Jejak Emas Ilegal di Kalbar, Dari Sungai Keruh hingga Kantong Pejabat

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 02:04 WIB

40478 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)

Emas sejak ribuan tahun lalu adalah simbol kemewahan, kekuasaan, dan kadang, kehancuran. Ia membuat kerajaan besar tumbuh, tapi juga memicu perang dan pengkhianatan. Di era modern, cerita itu tak banyak berubah, tapi hanya para pelakonnya yang berganti.

Kalimantan Barat hari ini adalah panggung drama lama yang diputar ulang. Berdasarkan data Dinas ESDM Kalbar, ada 600 usaha pertambangan emas di provinsi ini, mayoritas adalah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Fakta di lapangan lebih mengejutkan yakni 1 ton emas per hari diproduksi dari PETI, mengalir entah ke mana, tapi jelas bukan ke kas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita sering menuding penambang rakyat sebagai biang kerok. Tapi kali ini, jari telunjuk justru harus diarahkan ke atas. Dugaan mengerucut pada dua perusahaan besar yang izinnya untuk bauksit, tapi disebut-sebut ikut menggaruk emas yakni PT Wester Alumina Indonesia dan PT Kalimantan Alumina Indonesia. Distribusinya? Diduga dikuasai oleh seorang tauke bernama Aseng, yang konon punya “payung hukum” dari pejabat daerah.

Inilah ironi yang memalukan, hukum yang seharusnya menegakkan keadilan, malah ditengarai ikut membekingi kejahatan. Dalam kondisi ini, rakyat bukan hanya menjadi korban kerusakan lingkungan, tapi juga korban pengkhianatan amanah negara.

Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan sikapnya bahwa tambang ilegal harus ditutup, negara tak boleh dirampok. Perintah pengambilalihan 300.000 hektare lahan tambang ilegal pada pertengahan 2025 adalah langkah awal. Tapi publik menunggu, apakah keberanian itu akan menyentuh “orang dalam” yang ikut bermain di Kalbar?

Karena jika hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, jika tambang ilegal dibiarkan menjadi sapi perah para tauke dan pejabatnya, maka kita sedang menyaksikan negara dikorup dari dalam, selapis demi selapis, hingga tak tersisa selain kerak kerakusan.

Pertanyaannya sederhana, Apakah negara ini berani melawan emas, atau emas yang akan terus membeli negara?

Berita Terkait

Islam Kaffah Menjamin Gizi Muslimah Terwujud
Jaminan Kesehatan dan Gizi Generasi Butuh Sistem Islam
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang
Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44 WIB

DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:58 WIB

Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif .

Berita Terbaru