Penanggalan, Subulussalam — Suasana menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 mulai terasa kental di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Di bawah koordinasi Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), barisan persiapan digalang secara kolektif oleh berbagai unsur masyarakat. Pusat kegiatan terfokus di Lapangan Samsudin, Kampong Dasan Raja, yang sejak awal Juli mulai bersolek menyambut momen bersejarah tersebut.
Camat Penanggalan, Cari Dengan Bancin, S.Sos, bersama Kapolsek Penanggalan, AKP Abdul Malik, SH, secara aktif memimpin langsung tahapan teknis persiapan upacara. Kehadiran aparat pemerintahan dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi motor penggerak partisipasi warga di akar rumput.
“Upacara tahun ini kami harapkan bukan hanya seremoni, tapi momen memperkuat wawasan kebangsaan dan partisipasi aktif warga. Nasionalisme harus dirasakan, bukan hanya dilafalkan,” ujar Camat Cari Bancin saat ditemui di sela-sela peninjauan lokasi, Jumat (19/7/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterlibatan masyarakat terasa kental. Sejak pagi hingga sore, warga terlihat bergotong royong membersihkan lapangan, mengecat pagar, dan memasang umbul-umbul merah putih di sepanjang jalan desa. Pemuda-pemudi, pelajar, dan tokoh adat terlihat kompak ikut serta dalam kegiatan latihan baris-berbaris yang digelar hampir setiap sore. Tak hanya menjadi ajang latihan, aktivitas ini menjadi momentum kebersamaan dan memperkuat rasa cinta tanah air.
Semangat kolektif ini turut diapresiasi oleh Kepala Mukim Penanggalan, Haris Muda Bancin. Ia menyebut semangat gotong royong lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam menghidupkan makna kemerdekaan di tengah masyarakat.
“Kami bangga dengan semangat pengabdian Muspika. Jauh-jauh hari sudah bergerak. Bahkan komunikasi dengan Pak Wakil Wali Kota Subulussalam, M. Nasir, telah dilakukan. Insya Allah beliau akan menjadi inspektur upacara pada HUT RI ke-80 nanti,” ujar Haris kepada awak media.
Lapangan Samsudin kini tak hanya menjadi lokasi upacara tahunan, melainkan simbol semangat baru Kecamatan Penanggalan dalam menata kehidupan masyarakat yang guyub, cinta tanah air, dan sadar akan nilai-nilai kebangsaan. Hiasan bendera Merah Putih yang berkibar di tiap rumah menjadi pertanda kuat bahwa nasionalisme di wilayah ini terus tumbuh dan terawat.
Semangat HUT RI ke-80 ini diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan semata. Muspika Penanggalan berharap, nilai-nilai kebangsaan dan persatuan yang dibangun dalam persiapan ini dapat mengalir ke dalam kehidupan sosial sehari-hari, memperkuat ikatan antarwarga dan memperkokoh integritas daerah di tengah tantangan zaman.
“Ini bukan hanya soal perayaan. Ini tentang karakter bangsa yang harus dijaga dan diwariskan,” kata Camat Cari Bancin dengan nada penuh tekad. (RED)

















































