Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Nyoya Endang Syah Afandin Apresiasi Puisi ” Merawat Bumi Menjaga Masa Depan

TEROPONG BARAT LANGKAT

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:13 WIB

4043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Istimewa Kayla Anindya Putri Nasution Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Medan

Dokumentasi Istimewa Kayla Anindya Putri Nasution Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Medan

 

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

LANGKAT Teropong Barat.com,Jum’at (20/02/2026) – Ketua TP. PKK Kabupaten Langkat Nyonya Endang Kurniasih Syah Afandin mengapresiasi puisi karya Kayla Anindya Putri Nasution. Puisi tersebut berisikan Semangat menjaga kelestarian lingkungan digaungkan kalangan generasi muda. Suara kepedulian itu datang dari seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan, Kayla Anindya Putri Nasution.

 

Mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut menyalurkan pesan cintanya terhadap alam melalui sebuah puisi berjudul “Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan.” Karya ini menjadi refleksi sekaligus ajakan moral agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

 

Dalam puisinya, Kayla menggambarkan bumi bukan sekadar tempat berpijak, melainkan ruang kehidupan yang senantiasa “memeluk” manusia lewat hembusan angin yang menyejukkan dan hujan yang turun tanpa pamrih. Ia menghadirkan alam sebagai sosok yang memberi tanpa menuntut balasan.

 

“Bumi ini bukan sekadar tempat berpijak, ia selalu memeluk kita lewat angin yang diam-diam menyejukkan, lewat hujan yang jatuh tanpa pamrih,” tulisnya dalam bait pembuka.

 

Puisi tersebut juga menyoroti realitas kehidupan modern yang kerap membuat manusia lupa pada tanggung jawab ekologis. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas, hutan seakan menunggu untuk disapa, tanah berharap tetap subur, dan air mulai “lelah” mengalir bersih. Gambaran puitis ini menjadi kritik halus atas menurunnya kepedulian terhadap lingkungan.

 

Kayla mengingatkan bahwa upaya menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Tindakan sederhana seperti menanam satu pohon atau mengurangi satu “luka” pada alam sudah menjadi bentuk harapan bagi masa depan.

 

“Cukup dengan peduli, menanam satu pohon, mengurangi satu luka pada alam, kita sudah memberi harapan kecil bagi masa depan,” lanjutnya.

 

Melalui karya tersebut, Kayla ingin menegaskan bahwa bumi tidak pernah meminta banyak. Alam hanya ingin dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan. Pesan ini selaras dengan semangat generasi muda yang kini semakin sadar akan isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

 

Kehadiran puisi “Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan” menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Lewat sastra, pesan kepedulian lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang menyentuh hati dan membangun kesadaran kolektif.

 

Karya ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat, khususnya kaum muda, untuk lebih peduli terhadap kelestarian bumi. Sebab menjaga alam hari ini berarti menjaga kehidupan generasi esok.

 

 

Pewarta:Lufti

Berita Terkait

HMI Langkat Minta Seluruh SPPG Diaudit Pasca- Kasus Korupsi di BGN
Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila,Syah Afandin: Jadikan Pancasila Jangkar Moral Bangsa
Hari Lahir Pancasila,Kapolres Langkat: Polri Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
Bupati Langkat H.Syah Afandin Bawa Langkat Raih WTP, Tegaskan Jangan Cepat Puas
Wujud Kepedulian,DPD Golkar Bersama Anggota DPRD Fraksi Golkar Langkat Sebar Hewan Qurban di Dapil Masing-masing
Bupati Langkat Syah Afandin Jemput Aspirasi Warga Sambirejo, Pastikan Jalan Rp31 M Segera Diperbaiki
Rayakan Idul Adha,DPD PAN Langkat Sembelih 5 Sapi untuk Masyarakat Terdampak Banjir
Maknai Idul Adha, Bupati Syah Afandin: Kedepankan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:18 WIB

PPAT Surya Darma Bisa Terseret Kasus 75 AJB? Pengakuan Soal Tanda Tangan Malam Hari dan Dugaan Dokumen Palsu Jadi Sorotan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WIB

Haji Affan Alfian Bintang Bersama Sejumlah Tokoh Sholat Idul Adha di Lapangan Beringin

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:27 WIB

PPAT-Notaris Surya Darma ” Mungkin tak Bersalah” di Tengah Polemik 75 AJB Longkib

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:52 WIB

Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:31 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:04 WIB

Warga Desa Cepu Kembali Geruduk PT Binsuli Salam Makmur: Polusi Udara, Jalan Rusak, dan Janji CSR Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Pendawa Indonesia Angkat Bicara, Dugaan Manipulasi 75 AJB Longkib Diminta Diusut Tuntas

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:03 WIB

75 AJB di Ujung Tanduk: Cap Jempol Milik Siapa? Dugaan Mafia Tanah Longkib Mulai Terkuak

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:45 WIB