Bupati Pakpak Bharat Tinjau Longsor di Simerpara

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 20:04 WIB

40209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajak Warga Tetap Sabar, 140 Titik Longsor Terdata di Pakpak Bharat

Pakpak Bharat — Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Simerpara, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut, Senin. Ia datang bersama Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho serta Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto.

Di lokasi, rombongan bertemu warga yang sedang membersihkan material longsor dan banjir yang melanda desa tersebut beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon Bersabar, Kami Terus Berupaya”

Dalam dialognya, Bupati Franc meminta masyarakat tetap tabah menghadapi bencana yang menimpa.

“Saya berharap kita semua bersabar atas musibah ini. Segala upaya sedang kami lakukan untuk membantu bapak-ibu sekalian,” ujar Bupati.

Franc mengungkapkan, bencana tanah longsor tidak hanya terjadi di Simerpara, tetapi hampir di seluruh wilayah Pakpak Bharat.

“Dari catatan kami, ada sekitar 140 titik longsor yang perlu segera ditangani. Dengan peralatan dan sumber daya yang terbatas, kami mohon semua bersabar. Mudah-mudahan cobaan ini segera bisa diatasi,” tambahnya.

Alat Berat Dikerahkan, TNI–Polri & Relawan Terus Bekerja

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengerahkan sejumlah alat berat di Desa Simerpara. Personel TNI-Polri, BPBD, Tagana, dan berbagai relawan juga terus bekerja bahu-membahu bersama warga.

Mereka fokus membersihkan material longsor, memperbaiki bangunan terdampak, termasuk rumah ibadah yang ditargetkan segera dapat digunakan kembali.

Wilayah Rawan Longsor

Simerpara menjadi salah satu titik terparah terdampak longsor akibat curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir. Kondisi topografi Pakpak Bharat yang berbukit dan curam membuat wilayah init ergolong rawan bencana tanah longsor.//ujungmaster24,..

Berita Terkait

Lapas Labuhan Ruku Gelar Tausyiah Kerohanian Islam bagi Warga Binaan Wanita
Belajar dari Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Susun Strategi Percepatan Energi Terbarukan RI
Evaluasi Program Prioritas Kapolri, Wakapolda NTB Tekankan Peningkatan Kinerja dan Harkamtibmas
Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru