Gayo Lues, 9 Juni 2025 – Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Serma Zulhendri, turun langsung membantu warga Desa Marpunge membersihkan pekarangan dan saluran air (paret) masjid desa setempat, Senin (09/06/2025). Kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kenyamanan dan kebersihan tempat ibadah masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi genangan air atau banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Pembersihan saluran air di sekitar masjid bertujuan untuk melancarkan aliran air sehingga tidak meluap dan masuk ke dalam area masjid yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah.
“Pembersihan paret dan pekarangan masjid ini sangat penting agar air hujan tidak meluber dan masuk ke dalam masjid. Kalau air masuk, tentu sangat mengganggu kenyamanan beribadah. Maka dari itu, saya ajak warga untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan masjid,” ujar Serma Zulhendri saat memberikan arahan kepada warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk menanam bunga dan tanaman obat (apotik hidup) di sekitar masjid. Menurutnya, selain memperindah lingkungan, tanaman tersebut juga memiliki manfaat kesehatan yang bisa digunakan oleh warga setempat.
“Menanam bunga dan tanaman obat di sekitar masjid akan membuat suasana lebih sejuk dan asri. Selain menambah keindahan, tanaman obat bisa bermanfaat langsung untuk warga,” tambahnya.
Inisiatif dan keterlibatan langsung Serma Zulhendri mendapat sambutan hangat dari warga. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan dorongan positif yang diberikan Babinsa dalam menjaga lingkungan masjid agar tetap bersih dan nyaman.
“Saya mewakili warga Desa Marpunge sangat berterima kasih kepada Bapak Babinsa yang sudah membantu membersihkan pekarangan dan memberikan arahan penting untuk menjaga kebersihan masjid. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan beliau,” ujar salah seorang warga dengan penuh haru.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, melalui pendekatan humanis dan gotong royong. (RED)

















































