Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi Ziarahi Jejak Masa Lampau: Rumah Gadang Mande Rubiah, Komplek Makam Bundo Kanduang di Inderapura

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 09:46 WIB

40249 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESISIR SELATAN – Minggu, 7 Desember 2025.
Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi melakukan napak tilas sejarah ke Rumah Gadang Mande Rubiah dan Komplek Makam Bundo Kanduang di Inderapura, Lunang, Pesisir Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru adat, murid adat, serta pegiat budaya untuk menelusuri kembali jejak sejarah dan nilai-nilai adat yang memiliki hubungan erat dengan Kerinci dan Inderapura.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi disambut hangat oleh penjaga sekaligus penerus garis keturunan Mande Rubiah. Rombongan berkesempatan melihat dari dekat berbagai benda pusaka seperti gong, pedang, serta senjata tradisional lainnya yang masih terawat rapi di dalam Rumah Gadang Mande Rubiah—sosok yang dikenal masyarakat sebagai Bundo Kanduang atau Ratu Kerajaan Pagaruyung yang hijrah ke Lunang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan Sekolah Adat menyampaikan bahwa keberadaan pusaka, rumah adat, serta situs sejarah tersebut menjadi pengingat kuat pentingnya pelestarian budaya, adat istiadat, dan warisan leluhur. Mereka berharap Rumah Mande Rubiah dapat menjadi inspirasi untuk Kabupaten Kerinci dalam mengembangkan Rumah Gedang yang ada di Masyarakat sebagai destinasi wisata religi dan sejarah, sebagaimana pengembangan Rumah Mande Rubiah di Lunang.

Situs Sejarah yang Tak Pernah Tenggelam

Tabir yang tersuruk itu seolah tak berlaku di Rumah Gadang Mande Rubiah. Meski tidak memiliki gonjong yang menjulang tinggi, ukiran rumit, atau pernak-pernik megah khas Rumah Gadang di Darek Minangkabau, bangunan ini tetap berdiri anggun dengan karakter khasnya sendiri. Rumah ini adalah tempat musyawarah, tempat orang berkumpul untuk mengambil mufakat, serta ruang hidup bagi seorang perempuan terpandang.

Mande Rubiah adalah gelar kehormatan bagi perempuan penting, sejajar dengan gelar Bundo Kanduang. Namun jejak sejarah beliau masih banyak bersandar pada kaba Cindua Mato—sastra lisan Minangkabau yang menjadi referensi utama tentang kisah Mande Rubiah. Minimnya sumber baru menjadikan sosoknya misterius sekaligus memikat bagi peneliti, pegiat budaya, dan masyarakat adat.

Pertemuan yang Penuh Kesan

Rombongan Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi merasa beruntung saat tiba di Rumah Gadang Mande Rubiah. Penjaga rumah adat itu sedang berada di ruang tamu, seakan mengetahui kedatangan mereka. Silaturahmi pun terjalin, dan rombongan berdiskusi mengenai sejarah serta kepercayaan masyarakat setempat yang meyakini bahwa Mande Rubiah adalah Bundo Kanduang Minangkabau.

Matahari belum sepenuhnya rebah ketika rombongan duduk memandangi rumah adat tua yang masih tampak kokoh. Cat kecoklatan mengkilap, ornamen lama terpajang gagah, meski beberapa bagian dinding dan lantai telah diganti karena usia. Namun wibawa dan aura sejarah bangunan itu tetap terjaga kuat.

Napak tilas ini menjadi pengalaman penting bagi Sekolah Adat Koto Payung Semurup Tinggi dalam memperkuat Pendidikan adat, menambah wawasan sejarah murid adat, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai leluhur. Rumah Gadang Mande Rubiah bukan hanya saksi masa lalu, namun juga pengingat bahwa jati diri budaya harus terus dirawat dari generasi ke generasi.

Oleh : Ilham Kurniawan, S.IP.,M.Sos

Berita Terkait

Lapas Labuhan Ruku Gelar Tausyiah Kerohanian Islam bagi Warga Binaan Wanita
Belajar dari Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Susun Strategi Percepatan Energi Terbarukan RI
Evaluasi Program Prioritas Kapolri, Wakapolda NTB Tekankan Peningkatan Kinerja dan Harkamtibmas
Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan
Peningkatan SDM Masyarakat dan Masadepan Indonesia berada ditangan Presiden RI
Wakil Bupati Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba*
Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kegiatan ANANDA BERSINAR Goes To School, Wujudkan Generasi Emas Tanjungbalai Yang Sehat, Cerdas dan Bersih Dari Narkoba
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Pemusnahan Bersama Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan Barang Bukti Yang Berkekuatan Hukum Tetap oleh Bea dan Cukai serta Kejari Tanjungbalai

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru