Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:24 WIB

40135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dengan mengerahkan alat berat serta membangun fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam upaya pemulihan.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan laporan dari Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Aceh, dan Kapolda Sumatera Barat, kondisi di lapangan mengharuskan langkah cepat dengan memperbanyak serta mengoptimalkan penggunaan alat berat di lokasi-lokasi terdampak untuk mempercepat proses pembersihan dan pembukaan akses.

“Dari laporan para Kapolda, kita butuh percepatan dengan sudah melibatkan dan memperbanyak alat berat yang sudah ada, baik yang dimiliki Polri maupun yang diperbantukan dari berbagai pihak untuk mendukung penanganan secara maksimal,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan persnya, Jumat (26/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk wilayah Provinsi Aceh, Polri telah menyiapkan data komprehensif dan terus melakukan pembaruan berkala terkait kebutuhan yang muncul di lapangan. Di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang yang terdampak banjir cukup parah, sedikitnya lima hingga enam unit alat berat telah disiagakan dan mulai beroperasi, terdiri dari ekskavator ukuran besar dan kecil, dozer, serta dump truck untuk mengangkut material longsoran dan genangan lumpur.

“Untuk Aceh Utara dan Aceh Tamiang, kurang lebih sekitar lima sampai enam alat berat sudah kita siapkan untuk mendukung percepatan penanganan, terutama dalam pembukaan akses jalan yang terputus dan pembersihan kawasan pemukiman masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, di Aceh Tamiang juga telah disiapkan lima unit alat berat tambahan yang akan segera diperbantukan dari berbagai sumber untuk meningkatkan kapasitas penanganan. Adapun di Provinsi Sumatera Utara, jumlah alat berat yang dioperasionalkan terbilang cukup banyak dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

“Sumatera Utara sudah disiapkan oleh Pak Kapolda di beberapa titik terdampak, mulai dari kawasan pesisir hingga dataran tinggi. Data terakhir kurang lebih ada 21 alat berat yang sudah dioperasionalkan di berbagai lokasi, termasuk di wilayah yang terkena dampak banjir dan tanah longsor,” kata Wakapolri.

Selain pengerahan alat berat untuk penanganan langsung dampak bencana, Polri juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih yang menjadi prioritas utama setelah kondisi darurat berlalu. Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, berdasarkan survei bersama pemerintah daerah, terdapat sekitar 300 titik fasilitas air bersih yang harus segera dibangun atau diperbaiki di seluruh wilayah terdampak di Sumatera.

“Saat ini sudah lebih dari 100 yang sudah operasional, baik berupa sumur bor baru, tangki penyimpanan air, maupun sistem distribusi air yang diperbaiki. Ini terus kita kejar agar kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi dan mengurangi risiko penyebaran penyakit pascabencana,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan peresmian serentak fasilitas air bersih yang telah selesai dibangun di sejumlah daerah terdampak, antara lain di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta Provinsi Sumatera Barat termasuk wilayah Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang.

Langkah-langkah yang dilakukan Polri ini merupakan bentuk komitmen yang kuat dalam mendukung percepatan tahapan pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait dalam menangani dampak bencana di wilayah Sumatera. (Rahmat Hidayat)

Berita Terkait

26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Aksi Unjuk Rasa Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berlangsung Tertib, Pelajar Tidak Terlibat
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Usut Praktik Promosi Menyesatkan di Media Sosial: Iklan Hebat, Barang Diduga Tak Berkualitas!
Pengurus Pusat Aktivis Peduli Lingkungan Tolak Rencana Eksplorasi Blok Elang PT AMNT, Soroti Partisipasi Publik dan Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah
Kuatkan Tali Kasih di Perantauan, Antoni Silaban Panggil Keluarga Besar PPBJS Jabodetabek Saling Menopang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru