TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

ANTONI TINENDUNG

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

40160 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUBULUSSALAM | Teropong Barat. Com. Pembangunan revitalisasi TK Syaifullah di Kampong Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, kembali mendapat sorotan. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp875,635 juta dan waktu pelaksanaan 120 hari kalender itu diduga berpotensi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam RAB.

Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan pemasangan besi pada pembangunan MCK serta konstruksi bangunan utama. Dari pantauan di lapangan, terdapat bagian konstruksi yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius dari pengawas teknis, khususnya terkait penggunaan tulangan dan diduga pemasangan besi pada bagian pinggang bangunan tidak di pasang,hanya di cor saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan tersebut berjalan.

Kepala Sekolah: Semua Mengacu RAB

Saat dikonfirmasi mengenai pelaksanaan pembangunan, Kepala TK Syaifullah menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan menurutnya telah mengikuti RAB serta arahan dari konsultan teknik.

Namun, ketika ditanyakan mengenai keterlibatan P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) dalam pelaksanaan kegiatan, Kepala TK Syaifullah justru mengaku tidak mengenal pihak P2SP.

“Saya tak kenal P2SP. Semuanya pembangunan ini saya yang bertanggung jawab,” ujar Saifullah.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena dalam pelaksanaan program pembangunan satuan pendidikan, keberadaan unsur pengelola/panitia pembangunan dan pengawasan semestinya berjalan secara terkoordinasi sesuai ketentuan program.

Jika kepala satuan pendidikan menyatakan tidak mengenal P2SP, maka muncul pertanyaan publik mengenai mekanisme koordinasi, pembagian tanggung jawab, pengawasan pekerjaan, hingga proses pengendalian mutu konstruksi di lapangan.

Jangan Sampai Kepala Sekolah Berjalan Sendiri

Masyarakat berharap pelaksanaan revitalisasi sekolah tidak hanya berorientasi pada selesainya bangunan secara fisik, tetapi juga memastikan setiap pekerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

P2SP, konsultan teknik, pengawas sekolah maupun pihak terkait lainnya dinilai harus menjalankan fungsi masing-masing secara aktif. Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika pekerjaan sudah selesai, tetapi harus berlangsung sejak tahap persiapan, pelaksanaan konstruksi, pemeriksaan material hingga pekerjaan dinyatakan selesai.

Terlebih, pembangunan menggunakan anggaran negara. Karena itu, setiap penggunaan material dan pengerjaan konstruksi harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis.

APIP dan Aparat Penegak Hukum Diminta Audit

Masyarakat juga meminta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan revitalisasi TK Syaifullah, terutama untuk memastikan apakah pekerjaan di lapangan telah sesuai dengan RAB, gambar kerja dan spesifikasi teknis.

Jika ditemukan perbedaan antara dokumen perencanaan dengan realisasi pekerjaan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

“Jangan sampai setelah bangunan selesai baru diketahui ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Pengawasan harus dilakukan sejak sekarang,” demikian harapan masyarakat.

Selain APIP, aparat penegak hukum juga diminta tidak terburu-buru menyimpulkan adanya pelanggaran hukum, tetapi dapat melakukan pemantauan apabila hasil pemeriksaan resmi nantinya menemukan indikasi penyimpangan yang menimbulkan kerugian negara.

Pembangunan sekolah bukan sekadar mengejar bangunan berdiri, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan konstruksi yang aman, bermutu dan sesuai perencanaan.

Karena itu, persoalan utama dalam proyek revitalisasi TK Syaifullah bukan hanya soal penggunaan besi atau bagian konstruksi tertentu, tetapi juga bagaimana kepala sekolah, P2SP, konsultan teknik dan pengawas menjalankan fungsi masing-masing secara terintegrasi.

Hingga berita ini diterbitkan, diperlukan pemeriksaan teknis dan dokumen secara menyeluruh untuk memastikan apakah dugaan ketidaksesuaian tersebut benar-benar merupakan pelanggaran spesifikasi atau masih sesuai dengan desain teknis yang telah disetujui. (*).

Berita Terkait

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo
PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji
89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah
90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah
Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB
Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan
BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?
Di Atas Gambut, di Bawah Tekanan: Jejak SHM dan Dugaan Perampasan Ruang Hidup Warga Belukur

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Reses Tahap III DPRD Batu Bara di Dapil II, Rusli Tampung Aspirasi 10 Kepala Desa

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Polres Batu Bara Gelar Apel Operasi Patuh Toba 2026, Wujudkan Lalu Lintas Aman dan Berkeselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Di Masjid At-Taubah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Resmi Dimulai, Polda NTB Kerahkan 578 Personel Gabungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Polres Batu Bara Gelar Police Go To School Serentak di Sekolah, Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kapolres Batu Bara Bantu Bangun Kembali Rumah Warga Korban Puting Beliung, Salurkan Peralatan Rumah Tangga dan Sembako

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:08 WIB

KASUS PT TSI VS BANK MANDIRI: Rion Arios Desak OJK, BI, dan LPS Beri Kejelasan atas 54 Cek Senilai Rp124 Miliar

Berita Terbaru