“Di sinilah awal mula carut-marut data penerima bansos. Selain kurangnya edukasi pembaruan data dari instansi terkait, kinerja petugas pendata di tingkat bawah seperti Kepala Lingkungan dan Kepala Dusun yang belum maksimal membuat masalah data ini terus berulang setiap tahun,” tegasnya.

Penentuan Kategori Desil

Sebagai informasi, Pemerintah Republik Indonesia menggunakan acuan standar peringkat kesejahteraan masyarakat yang dibagi ke dalam kelompok Desil untuk menentukan kelayakan penerima manfaat program seperti PKH, BPNT, hingga KIS.

Pembagian kelompok Desil secara umum meliputi:

* Desil 1: Kelompok sangat miskin (tingkat kesejahteraan paling rendah).

* Desil 2: Kelompok miskin.

* Desil 3: Kelompok hampir miskin.

* Desil 4: Kelompok rentan miskin.

* Desil 5: Kelompok menengah bawah (pas-pasan).

* Desil 6–10: Kelompok masyarakat menengah hingga sangat sejahtera (non-prioritas bansos).

Secara akumulasi, kelompok Desil 1 hingga 4 merupakan basis utama sasaran program perlindungan sosial pemerintah. Oleh karena itu, verifikasi data tingkat bawah dinilai sangat krusial agar masyarakat yang benar-benar berada di kategori tersebut dapat terakomodasi secara adil.

 

 

(Redaksi)

Berita Terkait

Lapas Labuhan Ruku Gelar Tausyiah Kerohanian Islam bagi Warga Binaan Wanita
Belajar dari Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Susun Strategi Percepatan Energi Terbarukan RI
Evaluasi Program Prioritas Kapolri, Wakapolda NTB Tekankan Peningkatan Kinerja dan Harkamtibmas
Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru