LANGKAT,Teropong Barat.com – Puluhan warga Kecamatan Bahorok melakukan aksi blokir jalan lintas Binjai–Bukit Lawang, tepatnya di Dusun Pasar Rodi, Desa Empus, Kabupaten Langkat, pada Rabu (8/4/2026). Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam masyarakat terhadap janji Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang tak kunjung terealisasi.
Warga menutup akses jalan menggunakan kayu, papan, ban bekas, hingga galon air. Akibatnya, arus lalu lintas menuju kawasan wisata internasional Bukit Lawang sempat tersendat. Selain memblokir jalan, massa juga membentangkan spanduk bernada protes bertuliskan, *”Janjimu Palsu Bobby Nasution
*Menagih Janji Februari yang Terlewat*
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekesalan warga dipicu oleh kondisi jalan yang rusak parah selama puluhan tahun. Selain debu yang pekat, material batu jalan sering terlempar mengenai rumah warga hingga menyebabkan kecelakaan bagi pengendara motor.
“Kami hanya menuntut janji Gubernur Bobby Nasution saat kunjungan kerja tahun 2025 lalu. Beliau berjanji perbaikan jalan dimulai Februari 2026, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda pengaspalan. Kami butuh bukti nyata,” ujar salah seorang orator di lokasi aksi.
Diketahui, pada 28 September 2025, Gubernur Bobby Nasution sempat menemui warga di sebuah warung kopi di Desa Empus. Saat itu, ia menjanjikan perbaikan jalan sepanjang 5 kilometer akan dikerjakan pada awal tahun 2026 guna mendukung pariwisata Bukit Lawang.
*Desakan Penyiraman Jalan*
Sebelum pengaspalan dilakukan, warga menuntut pihak Forkopimcam Bahorok untuk melakukan penyiraman jalan secara rutin, setidaknya empat kali sehari (dua kali siang dan dua kali sore). Hal ini demi mengurangi polusi debu yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga setempat.
*Respon Pemerintah Kabupaten*
Di tengah aksi tersebut, Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, yang sedang melintas, menyempatkan diri menemui massa. Tiorita menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, namun pihaknya terus melakukan koordinasi.
“Ini merupakan jalan protokol provinsi. Namun, Pemkab Langkat sudah berupaya berkoordinasi dengan Pemprov Sumut agar pengaspalan jalan rusak di kawasan Bukit Lawang segera dilakukan,” jelas Tiorita di hadapan warga.
Ia menambahkan bahwa pihaknya menargetkan pengaspalan hotmix dapat terealisasi pada Juni 2026 mendatang.
“Kami upayakan agar pengaspalan dilakukan paling lambat Juni 2026,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga mengancam akan melakukan aksi serupa jika tenggat waktu yang dijanjikan kembali meleset. Masyarakat Bahorok menegaskan bahwa mereka tidak butuh retorika, melainkan kerja nyata demi kelancaran akses ekonomi dan wisata di daerah mereka.
(Redaksi)
















































