SUBULUSSALAM | TEROPONGBARAT.COM — Disiplin tenaga pendidik dan kepala sekolah di SD Negeri Kuta Cepu, Kota Subulussalam, kembali menjadi sorotan. Sejumlah siswa disebut belum dapat memasuki lingkungan sekolah hingga sekitar pukul 07.53 WIB karena pagar sekolah masih terkunci.
Akibatnya, siswa harus menunggu di luar pagar hingga ada guru atau petugas sekolah yang datang dan membuka pintu masuk.
Kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan mengingat lokasi sekolah berada tepat berhadapan dengan jalan lintas negara yang ramai dilalui kendaraan. Siswa yang menunggu di luar pagar berpotensi menghadapi risiko keselamatan, terlebih apabila tidak mendapat pengawasan yang memadai.
Salah seorang pengurus Komite Sekolah SDN Kuta Cepu menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai sekolah seharusnya telah siap sebelum proses belajar mengajar dimulai.

«“Guru dan kepala sekolah seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi siswa. Bukan malah siswa sudah datang, tetapi sekolah belum siap dan pagar masih terkunci,” ujarnya.»
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut keterlambatan membuka pagar sekolah, tetapi juga berkaitan dengan disiplin, tanggung jawab, keselamatan peserta didik, dan keteladanan tenaga pendidik.
Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam melakukan evaluasi terhadap manajemen sekolah serta kedisiplinan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan.
Kepala Sekolah Beberapa Kali Dikonfirmasi
TeropongBarat.com juga telah beberapa kali melakukan konfirmasi kepada Kepala SDN Kuta Cepu terkait kondisi tersebut, khususnya mengenai kesiapan sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar dan alasan siswa sempat tertahan di luar pagar.

Namun hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah belum memberikan jawaban atau penjelasan terkait persoalan tersebut.
Sikap tersebut membuat pertanyaan mengenai kesiapan dan kedisiplinan sekolah belum memperoleh penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap pengelolaan sekolah.
Padahal, keterbukaan pihak sekolah diperlukan agar publik, khususnya orang tua siswa dan komite sekolah, mengetahui apakah kejadian tersebut merupakan persoalan insidental atau bagian dari persoalan kedisiplinan yang perlu dievaluasi.
Sejumlah pihak berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut dan segera melakukan pemeriksaan atau evaluasi.
Terutama memastikan jam masuk sekolah, kesiapan guru dan tenaga kependidikan, serta sistem pengamanan dan pembukaan pagar sekolah telah berjalan sebagaimana mestinya.
Sebab, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama, sementara kedisiplinan kepala sekolah dan guru semestinya menjadi contoh nyata yang ditanamkan kepada peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala SDN Kuta Cepu maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam mengenai persoalan tersebut. (#()


















































