Prof. Dr-Ing. Eko Supriyanto, P.H.Eng, Presiden PTPI: Pengembangan Fasilitas Kesehatan yang Optimal, Untuk Kesembuhan Pasien

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Sabtu, 10 Juni 2023 - 14:16 WIB

40558 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPARAN-Prof. Dr-Ing. Eko Supriyanto, P.H.Eng, Presiden Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI) menjelaskan visi dan misi serta tujuannya berkunjung ke Tzu Chi Hospital. Kedatangan Prof. Eko dan ketiga staf disambut baik oleh Dokter Gunawan Susanto, Sp.BS (Direktur Utama Tzu Chi Hospital), Suriadi (Direktur Umum Tzu Chi Hospital), Dokter William (Ketua Komite Kesehatan, Keselamatan, Kerja Tzu Chi Hospital), dan Kalam Tukiman (Kepala FMS – Facility Management Services).

 

Jakarta – Sehubungan dengan adanya pembuatan pedoman teknis Sarana Prasarana dan Alat kesehatan yang sedang direncanakan pemerintah tepatnya antara Kementerian Kesehatan dan Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI), Prof. Dr-Ing. Eko Supriyanto, P.H.Eng, selaku Presiden PTPI didampingi tiga staf datang mengunjungi Tzu Chi Hospital yang berada di Pantai Indah kapuk, Jakarta Utara, Jumat (2 Juni 2023) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan ini, Prof. Eko ingin melihat sarana dan prasaran serta alat kesehatan di Tzu Chi Hospital.

Kunjungan ini  disambut sangat positif oleh pihak Tzu Chi Hospital, termasuk Dokter Gunawan Susanto, Sp.BS, selaku Direktur Utama Tzu Chi Hospital.

“PTPI sedang mendapat penugasan dari kementerian kesehatan untuk membuat pedoman teknis terkait dengan sarana, prasarana dan alat kesehatan untuk empat pelayanan prioritas yaitu kanker, stroke, jantung dan uronefrologi. Kami mendengar bahwa Tzu Chi Hospital adalah salah satu rumah sakit yang terbaik di Indonesia karena itu kami datang mengunjungi Tzu Chi Hospital ini  karena kami ingin melihat dengan dekat,” jelas Prof. Eko.

TINJAU-Prof. Eko Supriyanto berkeliling Tzu Chi Hospital melihat sarana dan prasarana kanker, jantung, stoke dan uronefrologi.

Prof. Eko menyebut, Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI) juga ingin mengembangkan Smart Hospital ke beberapa rumah sakit di Indonesia. Di mana Smart Hospital adalah rumah sakit yang memiliki proses bisnis otomatis dan teroptimasi yang dibangun di atas sistem informasi yang terkoneksi ke seluruh aset rumah sakit melalui IOT, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pasien dan mengenalkan berbagai kemampuan baru Rumah Sakit.

DUKUNG-Prof. Eko Supriyanto melihat sarana dan prasarana di ruang operasi, juga melihat beberapa alat kesehatan di dalam ruang operasi Tzu Chi Hospital yang menurutnya jarang dimiliki rumah sakit lainnya di Indonesia.

Menurut Prof. Eko, hal ini ingin dikembangkan agar warga Indonesia tidak perlu susah lagi berobat ke luar negeri, tapi bisa di dalam negeri sendiri dengan sarana, prasarana, fasilitas dan alat kesehatan bagus, juga modern, tidak kalah dengan di luar negeri.

“Kita tahu bahwa dari Pak Jokowi sendiri kan beberapa kali meminta bahwa kalau boleh Warga Negara Indonesia yang ke luar negeri untuk berobat ini melihat kembali fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia sehingga tidak perlu lah ke luar negeri untuk hal-hal yang bisa dikerjakan di dalam negeri, di sini juga ada dan ini saya bisa liat bahwa Tzu Chi merupakan salah satu tempat yang tepat,” lanjut Prof. Eko Supriyanto.

ALAT CANGGIH-Didampingi Dokter William, Prof. Eko Supriyanto juga melihat alat kesehatan yang ada di Klinik Fisioterapi dimana menurut beliau alat-alatnya sudah maju dan canggih.

Dokter William perwakilan dari Tzu Chi Hospital mengajak Prof. Eko Supriyanto bersama tiga staf untuk berkeliling melihat fasilitas dan alat-alat kesehatan yang dimiliki Tzu Chi Hospital. Tzu Chi Hospital sendiri memiliki Visi yang selaras dengan PTPI yaitu menjadi rumah sakit ideal yang bisa menjadi contoh yang baik untuk dunia kedokteran.

“PTPI ini suatu lembaga yang juga bekerjasama dengan pemerintah, Tzu Chi Hospital juga berdiri selaras dengan pemerintah, jadi kalau pemerintah punya suatu rencana yang baik untuk mengembangkan dan membuat suatu rumah sakit yang ideal di Indonesia kita akan bergabung dan mendukungnya,” ungkap Dokter William, selaku Ketua Komite Kesehatan, Keselamatan, Kerja (K3) Tzu Chi Hospital.

APRESIASI-Prof. Eko Supriyanto didampingi beberap dokter melihat sistem informasi di Tzu Chi Hospital.
APRESIASI-Prof. Eko Supriyanto didampingi beberap dokter melihat sistem informasi di Tzu Chi Hospital.

Dalam kesempatan ini, Prof. Eko Supriyanto juga melihat sarana dan prasarana di ruang operasi, beliau juga melihat beberapa alat kesehatan di dalam ruang operasi Tzu Chi Hospital yang menurutnya jarang dimiliki rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Tadi ada MRI yang terbaik kemudian juga ada CT-Scan yang 512 slice itu bagus, kemudian dari sisi ruang operasi juga bagus ya, kemudian tadi yang menarik juga menggabungkan antara CT dan ruang OK (operasi), saya rasa itu jarang di Indonesia. Kemudian juga di sini yang saya kaget tadi betul-betul bahwa Robotic sudah ada di beberapa tempat, tadi ada di rehabilitasi, kemudian robotic yang di Mamo untuk biopsi, dan ada di beberapa tempat lainnya juga. Jadi ciri-ciri smart hospital itu nampaknya sudah ada di Tzu Chi Hospital ini dan saya lihat di rumah sakit lain belum semaju dan secanggih ini,” ungkap Prof. Eko Supriyanto.

Bertambahnya penilaian yang baik dari pihak lembaga kesehatan lainnya, menjadi semacam langkah untuk mengait segala macam pihak untuk memajukan misi kesehatan Tzu Chi, dan menjadi semangat baru lagi untuk pihak Tzu Chi hospital dalam menciptakan serta mengembangkan fasilitas yang optimal untuk kesembuhan para pasien tentunya dengan cinta kasih.

“Di sini kami bersyukur dengan mengenal Prof. Eko kita jadi dapat masukan-masukan baru, dan ternyata menurut Prof. Eko, Tzu Chi Hospital sudah memenuhi nilai-nilai untuk menjadi The First Smart Hospital in Indonesia, jadi mudah-mudahan ketersediaan seluruh fasilitas yang ada di sini bisa bermanfaat maksimal untuk melayani pasien secara profesional dan bisa menjangkau masyarakat yang kurang mampu serta membantu orang agar tidak perlu repot-repot berobat keluar negeri,” ungkap Dokter William. (Red/https://www.tzuchi.or.id).

Berita Terkait

Prajurit Pasmar 2 bersatu padu bersama warga Tengger Bromo bersih-bersih lingkungan
polemik keberadaan jdeyo billiard and cafe disorot aktivis KLH dan media terkait perizinan
Aksi kejahatan jalanan yang menyasar warga kembali berhasil diungkap aparat kepolisian.
Peringatan HUT ke-74 Kopassus: Ketua DPC GRIB Jaya Rembang Haturkan Hormat dan Doa untuk Sang Baret Merah
Kodim 0212/TS Bersama Masyarakat Mulai Bangun Jembatan Gantung di Ulu Sosa
Pemkab Pakpak Bharat Dorong Pengembalian Fungsi Hutan Usai Pencabutan PBPH di Sumut
Gianyar Perkuat Benteng Kerukunan, Rapat PAKEM Tegaskan Nihil Aliran Menyimpang
PENJEMPUTAN TAMU RAKER YAYASAN J.B. SITANALA.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:18 WIB

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Jumat, 17 April 2026 - 22:53 WIB

Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri

Jumat, 17 April 2026 - 18:53 WIB

Jumat Berkah, Polres Aceh Tenggara Tebar Kepedulian untuk Sesama

Rabu, 15 April 2026 - 16:37 WIB

Eddy Samrah Jadi Aspidum Kejati Aceh di tunjuk Jaksa Agung

Jumat, 10 April 2026 - 23:04 WIB

Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara

Kamis, 2 April 2026 - 14:07 WIB

Paska Hari Raya idul Fitri 2026 Bupati Agara, HM Salim Fakhry Tandatangani SK Plt Asisten III Setdakab.

Kamis, 2 April 2026 - 10:14 WIB

Polres Agara berhasil mengamankan Paruhbaya pengguna Sabu

Rabu, 1 April 2026 - 16:59 WIB

Polres Agara Amankan Oknum Guru, Sabu 0,27 Gram Jadi Barang Bukti

Berita Terbaru