Subulussalam, teropongbarat.com. Hari pertama masuk sekolah di UPTD SMP Negeri 2 Longkib, Senin (27/7/2026), menjadi pengalaman yang berbeda bagi sejumlah siswa baru. Mereka tidak hanya datang untuk memulai jenjang pendidikan baru, tetapi juga mendapat penghargaan atas prestasi yang telah mereka ukir sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Plt. Kepala UPTD SMP Negeri 2 Longkib, Erick Permana, S.Pd., M.Si., menyerahkan langsung tas sekolah kepada para siswa baru yang memiliki rekam jejak prestasi akademik maupun nonakademik saat masih bersekolah di SD. Sementara itu, 20 siswa pertama yang mendaftarkan diri ke sekolah tersebut juga menerima hadiah berupa buku tulis.
Langkah sederhana itu menyimpan pesan yang lebih besar. Bagi pihak sekolah, prestasi yang telah diraih siswa tidak boleh berhenti menjadi catatan di rapor atau lembar piagam semata. Prestasi perlu diapresiasi agar menjadi energi bagi peserta didik untuk terus berkembang ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Anak-anak yang datang membawa prestasi dari SD patut diberi penghargaan. Ini bukan sekadar hadiah, tetapi bentuk penghormatan atas kerja keras mereka sekaligus motivasi agar tetap berprestasi di SMP,” ujar Erick.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga merupakan pesan kepada seluruh siswa bahwa sekolah akan selalu memberi ruang bagi setiap usaha dan pencapaian. Budaya apresiasi dinilai penting untuk membangun iklim belajar yang sehat dan kompetitif.
Di sisi lain, pemberian hadiah kepada 20 pendaftar pertama merupakan upaya sekolah menumbuhkan semangat serta kedisiplinan sejak awal. Respons masyarakat terhadap penerimaan peserta didik baru di SMP Negeri 2 Longkib, kata Erick, menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh terhadap sekolah tersebut.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, langkah seperti ini memang tampak sederhana. Namun, di mata seorang anak, sebuah tas sekolah baru bisa menjadi simbol bahwa kerja keras mereka dihargai. Sebuah buku tulis dapat menjadi pengingat bahwa sekolah adalah tempat yang membuka kesempatan, bukan sekadar ruang belajar.
SMP Negeri 2 Longkib berharap tradisi memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, budaya berprestasi tidak hanya tumbuh di ruang kelas, tetapi juga menjadi identitas sekolah dalam mencetak generasi yang berkarakter, percaya diri, dan siap bersaing.(@nton Steven tin) **

















































