Gerakan Sinergi Reforma Agraria Di Pemkab Pakpak Bharat Perlu Didukung Ujar Bupati

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 24 April 2024 - 01:30 WIB

40208 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teropong Barat.co/Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sangat mendukung Gerakan Sinergi Reforma Agraria di Kabupaten Pakpak Bharat. Gerakan Sinergi Reforma Agraria yang bertujuan untuk penataan aset dan penataan akses yang dilaksanakan dengan cara kolaborasi dengan pihak-pihak terkait sesuai kebutuhan dipandang sebagai sebuah Langkah maju, karena selain memberikan kepastian hukum kepada masyarakat pemilik lahan, juga ada pemberdayaan peningkatan nilai aset yang melibatkan para pihak.

Hal ini disampaiakan oleh Bupati melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretaria Daerah Pakpak Bharat, Roymons Alfalin, S.IP, MM mewakili Bupati dalam acara Gerakan Sinergi Reforma Agraria yang digelar serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (22/04/2024).
Selama ini kami sudah melaksanakan bentuk kegiatan Gerakan sinergi ini dengan memberikan dan membuka akses pemberdayaan ekonomi seperti pemberian bantuan alsintan, pendampingan kelompok tani, pendampingan pendaftaran NIB dan kegiatan lainnya yang relevan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedepan tinggal menyesuaikan focus dan lokus agar yang menerima bantuan-bantuan tersebut juga merupakan subjek yang mengkuti program reforma agrarian, ucap Roymons Alfalin, S.IP., MM menyampaiakan pesan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.
Gerakan Sinergi Reforma Agraria ini dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan mengundang seluruh Kepala Daerah se Indonesia di Kantor Badan Pertanahan Kabupaten/Kota masing-masing guna mendeklarasikan secara Bersama-sama ”Kami berkomitmen untuk bersinergi mewujudkan cita-cita reformasi agrarian dalam upaya mengurangi ketimpangan pemilikan tanah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat”. Ikrar ini kemudian dikuatkan dengan penggabungan puzzle sebagai symbol sinergi dan kolaborasi oleh seluruh undangan yang hadir.

Direktur Jenderal Penataan Agraria, Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional RI, Dr. Dalu Agung Darmawan, M.Si yang hadir mewakili Menteri ART/BPN RI menjelaskan, tujuan utama dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk hasil kerja bersama penataan asset dan penataan akses di seluruh Indonesia, dengan manaaf penting yang didapat diantaranya mendorong potensi usaha kegiatan penataan akses di Kabupaten/Kota, dan peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui fasilitasi pendampingan.

Di Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Pakpak Bharat, Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan benih dan bantuan lainnya oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, kepada penerima manfaat di beberapa Desa diantaranya Desa Silima Kuta, Desa Lae Langge Namuseng dan Desa Kecupak II.
Kita mengetahui Bersama, sinergitas kami, Kantor Badan Pertanahan Nasional dengan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat selama ini sangat terjalin baik, dukungan penuh Bupati Pakpak Bharat terhadap reforma agraria ini sangat kami rasakan dalam upaya percepatan pelaksanaan Reforma Agraria.

Bupati sebagai ketua gugus tugas reforma agrarian Kabupaten dalam pelaksanaannya tahun ini telah mendistribusikan tanah dan juga turut serat dalam penanganan Akses Reforma Agraria, jelas Kepala Kantor Badan Pertanahan Pakpak Bharat, Mindo Desima Sianturi, SH, MH.

 

( Ujung RB )

Berita Terkait

Serunya “Pilkada Mini” di MTs Swasta Sukaramai: Tiga Pasang Calon, 70 Pemilih, dan Drama Suara yang Bikin Deg-degan
SUKARAMAI URUK: WAJAH GERBANG YANG KEHAUSAN
HUT ke-23 Pakpak Bharat Dirayakan, Pembangunan Melambat Dihantam Efisiensi
Satu Senja, Dua Perayaan, dan Sejuta Harapan dari Napasengkut
Keran Tersumbat Itu Terbuka Lagi: Tahun 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Musik Pakpak
4 Bukti Sejarah yang Menguatkan Hipotesis Asal-Usul Suku Pakpak dari India
Pakpak Bharat 23 Tahun: Saatnya Pemerintah Mendengar Suara Rakyat
Indonesia Sulit Maju Bukan Karena Miskin, Tetapi Karena Salah Mengelola Kekayaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:32 WIB

Kunjungi Polsek Blangkejeren, Kapolres Gayo Lues Cek Disiplin, Kesiapan Personel dan Kelengkapan Pelayanan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:53 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:03 WIB

APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:51 WIB

9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Temu Ramah Kapolres Gayo Lues Bersama Insan Pers, Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Komitmen “SIGAP”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Ikuti Penanaman Bawang Putih Serentak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:29 WIB

BPBD Gayo Lues Terus Kawal Pembayaran Sewa Alat Berat ke BNPB

Berita Terbaru