Ngeri Kali Pak Kapolri: Selain Rumah Wartawan Dilempar Bom Molotov, Sekelompok Pria Diduga Bersenpi Laras Panjang Berkeliaran di Durin Simbelang Pancur Batu, Supir Hampir Tewas Ditembak ?

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 3 Maret 2024 - 23:26 WIB

40448 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Keterangan Foto : Foto Bom Molotov dan Foto Korban saat di opname)

Pancur Batu | Semenjak peristiwa pelemparan bom molotov rumah wartawan di Desa Namorih terjadi pada tanggal 21 Desember 2023 pukul 03.58 wib beberapa bulan yang lalu, suasana Kamtibmas di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara semakin mencekam dan semakin mengerikan diduga akibat jarang nya Petugas melakukan Patroli ke sejumlah tempat tempat yang rawan aksi kejahatan.

Pasalnya, Warga dan pengguna Jalan Lintas Medan Berastagi tepatnya di Desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu pada 1 Maret 2024 sekitar pukul 04.00 wib mendadak gempar diduga dikarenakan adanya sekelompok pria yang  menghadang dan menganiaya supir truk armada angkutan meterial tanah timbun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya menghadang truk, pria yang sudah berkumpul tersebut pun memecahkan kaca mobil truk dan menarik supir dari dalam mobil sampai keluar kemudian melakukan penganiayaan hingga babak belur dan terkapar di lokasi. Tak puas itu saja salah seorang pria yang diduga memegang senpi laras panjang kemudian mengokang senjatanya kemudian menembakan nya ke kepala salah seorang supir yang sudah terkapar dianiaya di lokasi, beruntung saat itu supir berhasil menghindar dari jemputan “malaikat maut” dan diduga peluru hanya mengenai kepalanya bagian belakang.

IV (30) didampingi SM  yang merupakan supir yang menjadi keganasan aksi tersebut menjelaskan bahwa, saat itu mereka sedang beriringan mengemudikan damtruk dari Galian c untuk di antarkan menuju Kota Medan.

“Kami beriringan berjalan, akan tetapi saat truk yang kami kemudikan melintasi lokasi tiba tiba sejumlah pria mengahadang dan memberhentikan truk yang kami kemudian, awalnya sejumlah pria itu bertanya, Apakah mobil dam truk roda 10 yang saya bawa ini merupakan milik Beje, saya menjawab bahwa mobil ini tidak milik Beje,” ucapnya

Setelah pertanyaan itu dilontarkan nya kepada saya dan merasa tidak ada masalah, saya pun melaju dengan perlahan lahan, namun tiba tiba kaca depan saya dilempar pakai batu sampai pecah yang  saya diduga dilakukan oleh pria yang ada di lokasi tersebut.

“Kaca mobil yang saya kemudiakan di lempar oleh seorang pria dengan menggunakan batu , Ketakutan kali aku waktu itu, Apa lagi aku sendirian, tidak pakai kernet. Aku gak tahu siapa mereka.  Kepala ku juga ditembak mereka suasana waktu itu lagi pula masih subuh bang, gak jelas kali kukenali wajahnya. Yang pasti aku tidak punya musuh bang,” ungkap korban saat ditemui di sebuah klinik.

Sementara itu SM mengaku sempat melarikan diri dengan kondisi “mandi darah” karena dilempari batu oleh sekelompok preman tersebut.

“Sempat kudengar mereka teriak bang, ini baru mobil Key Key. Detik berikutnya truk yang saya bawa dihujani pakai batu. Kaca depan truk pecah, kepalaku pun bocor kena batu. Takut mati konyol, aku pun melarikan diri bang. Kepalaku mendapat lima jahitan bang,” kata SM.

Kasus ini pun telah dilaporkan kedua korban ke Mapolsek Pancur Batu dengan nomor STPL PL/B/74/lll/2024/SPKT/Polsek Pancur Batu/ Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara Tanggal 01 Maret 2024, pukul 15.54 WIB atas nama pelapor SM.

Dan STPL LP/B/75/lll/2024/SPKT/Polsek Pancur Batu/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 01 Maret 2024 Pukul 16.27 WIB atas nama pelapor IV.

Kedua korban berharap polisi segera meringkus komplotan preman tersebut. “Kami ini hanya supir bang. Kami hanya mencari nafkah untuk menghidupi keluarga di rumah. Kalau kami gak kerja, keluarga kami mau makan apa bang,” ujar keduanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono saat di konfirmasi Minggu 3 Maret 2024 Malam belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut. (Red)

Berita Terkait

Dump Truk Tertabrak KA Putri Deli di Perlintasan Tanpa Plang Perbaungan, Sopir Tewas
Plt Bupati Langkat Tiorita Semangati Kontingen Pramuka pada Penutupan Jamdasu XI Sumut
Langkat Sabet Juara II MTQ ke- 40 Tingkat Sumut,Syah Afandin: Ini Bukti Nyata Generasi Qur’ani
Komitmen Tanpa Tawar, Lapas Lubuk Pakam Deklarasikan Zero Narkoba dan Handphone
Meranti, Mangga, dan Air Mata: Warga Dua Desa Kembalikan Kehidupan ke Tanah Leluhur
Miris!, Ibu Mariasih Guru Honorer di Tanjung Morawa Tempati Rumah Nyaris Ambruk
Doa dan Cinta Dari Lapas Lubuk Pakam Untuk Indonesia
Penyuluhan Hukum, Lapas Lubuk Pakam dan LBH Adiwangsa Pura Keadilan Bekali Warga Binaan Menuju Hidup Taat Aturan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:06 WIB

Haloan Sadri: MBG Perlu Diperkuat, Jangan Menambah Mata Rantai Baru

Kamis, 10 September 2026 - 13:15 WIB

TR. Aceh Terumon: Wacana Pelibatan Kantin Sekolah Hanya Menambah Persoalan Baru, SPPG Perlu Dievaluasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:10 WIB

TR. Aceh Terumon: Wacana Pelibatan Kantin Sekolah Hanya Menambah Persoalan Baru, SPPG Perlu Dievaluasi

Selasa, 8 September 2026 - 01:05 WIB

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?

Senin, 7 September 2026 - 21:01 WIB

Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan

Sabtu, 5 September 2026 - 22:55 WIB

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 September 2026 - 02:58 WIB

Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 23:55 WIB

Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Haloan Sadri: MBG Perlu Diperkuat, Jangan Menambah Mata Rantai Baru

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:06 WIB