Di Duga Proyek Irigasi P3A Aceh Tenggara Jadi Lahan Korupsi Berkedok Swakelola

REDAKSI GAYO LUES

- Redaksi

Selasa, 7 November 2023 - 17:13 WIB

40788 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane|- Pekerjaan proyek jaringan irigasi perkumpulan petani pemakai air (P3A) yang ada tersebar didesa Aceh Tenggara,diduga kuat dikuasai oleh oknum tertentu dan pelaksanaan-nya diduga “menyimpang dari perencanaan kegiatan”.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tersebut berdasarkan hasil investigasi ini dilokasi kegiatan dan hasilnya, sangat mengecewakan dan cenderung dikerjakan secara asal jadi.

Disinyalir pelaksanaan kerja konstruksi bangunan jaringan irigasi P3A Aceh Tenggara tidak sesuai dengan perencanaan-nya. ‘pasalnya pada bagian pasangan batu pondasi irigasi sebagian disandarkan dipohon dan dugaan bukan pasangan batu melainkan batu bersusun.

 

Kendati demikian,oknum ketua kelompok perkumpulan petani pemakai air (P3A) Aceh Tenggara yang tidak mau di sebutkan nama nya yang seharusnya menjadi swakelola telah memberikan keterangan mengejutkan saat ditemuai oleh wartawan baru-baru ini dikediaman-nya.

 

Pekerjaan irigasi P3A berkedok swakelola/hanya dijadikan tameng, oknum ketua kelompok membenarkan hal tersebut, iya dana yang cair tetap melalui Nomor rekening ketua kelompok P3A lalu diberikan kepada salah satu menguasai pekerjaan Di harapkan kepada APH kejati dan Polda Aceh Serius mendalami kasus besar ini,agar kedepan tidak lagi bermoduskan swakelola”tuturnya

ironisnya, bahkan saat penyerahan berkas bahwa pekerjaan sudah selesai kami di panggil ke suatu tempat kalau tidak salah kelokasi kolam Desa Lawe Pangkat kecamatan Deleng Pokhkisen kabupaten Aceh Tenggara.di paksa bawa matre 10.000 dan stempel kepala Desa.

 

Beberapa paket kegiatan P3A didesa Aceh Tenggara, termasuk kelompok saya dan semua kegiatan pekerjaan yang brekedok swakelola semua dana dipegang oleh oknum tertentu, tapi melalui rekening kelompok, ungkap Sumber tersebut.(Masir)

Berita Terkait

Dari 52 Napi Kabur Maret 2025 Tersisa 6 Orang, Satu yang Baru Ditangkap Tewas, Kalapas: Kami Sudah Bawa Ambulans
Relawan Prabowo Tak Sanggup Lagi Menjawab Keluhan Rakyat, Jembatan Kuning I Disorot dan Pemerintah Pusat Dituntut Bertindak
Jalan Nasional Berubah Jadi Sungai, Truk BBM Tertahan: Ironi Infrastruktur di Aceh Tenggara
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Kirim Alat Berat Rusak, Bupati Aceh Tenggara: Kami Sangat Kecewa dengan Vendor Pusat
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Video 4,6 Ribu Penonton Bongkar Borok Banjir Abadi Desa Kuning 1, Warga Aceh Tenggara Pilih Mengadu ke Gubernur Jawa Barat
Ada Apa dengan Asesmen Medis Lapas Kutacane, Buron dengan Riwayat Paru-Paru dan Lambung Dibiarkan Hingga Tewas Setelah Ditangkap

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kantor Pertanahan Subulussalam Serahkan 90 Sertipikat PTSL kepada Warga Desa Pegayo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:46 WIB

PT Asdal Prima Lestari Disomasi Ketiga, PPP TPA Bawan Ultimatum Penyelesaian Hak Guru Ngaji

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

89 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Bawan, Kantah Subulussalam Dorong Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:53 WIB

90 Sertipikat PTSL Diserahkan di Desa Pegayo, Kantor Pertanahan Subulussalam Tegaskan Pentingnya Kepastian Hak Atas Tanah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Revitalisasi SD Kuta Cepu Disorot, Spesifikasi Material dan Pekerjaan Diduga Tak Sesuai RAB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Revitalisasi SD Negeri UPT XV Buluh Carak Disorot, Pagu Rp1,18 Miliar Diduga Tak Transparan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:43 WIB

TK Syaifullah Sultan Daulat Disorot, Kepala Sekolah Tidak Mengenal Siapa Ketua P2SP Di kegiatan Revitalisasi Dia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:52 WIB

BPN dan Pemko Subulussalam Didesak Buka Warkah SHM CV Lae Saga, Ada Apa di Balik 517 Hektare Lahan Gambut?

Berita Terbaru