SUBULUSSALAM | TEROPONGBARAT.COM — Pelaksanaan program revitalisasi SD Kuta Cepu di lingkungan Kota Subulussalam kembali menjadi sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan adanya pekerjaan dan penggunaan material yang tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Hasil penelusuran dan dokumentasi lapangan menunjukkan beberapa bagian pekerjaan yang patut mendapat perhatian serius, mulai dari material atap hingga konstruksi plafon dan komponen bangunan lama.

Seng Spandek dan Rabung Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah penggunaan seng spandek yang diduga tidak sesuai dengan ketebalan sebagaimana tercantum dalam RAB.
Hal serupa ditemukan pada rabung atap yang diduga memiliki ketebalan berbeda dari spesifikasi yang dipersyaratkan.
Perbedaan spesifikasi material tentu perlu diverifikasi secara teknis. Sebab, ketebalan material berkaitan langsung dengan mutu, kekuatan, usia pakai, serta nilai pekerjaan yang dibayarkan melalui anggaran negara.

Puring Plafon PVC Dipertanyakan
Sorotan berikutnya terdapat pada pekerjaan plafon. Dari dokumentasi lapangan, pemasangan puring untuk plafon PVC terlihat menggunakan konstruksi yang diduga hanya mengandalkan satu batang puring melintang.
Kondisi tersebut patut dibandingkan dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak untuk memastikan apakah pemasangan tersebut telah memenuhi standar pekerjaan yang direncanakan.

Lesplang Lama yang Membusuk Diduga Tidak Diganti
Temuan lainnya yang tak kalah penting adalah kondisi lesplang bangunan.
Sejumlah bagian lesplang lama terlihat sudah mengalami kerusakan dan pembusukan. Namun, berdasarkan penelusuran di lapangan, bagian tersebut diduga tidak dilakukan penggantian, meskipun pekerjaan revitalisasi seharusnya memperhatikan kondisi komponen bangunan yang sudah tidak layak.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah penggantian lesplang memang tidak tercantum dalam RAB, atau terdapat item pekerjaan yang seharusnya dikerjakan tetapi tidak direalisasikan?
Jawabannya tentu harus dilihat dari dokumen perencanaan, RAB, gambar teknis dan kontrak pekerjaan.

APH Diminta Segera Lakukan Penyelidikan
Dengan adanya sejumlah temuan tersebut, aparat penegak hukum (APH), khususnya Kejaksaan Negeri Subulussalam melalui bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), diminta segera melakukan penyelidikan awal.
Langkah tersebut penting bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk memastikan penggunaan anggaran revitalisasi sekolah benar-benar sesuai dengan perencanaan dan tidak menimbulkan kerugian keuangan negara.
APH dapat melakukan pemeriksaan dengan membandingkan RAB, gambar teknis, spesifikasi material, kontrak, volume pekerjaan, dokumen pembayaran dan kondisi fisik bangunan.
Bahkan, jika diperlukan, material seng spandek dan rabung dapat dilakukan pengukuran ketebalannya secara teknis untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi kontrak.
Jangan Sampai Anggaran Besar, Mutu Justru Berkurang
Program revitalisasi sekolah pada prinsipnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Karena itu, setiap rupiah anggaran negara harus menghasilkan pekerjaan yang memenuhi mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Temuan di lapangan ini menjadi penting untuk segera diverifikasi sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan seluruh pembayaran diselesaikan.
Jika kemudian pemeriksaan menemukan adanya perbedaan antara spesifikasi yang dibayar dengan pekerjaan yang benar-benar terpasang, maka harus dipastikan siapa yang bertanggung jawab dan apakah terdapat potensi kerugian keuangan negara.
Kejaksaan Negeri Subulussalam diharapkan segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) serta pemeriksaan teknis, sehingga apabila memang terdapat penyimpangan, dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
Sebaliknya, apabila seluruh pekerjaan ternyata telah sesuai RAB dan kontrak, hasil pemeriksaan tersebut juga penting untuk memberikan kepastian serta meluruskan dugaan yang berkembang di masyarakat.
Teropongbarat.com akan terus mengawal penggunaan anggaran revitalisasi sekolah di Kota Subulussalam dengan mengedepankan data, dokumen dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.(Tim-inv(.)

















































