Bupati HM Salim Fakhry Pandu Diskusi Publik Penguatan Ideologi Pancasila di Aceh Tenggara

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 27 Juli 2025 - 10:02 WIB

40654 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Komitmen memperkuat jati diri kebangsaan melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila kembali ditegaskan oleh Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry. Dalam sebuah forum diskusi publik yang berlangsung di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Tenggara, Kamis (24/7/2025), Fakhry bukan hanya membuka acara, tetapi juga memandu langsung jalannya diskusi yang menyasar penguatan ideologi Pancasila hingga ke akar rumput masyarakat.

Acara bertema “Penguatan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara” itu merupakan bagian dari program nasional yang digagas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), berkolaborasi dengan Komisi XIII DPR RI. Kegiatan ini menjadi satu dari 100 titik pelaksanaan penguatan ideologi kebangsaan yang diinisiasi BPIP di seluruh Indonesia.

Di tengah kondisi sosial yang kian kompleks, Bupati Fakhry menyebut diskusi semacam ini sebagai kebutuhan mendesak. Ia mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan ideologi masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya potensi infiltrasi paham-paham radikal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kesadaran ideologis masyarakat. Pancasila bukan sekadar semboyan, tapi harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tingkat keluarga, desa, dan sekolah,” ujar Fakhry dalam sambutannya.

Ia juga secara khusus menyoroti ancaman narkoba dan radikalisme yang kerap menyasar generasi muda. Menurutnya, menjaga anak bangsa dari dua ancaman laten itu harus dimulai dengan membangun benteng ideologis yang kuat sejak dini. “Pancasila bukan hanya identitas, tapi fondasi moral dan intelektual bagi keberlangsungan bangsa,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting di Aceh Tenggara, termasuk Kapolres AKBP Yulhendri, Rektor Universitas Gajah Lues (UGL), para camat, kepala desa, serta tokoh agama dan masyarakat seperti Ketua MPU Aceh Tenggara, H Bukhari, dan mantan Bupati H Armen Desky.

Dari sisi kelembagaan, Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI, Hantoro Purnomo Haji, memaparkan urgensi kegiatan sebagai upaya pembumian nilai-nilai Pancasila yang tidak berhenti pada jargon atau simbol semata. “Kita mendorong praktik nilai-nilai Pancasila dalam perilaku kolektif. Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila menjadi kendaraan strategis untuk menjangkau ruang-ruang sosial yang belum tersentuh,” ungkap Hantoro.

Sementara itu, anggota Komisi XIII DPR RI, H. Muslim Ayub, menegaskan penguatan ideologi kebangsaan sebagai bagian integral dari pembangunan karakter nasional. “Komisi XIII memiliki kewenangan di bidang hukum dan HAM. Dalam konteks itu, Pancasila harus menjadi pondasi yang hidup, bukan sekadar wacana,” kata Muslim di hadapan peserta diskusi.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor – DPR, BPIP, dan pemerintah daerah – dalam memastikan nilai-nilai luhur Pancasila terserap hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Diskusi berlangsung dinamis, membahas strategi-strategi praktis untuk menguatkan kesadaran ideologis di tengah masyarakat Aceh Tenggara yang plural. Kehadiran tokoh lintas sektor juga memperkuat kesan bahwa penguatan Pancasila bukan agenda eksklusif pemerintah, melainkan tugas kolektif seluruh elemen bangsa.

Melalui forum ini, Aceh Tenggara menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya religius dan multikultural, tetapi juga siap berdiri kokoh di bawah naungan Pancasila sebagai ideologi pemersatu. (SADIKIN)

Berita Terkait

LP2iM Agara Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Silayar
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri Diminta Selidiki Legalitas Material Galian di Proyek PT Horas di Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Dana Iklan Diskominfo Aceh Tenggara Disorot, Pemda Diminta Transparan Soal Kerja Sama Media

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru