REPRO Aceh Singkil Desak Presiden Prabowo: Cabut Izin HGU Nakal, Hentikan Penindasan Atas Nama Investasi

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 12:16 WIB

40105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil – Tegangan agraria di Aceh Singkil kembali memuncak. Ketua Relawan Prabowo (REPRO) Aceh Singkil, Jaruddin, M.M., melontarkan pernyataan keras yang mengguncang. Ia menuding banyak perusahaan perkebunan sawit pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di Aceh Singkil sengaja mengabaikan kewajiban mereka membangun kebun plasma untuk rakyat.

Menurut Jaruddin, praktik ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk penindasan ekonomi sistemik yang berlindung di balik label “investasi legal”.

> “Kami mendukung penuh Presiden Prabowo. Tapi dukungan itu bukan berarti kami diam melihat rakyat diinjak-injak. Plasma tidak dibangun, rakyat hanya jadi penonton di atas tanahnya sendiri. Itu perampokan berseragam legalitas,” tegas Jaruddin dalam konferensi pers, Kamis (19/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanah Rakyat Dikuasai, Plasma Diabaikan

Data yang dihimpun REPRO Aceh Singkil mengungkap fakta mencengangkan: puluhan ribu hektare lahan sawit dikuasai korporasi, namun kewajiban plasma sebesar 20% dari luas HGU hampir tidak ada yang dilaksanakan. Rakyat yang seharusnya menikmati hasil bumi justru semakin terpinggirkan.

> “Apa gunanya negara hadir kalau membiarkan rakyat miskin di tengah kekayaan yang dikeruk tiap hari? Ini bukan investasi, ini kolonialisme gaya baru,” kecamnya.

Empat Tuntutan REPRO kepada Presiden Prabowo

Jaruddin menyampaikan empat tuntutan mendesak yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto:

1. Cabut izin HGU nakal yang terbukti tidak menjalankan kewajiban plasma.

2. Kembalikan lahan kepada masyarakat dan Pemerintah Aceh sebagai bentuk pemulihan hak.

3. Audit nasional seluruh HGU, dengan Aceh Singkil sebagai prioritas.

4. Percepat implementasi UUPA, agar rakyat Aceh mendapat keadilan hukum atas sumber daya alamnya.

Presiden Harus Turun Tangan, Jangan Bungkam

Jaruddin menegaskan bahwa dukungan REPRO kepada Presiden Prabowo bukan fanatisme buta, melainkan harapan pada keberanian politik.

> “Kami yakin Presiden punya nyali. Tapi jika tidak bertindak sekarang, rakyat akan menyimpulkan: negara sudah kalah oleh modal. Jangan sampai itu terjadi,” ujarnya.

Aceh Singkil Rawan Meledak

Situasi agraria di Aceh Singkil disebutnya sudah di ambang krisis. Ketidakadilan akses lahan dan arogansi perusahaan bisa menjadi bom waktu konflik sosial.

> “Kami tidak ingin konflik. Tapi jangan paksa rakyat melawan dengan caranya sendiri. Negara harus hadir sebelum segalanya terlambat,” tegas Jaruddin.

UUPA: Senjata Hukum yang Terabaikan

REPRO juga menyoroti lemahnya implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), khususnya dalam tata kelola sumber daya alam.

> “UUPA bukan simbol politik. Ia adalah hak rakyat Aceh. Jika negara mengabaikannya, maka janji damai hanya tinggal formalitas,” tandas Jaruddin.

Peringatan Keras dari Aceh Singkil

Menutup penyampaiannya, Jaruddin mengirim pesan lugas penuh makna:

> “Kami masih sabar, tapi jangan uji rakyat terlalu jauh. Jangan biarkan rakyat melawan negara karena negara tak hadir membela mereka. Prabowo harus tegas, bukan basa-basi.”//@ntoni tin.

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Ngaji Sambil Ngopi, Tradisi Rutin Anjang Sana Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah di Desa Kembiritan

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Senin, 20 April 2026 - 00:14 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Berita Terbaru