Satgas Mafia Tanah Subulussalam Diminta Ikuti Proses Sengketa Atas Pengadaan Tanah Mega Proyek PLTA Kumbih-3

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 27 Oktober 2023 - 16:44 WIB

40568 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. Kisruh Sengketa Lahan Pengadaan PLTA Kumbih-3 Hak Rakyat TerjolimiPengadaan Tanah PLTA Kumbih-3 di Kota Subulussalam Kisruh dan rawannya Sengketa antar masyarakat Kampung Desa Jontor dan desa Lae Ikan. Persoalan penting saat musyawarah BPN, Pemko Subulussalam, dan Masyarakat Yang terkena imbas lahan pembangunan PLTA Kumbih 3 terungkap saat rapat 25 Oktober 2023 di balai pertemuan Camat Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam.

 

Dari rekapitulasi data pengadaan tanah PLTA dengan total 235.306 M lahan yang masih bersengketa, dan terkena sempadan di desa Jontor, sedangkan 4503 M kampung Lae Ikan terimbas terkena Sempadan. Sementara lahan yang tidak bersengketa dan terkena Sempadan seluas 4.503. Data ini berdasarkan yang disampaikan ATR/BPN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sengketa lahan kepada pihak lain diwilayah yang terkena imbas Pembangunan lahan PLtA Kombih 3 dari masyarakat Desa Jontor terbanyak atasnama Sudirman Ali Tumangger dan Abdullah Berutu

Namun beberapa masyarakat yang mengaku pemilik lahan yang merasa dirugikan atas hilangnya status kepemilikan tanahnya dari kegiatan pengadaan tanah PLTA Kombih 3 diantaranya atasnama :

Dosma Bancin
Rosdiana Bancin
Dongan Bancin
Mahdi Tinendung
Yurike Tinendung

Dari penuturan yang disampaikan Korban yang merasa raibnya tanah yang diduga diklem sepihak oleh Sudirman Ali Tumangger, dan Dullah Berutu sehingga merasa hilangnya Hak Kepemilikan tanah usai diklem pihak lain tersebut.

“Padahal ini surat kami, alas tanah kami, namun didalam rapat hari ini seolah hak kepemilikan tanah atasnama kami sendiri sudah tidak ada lagi diregister yang telah disampaikan BPN.” Ujar Rosdiana Bancin dan Dosma Bancin. Padahal diatas lahan kami sudah ditanami Gambir dan tanaman rakyat. Kami sudah melaporkan masalah ini pada pihak desa, kecamatan dan pihak BPN yang telah mengukurnya seluas 4 hektar lebih” Kata Rosdiana Bancin dan Dongan Bancin.

Menurut Rosdiana Bancin dan Dongan Bancin kedua orang itulah yang diduga telah menklem lahannya sehingga status lahan yang 4 hektar itu raib berpindah nama antara Sudirman Ali Sudirman dengan Dullah Berutu.”Jelas Rosdiana Bancin.

“Kami merasa teraniaya, nama kami sudah tidak adalagi di List ATR/BPN dan dipenyelesaian pembayaran terhadap lahan kamipun tentunya Hak Kamipun tidak bisa lagi kami perjuangkan. Jelas masyarakat Jontor yang merasa dirugikan tersebut.

Terlihat hadir dalam musyawarah dikecamatan Penanggalan Kota Subulussalam, Camat Penanggalan, PLT Sekda, Dandim 0118, Kepala Mukim Penanggalan dan sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Penanggalan Kota Subulusslam. Mukaribbin Pohan, SHI mengharapkan adanya kerterlibatan Satgas Mafia Tanah Kota Subulussalam, karena rawan konflik yang berujung Konflik antar masyarakat bahkan antar keluarga.

Peran Satgas Mafia tanah dari unsur Kejaksaaan dan Polres Subulussalam sebaiknya mengikuti langsung agenda Mega Proyek yang melibatkan masyarakat luas ini. Kabar rapat lanjutan yang digelar atas tindaklanjuti dari giat BPN, Pemko Subulussalam, Dandim 0118 atas ganti rugi lahan PLTA Kombih 3 kembali akan digelar tgl /30/10/2023 diruang Rapat Sekda Kota Subulussalam. Satgas Mafia Tanah Diminta Berhadir, karena dari konflik lahan ini, kebanyakan akan berakhir melalui Meja Pengadilan.”Ujar Mukaribbin Pohan, S.H.I. pemerhati Kota Subulussalam. //Atin.

Berita Terkait

Analisa Dampak Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan di Subulussalam
PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan
Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin
PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib
Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan
Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:54 WIB

Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:46 WIB

Kadin Aceh: South Andaman Momentum Emas Membangun Industri dan Lapangan Kerja

Senin, 1 Juni 2026 - 14:45 WIB

Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:47 WIB

Partai Gelora Aceh Desak Percepatan Serapan Anggaran Penanggulangan Bencana demi Pemulihan Masyarakat Pascabencana

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:58 WIB

Soroti Indikasi Dana Asing di Film ‘Pesta Babi’, Suryadi Djamil: Memecah Kepercayaan Rakyat Itu Pengkhianatan

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:22 WIB

Penuh Haru! Safrizal ZA Jenguk Abu Doto di RSUDZA, Doakan dr. Zaini Abdullah Segera Pulih

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:39 WIB

Wakil Ketua DPRA Ali Basrah: Soal Anggaran JKA Tak Bisa Tergesa, APBA Perubahan Harus Ikuti PP 12/2019

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:24 WIB

Kak Iin Tegaskan Tak Pernah Rilis soal Bank Aceh, Dukung Kepemimpinan Fadhil Ilyas dan Kinerja Semakin Positif

Berita Terbaru