Rakernas XVII APKASI di Batam, Bupati Pakpak Bharat Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

REDAKSI PAKPAK BHARAT

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:53 WIB

40138 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batam, TeropongBarat.com –Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 yang digelar di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (18/01).

Rakernas ini dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, sekaligus dirangkaikan dengan Peresmian Gedung Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID). Gedung tersebut dibangun melalui kerja sama antara APKASI dan International Business Association (IBA) sebagai upaya memperkuat promosi investasi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian berharap Rakernas APKASI dapat menjadi ruang interaksi dan dialog antar kepala daerah untuk menghasilkan solusi konkret atas berbagai persoalan daerah maupun nasional. Menurutnya, setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik permasalahan yang beragam, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.

Tito juga menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam mengatasi persoalan rakyat, khususnya melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Hal tersebut tercermin dari dorongan Presiden agar pemerintah mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.

“Kekayaan Indonesia sangat luar biasa dan cukup untuk membuat rakyat Indonesia sejahtera jika dikelola dengan baik,” ujar Tito Karnavian.

Rakernas XVII APKASI mengusung tema “Wujudkan Asta Cita Untuk Daerah Yang Sejahtera” dan berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 416 kabupaten se-Indonesia, menjadikannya forum strategis nasional bagi pemerintah kabupaten dalam merespons tantangan pembangunan daerah ke depan.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menilai Rakernas APKASI sebagai wadah penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Rakernas ini menjadi ruang bagi kami para kepala daerah untuk bertukar gagasan, menyelaraskan arah pembangunan, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang adaptif, berkelanjutan, dan berkeadilan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rakernas ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan kebijakan strategis yang mendukung pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

//ujungmaster24

Berita Terkait

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah
NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar
Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44 WIB

DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:58 WIB

Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif .

Berita Terbaru