Seleksi Jabatan di Subulussalam: Rekayasa Politik Balas Budi atau Miritokrasi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 14:41 WIB

40390 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam,l Seleksi terbuka (open bidding) jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam tengah menjadi sorotan publik. Proses yang seharusnya menjunjung asas transparansi, meritokrasi, dan profesionalitas itu kerap dinilai tidak steril dari tarik-menarik kepentingan politik domestik.

Sejumlah pihak menyoroti adanya indikasi bahwa seleksi jabatan kerap dipengaruhi oleh faktor kedekatan politik, loyalitas, maupun afiliasi personal dengan elite daerah, bukan semata-mata berdasarkan kompetensi dan rekam jejak birokrasi. Banyaknya lowong Jabatan dilingkungan Kita Subulussalam namun sejauh ini hanya 5 seleksi terbuka padahal menutut sumber intenal teras pejabat kota Subulussalam menyatakan ” Ini sama saja dilakukan pemborosan anggaran. Harusnya semua jabatan yang masih lowong di semua SKPK serentak diadakannya seleksi terbuka. Ini hanya perdialan suka dan tidak suka atas kepentingan politik balas budi. Bukan untuk efisiensi anggaran atau ingin menempatkan jabatan seseuai kebutuhan daerah. Kata Sumber di lingkungan pemko kota Subulussalam. bahwa seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Kota Subulussalam tahun 2025 dibuka hanya untuk enam SKPK.

Enam SKPK tersebut adalah:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK)

2. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)

3. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)

4. Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)

5. Inspektorat

6. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar)

Rano Saraan Kepala BKPSDM Kota Subulussalam saat dimintai tanggapnnya terkait seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Kota Subulussalam tahun 2025 masih bungkam atas dugaan adany rekayasa diseleksi terbuka JPT tersebut.

ASN Profesional di Persimpangan

Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Subulussalam mengaku, dalam praktiknya seleksi terbuka sering kali dipersepsikan sebagai “formalitas”. Meski panitia seleksi melibatkan unsur akademisi dan lembaga independen, keputusan akhir tetap berada di tangan pejabat pembina kepegawaian (walikota) Subulussalam.

“Kalau hanya formalitas, ASN jadi ragu: apakah harus profesional mengejar prestasi atau justru fokus membangun kedekatan politik,” ujar seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.

Dimensi Politik Domestik

Pengamat politik lokal menilai, proses open bidding di Subulussalam tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik domestik kota kecil ini. Hubungan antara eksekutif, legislatif, dan elite lokal sering kali ikut menentukan siapa yang akan duduk di kursi strategis.

> “Seleksi terbuka jabatan adalah arena di mana kepentingan politik, birokrasi, dan ekonomi lokal bertemu. Jika tidak dikelola secara transparan, ia bisa berubah menjadi alat bagi penguasa untuk mengamankan loyalis, bukan pejabat berintegritas,” kata seorang akademisi Universitas di Aceh.

Publik Menuntut Transparansi

Masyarakat sipil dan media lokal mendorong agar proses seleksi benar-benar dilakukan terbuka:

Publikasi daftar peserta dan hasil nilai uji kompetensi.

Keterlibatan lembaga pengawas independen.

Jaminan bahwa hasil akhir tidak bisa dipolitisasi.

Ujian Bagi Pemerintahan Kota

Seleksi terbuka jabatan di Subulussalam kini menjadi ujian serius bagi pemerintah kota: apakah benar-benar berkomitmen terhadap reformasi birokrasi atau masih terjebak dalam praktik politik balas budi. Mudah mudahan akademisi dan panitia independen tidak mudah di suap atau diintervensi elet politik kota Subulussalam.

Jika proses ini bersih, maka akan menjadi preseden positif bagi kota yang baru berusia belasan tahun ini. Namun bila kembali dinodai kepentingan politik, kepercayaan publik terhadap birokrasi Subulussalam bisa semakin merosot.//@ntoni tin

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru