IMP Seramoe Mekkah Minta Sekda Aceh Dicopot

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 6 Maret 2024 - 01:28 WIB

40250 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 05/03/2024 IMP (Ikatan Mahasiswa Pemuda) Seramoe Mekkah melakukan aksi di depan kantor gubernur Aceh.

Koordinator aksi Balma Amaldi menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya adalah untuk mendesak pemerintah Aceh segera mengesahkan APBA yang menjadi instrumen sangat penting bagi masyarakat Aceh dan Aceh itu sendiri.

” Kita ingin pemerintah Aceh segera mengesahkan APBA, APBA adalah instrumen yang sangat penting untuk Aceh dan masyarakat Aceh ” Ucap Balma

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dengan molornya pengesahan APBA berdampak buruk terhadap pembagunan insfrastruktur, peningkatan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya, serta menghambat roda perekonomian di Aceh.

” Oleh karena itu kita tidak ingin dampak buruk itu terus terjadi dan semakin merembes kemana-mana, karna yang di rugikan adalah masyarakat ” Ungkap balma.

Dalam hal ini, Balma menyampaikan bahwa molornya pengesahan APBA ini yang di patut di salahkan adalah pemerintah Aceh baik itu eksekutif maupun legislatif, mereka harus bertanggungjawab atau harus rela kehilangan jabatannya.

” Bagi kami salah semuanya baik itu eksekutif, dalam hal ini sekda Aceh selaku ketua tim TAPA Aceh ataupun legislatif yang di ketuai oleh Zulfadhli selaku ketua DPRA ”

Oleh karna itu, dalam orasinya Balma meminta agar sekda Aceh di copot dari jabatannya , serta meminta agar ketua DPRA diganti dengan yang lebih berkompeten.

” Kita meminta agar sekda di copot jabatannya, serta ketua DPRA di gantikan dengan yang lebih layak. Kita juga ingin pj gubernur Aceh mengundurkan diri karna selaku pemimpin tertinggi di Aceh, Ahmad Marzuki tidak mampu menjamin APBA di dilakukan pengesahan tepat waktu ”

Dalam akhir orasinya, Balma juga memberi pesan kepada seluruh elemen agar hal ini bisa di kawal dan di suarakan bersama-sama.

” Kami ingin kedepan aksi yang kita lakukan dengan massa yang lebih banyak, elemen-elemen lainnya mau bersama-sama memperjuangkan permasalahan ini” Tutupnya.

(DL)

Berita Terkait

Perkuat Layanan Ibu & Anak, Muhammad Nur Dipercaya Pimpin RSIA Banda Aceh
Warga Desak: Mualem Istirahat Total! Urusan Pemerintahan Ditipkan Sementara
Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara
71 Paket Pengadaan Buku dan Kitab Rp50,53 Miliar di Aceh Jadi Sorotan, Ada Dugaan Mark-Up
Jelang Muswilub APKASINDO Aceh, Sejumlah Kandidat Mulai Bermunculan
21 DPC Merapat, Sayuti Abubakar Jadi Kandidat Kuat Ketua Demokrat Aceh
Bunda PAUD Aceh Singkil Hadiri Penguatan Pokja Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Aceh
UIN Ar-Raniry Seleksi 53 Peserta Internasional dari 12 Negara untuk Penerimaan Mahasiswa Baru

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WIB

Haloan Sadri: MBG Perlu Diperkuat, Jangan Menambah Mata Rantai Baru

Kamis, 10 September 2026 - 13:15 WIB

TR. Aceh Terumon: Wacana Pelibatan Kantin Sekolah Hanya Menambah Persoalan Baru, SPPG Perlu Dievaluasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:10 WIB

TR. Aceh Terumon: Wacana Pelibatan Kantin Sekolah Hanya Menambah Persoalan Baru, SPPG Perlu Dievaluasi

Selasa, 8 September 2026 - 01:05 WIB

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?

Senin, 7 September 2026 - 21:01 WIB

Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan

Sabtu, 5 September 2026 - 22:55 WIB

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 September 2026 - 02:58 WIB

Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 23:55 WIB

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Haloan Sadri: MBG Perlu Diperkuat, Jangan Menambah Mata Rantai Baru

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:06 WIB