LANGKAT,Teropong Barat.com – Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menekankan pentingnya disiplin dan kebijaksanaan dalam bermedia sosial saat memimpin upacara bendera di SMAN 1 Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (30/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Langkat, kepala sekolah, dewan guru, serta ratusan siswa.
*Soroti Fenomena Post-Truth*
Dalam amanatnya, AKBP David menyoroti tantangan generasi muda di era digital, khususnya fenomena post-truth di mana persepsi sering kali mengaburkan fakta objektif. Ia meminta para pelajar untuk menjadi filter informasi bagi diri sendiri.
“Para pelajar harus bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum dibagikan (saring sebelum sharing),” tegas David di hadapan para peserta upacara.
*Cegah Kenakalan Remaja dan Perundungan*
Selain masalah digital, Kapolres juga memberikan atensi khusus pada perilaku menyimpang remaja. Ia menyebut ketidakdisiplinan di sekolah merupakan “embrio” dari masalah hukum yang lebih besar di masa depan.
Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain:
* Bahaya Narkoba: Menjauhi narkotika karena merusak masa depan dan kesehatan.
* Stop Bullying: Menegaskan bahwa perundungan bisa berdampak fatal pada mental korban, seperti stres hingga depresi.
* Tertib Lalu Lintas: Mengimbau siswa yang membawa kendaraan untuk selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
“Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan dan pengorbanan. Kuncinya adalah disiplin dan komitmen kuat dalam belajar,” tambahnya memotivasi siswa.
*Gerakan Serentak di Seluruh Wilayah*
Kasi Humas Polres Langkat, AKP Jackson Situmorang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan gerakan serentak. Di saat yang sama, Wakapolres Langkat Kompol Husnil Mubarok Daulay memimpin upacara di SMKN 1 Stabat.
“Seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Langkat juga melaksanakan kegiatan serupa di sekolah-sekolah binaan masing-masing,” ujar Jackson.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pendekatan persuasif Polri kepada generasi muda guna membentuk karakter pelajar yang taat hukum dan berakhlak mulia. Upacara ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi antara pihak kepolisian dengan tenaga pendidik.
Pewarta:Lufti
















































