Pentingnya Menjaga Persatuan Menjelang Pemilu 2024

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 17 Juli 2023 - 15:26 WIB

40559 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menjelang Pemilu 2024, isu-isu seputar intoleransi dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) sering mencuat dan memanas hingga menjadi gorengan politik. Keanekaragaman atau perbedaan di Indonesia kerap kali dijadikan ajang politisasi. Suku, agama, ras, dan golongan dipakai sebagai tunggangan elite politik untuk meraih suara di masyarakat. Upaya mitigasi untuk meminimalkan kasus pelanggaran terhadap KBB harus dipersiapkan sejak dini salah satunya meningkatkan rasa toleransi dan persatuan antar masyarakat.

Addin Jauharudin, Bandahara Umum PP GP Ansor mengatakan bahwa, dampak dari politik SARA menyebabkan keterbelahan masyarakat. Seperti Pilkada DKI dan Pemilu 2019 masih menimbulkan trauma.

“Dampaknya setelah pemilu sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah, justru menimbulkan permusuhan antar masyarakat. Hal ini bisa merusak dan menggoyahkan dan merusak sendi-sendi kerukunan di negara kita,” ucap Addin melalui keterangannya di Jakarta, Senin (17/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Addin Jauharudin menambahkan, pihaknya berpendapat, untuk meminimalisir adanya keterbelahan masyarakat akibat politik SARA harus ada kesadaran seluruh kelompok, masyarakat, dan pelaku politik bahwa keterbelahan masyarakat akibat isu politik dampaknya jauh menghancurkan daripada yang lain lain.

“Semua harus terlibat untuk mendewasakan diri untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dalam Pemilu 2024,” ujar Addin lagi.

Di era yang saat ini banyak opini di media, masyarakat harus bisa menskrining mana berita yang hoaks maupun yang mengandung ujaran kebencian, cek kebenarannya.

“Ketika ada berita yang sifatnya provokatif memecah belah masyarakat jangan buru-buru dipercayai,” kata Bendahara GP Ansor ini.

Selain itu, elit politik diharapkan dapat bersikap dengan bijak, karena apa yang terjadi di masyarakat hal tersebut disebabkan oleh elit politik. Jangan sampai menjadi provokator atas keterbelahan masyarakat.

Pihaknya juga berharap, masyarakat dapat bersatu tanpa dibayangi isu isu politik yang membuat keterbelahan di masyarakat.

“Mari bangun Pemilu 2024 yang damai, aman, yang dapat mencerdaskan dan menemukan kepemimpinan nasional yang lahir dari proses yang sehat dan iklim politik yang bersih,” pungkas Addin. (Red).

Berita Terkait

Prajurit Pasmar 2 bersatu padu bersama warga Tengger Bromo bersih-bersih lingkungan
polemik keberadaan jdeyo billiard and cafe disorot aktivis KLH dan media terkait perizinan
Aksi kejahatan jalanan yang menyasar warga kembali berhasil diungkap aparat kepolisian.
Peringatan HUT ke-74 Kopassus: Ketua DPC GRIB Jaya Rembang Haturkan Hormat dan Doa untuk Sang Baret Merah
Kodim 0212/TS Bersama Masyarakat Mulai Bangun Jembatan Gantung di Ulu Sosa
Pemkab Pakpak Bharat Dorong Pengembalian Fungsi Hutan Usai Pencabutan PBPH di Sumut
Gianyar Perkuat Benteng Kerukunan, Rapat PAKEM Tegaskan Nihil Aliran Menyimpang
PENJEMPUTAN TAMU RAKER YAYASAN J.B. SITANALA.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:18 WIB

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Jumat, 17 April 2026 - 22:53 WIB

Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri

Jumat, 17 April 2026 - 18:53 WIB

Jumat Berkah, Polres Aceh Tenggara Tebar Kepedulian untuk Sesama

Rabu, 15 April 2026 - 16:37 WIB

Eddy Samrah Jadi Aspidum Kejati Aceh di tunjuk Jaksa Agung

Jumat, 10 April 2026 - 23:04 WIB

Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara

Kamis, 2 April 2026 - 14:07 WIB

Paska Hari Raya idul Fitri 2026 Bupati Agara, HM Salim Fakhry Tandatangani SK Plt Asisten III Setdakab.

Kamis, 2 April 2026 - 10:14 WIB

Polres Agara berhasil mengamankan Paruhbaya pengguna Sabu

Rabu, 1 April 2026 - 16:59 WIB

Polres Agara Amankan Oknum Guru, Sabu 0,27 Gram Jadi Barang Bukti

Berita Terbaru