Bupati Pakpak Bharat Tinjau Longsor di Simerpara

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 20:04 WIB

40134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajak Warga Tetap Sabar, 140 Titik Longsor Terdata di Pakpak Bharat

Pakpak Bharat — Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Simerpara, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut, Senin. Ia datang bersama Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho serta Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto.

Di lokasi, rombongan bertemu warga yang sedang membersihkan material longsor dan banjir yang melanda desa tersebut beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon Bersabar, Kami Terus Berupaya”

Dalam dialognya, Bupati Franc meminta masyarakat tetap tabah menghadapi bencana yang menimpa.

“Saya berharap kita semua bersabar atas musibah ini. Segala upaya sedang kami lakukan untuk membantu bapak-ibu sekalian,” ujar Bupati.

Franc mengungkapkan, bencana tanah longsor tidak hanya terjadi di Simerpara, tetapi hampir di seluruh wilayah Pakpak Bharat.

“Dari catatan kami, ada sekitar 140 titik longsor yang perlu segera ditangani. Dengan peralatan dan sumber daya yang terbatas, kami mohon semua bersabar. Mudah-mudahan cobaan ini segera bisa diatasi,” tambahnya.

Alat Berat Dikerahkan, TNI–Polri & Relawan Terus Bekerja

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengerahkan sejumlah alat berat di Desa Simerpara. Personel TNI-Polri, BPBD, Tagana, dan berbagai relawan juga terus bekerja bahu-membahu bersama warga.

Mereka fokus membersihkan material longsor, memperbaiki bangunan terdampak, termasuk rumah ibadah yang ditargetkan segera dapat digunakan kembali.

Wilayah Rawan Longsor

Simerpara menjadi salah satu titik terparah terdampak longsor akibat curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir. Kondisi topografi Pakpak Bharat yang berbukit dan curam membuat wilayah init ergolong rawan bencana tanah longsor.//ujungmaster24,..

Berita Terkait

Merasa Tertipu Jual Beli Lahan. Saor Manik Segera Tempuh Jalur Hukum Laporkan
Media Mitra Lapas Labuhan Ruku sampaikan hak jawab, Rahmat Hidayat minta Menteri tidak mudah percaya laporan dugaan tanpa bukti
Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi
DPD APPSI Tebo Melakukan Konsolidasi , Membangun Kekuatan Pedagang Pasar untuk Ekonomi Daerah yang Lebih Maju
Kalapas Padangsidimpuan Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Temuan Ganja Hasil Razia Gabungan Bersama APH dan Telah Disampaikan Secara Terbuka
Ketika Responsivitas Pemerintah Hanya Bergantung pada Algoritma Viral di Media Sosial Oleh: Dinda Rosanti Salsa Bela, S.IP., M.I.P. (Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Jambi)
Babinsa Pos Ramil tripa makmur Melaksanakan Komunikasi Sosial Bersama Masyarakat Di Desa Binaan
Lepas Sambut Danyonif 100/PS, Bupati Langkat H.Syah Afandin Apresiasi Dedikasi Letkol Infanteri Agus.M.Rangkuti

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44 WIB

DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:58 WIB

Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif .

Berita Terbaru