Kutacane, Teropong Barat – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 tingkat Kabupaten Aceh Tenggara resmi dibuka oleh Bupati HM Salim Fakhry, Kamis (24/7/2025) siang di Stadion Pemuda, Babussalam, Kecamatan Bambel, Kutacane. Pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan undangan dari berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan organisasi keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya profesionalisme dalam pelaksanaan MTQ yang bersifat selektif dan kompetitif. Ia meminta panitia dan dewan hakim untuk menjalankan tugas secara adil, jujur, dan bertanggung jawab, guna memastikan hanya peserta terbaik yang melaju mewakili Aceh Tenggara di ajang MTQ tingkat Provinsi Aceh, yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2025 mendatang di Kabupaten Pidie Jaya.
“MTQ ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ajang pembinaan dan seleksi. Saya harap dewan hakim mampu menilai secara objektif, agar juara yang terpilih benar-benar putra-putri terbaik daerah,” ujar Salim Fakhry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia serta pihak-pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan perhelatan dua tahunan ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, ketertiban, serta menjaga kenyamanan dan keamanan bersama.
Sebelumnya, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tenggara, M Rasadi, dalam laporannya menyebutkan bahwa MTQ ke-40 ini diikuti oleh 489 peserta dari seluruh kecamatan. Terdapat enam cabang yang diperlombakan, yaitu Tilawatil Qur’an (membaca Al-Qur’an dengan irama), Hifzhil Qur’an (hafalan Al-Qur’an), Syarhil Qur’an (penjelasan isi Al-Qur’an), Fahmil Qur’an (cerdas cermat), Khattil Qur’an (kaligrafi), dan penulisan karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Kegiatan akan berlangsung selama lima hari, dari 24 hingga 28 Juli 2025, dengan melibatkan puluhan juri dan tenaga pendukung lainnya.
Acara pembukaan juga dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI H. Muslim Ayub, unsur pimpinan DPRK Aceh Tenggara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dharma Wanita, pimpinan perguruan tinggi se-Aceh Tenggara, camat, kepala dinas, kepala badan, dan tokoh lintas sektor.
Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, Ketua Mahkamah Syariah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat dan media lokal.
MTQ tingkat kabupaten ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus menjadi sarana pencarian bibit unggul untuk tingkat provinsi bahkan nasional.
(Sadikin)
















































