Defisit Rp54,45 Miliar di Subulussalam: Paripurna Jadi Panggung Formalitas

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Senin, 29 September 2025 - 19:19 WIB

40396 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Defisit 54 Miliar: Janji Pembangunan Subulussalam Masih Berjalan di Atas Kertas”

Subulussalam, teropingbarat.co. Kamis sore (25/9/2025), ruang paripurna DPRK Subulussalam terlihat ramai. Spanduk besar terpasang dengan janji-janji perencanaan pembangunan. Anggota dewan duduk rapi, sebagian khusyuk menunduk pada berkas, sebagian lain sesekali melirik jam tangan. Agenda utama: menyetujui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Subulussalam Tahun Anggaran 2025. Pimpinan DPRK Subulussalam Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked Ketok Palu tanda dimulainya Paripurna.

Namun di balik suasana khidmat itu, angka-angka yang dibacakan Wakil Wali Kota Subulussalam, Nasir SE, menyodorkan kenyataan getir. Pendapatan Kota Subulussalam hanya Rp648,47 miliar, sedangkan belanja tembus Rp702,92 miliar. Defisit: Rp54,45 miliar. Angka itu bukan sekadar selisih hitung-hitung, tapi gambaran kas daerah yang bolong di tahun ketujuh belas usia kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paradoks Angka dan Janji

Rincian pendapatan memang tampak meyakinkan di atas kertas: PAD Rp75,43 miliar, transfer pusat Rp566,21 miliar, plus Rp6,82 miliar lain-lain. Tetapi pengeluaran tetap lebih rakus: belanja operasi Rp502,39 miliar, belanja modal Rp94,88 miliar, belanja transfer Rp103,39 miliar, plus Rp2,25 miliar untuk kebutuhan tak terduga.

Untuk menutupinya, Pemko mengandalkan penerimaan pembiayaan Rp82,88 miliar. Sayang, setelah dipotong pengeluaran pembiayaan, lubang Rp54,45 miliar tetap menganga. Tak ada SiLPA untuk jadi penolong. Nol besar.

Defisit ini ibarat rumah tangga yang gajinya Rp6,4 juta, tapi belanja bulanan Rp7 juta. Jalan keluarnya? Utang ke tetangga atau gali lubang tutup lubang. Bedanya, yang menanggung beban bukan kepala keluarga, melainkan seluruh warga kota.

Panggung Paripurna

Nasir, membacakan pidato Wali Kota Rasyid Bancin, berusaha menambal optimisme. Siklus APBK, katanya, adalah instrumen pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Layanan dasar akan tetap dijaga, pembangunan tidak akan berhenti.

Kalimat itu mengingatkan pada jargon yang sudah berulang kali muncul di forum serupa: janji mempertahankan pelayanan dasar di tengah keterbatasan anggaran. Sebuah retorika yang menenangkan, meski publik kerap bertanya: jika “dasar” saja sulit dipenuhi, bagaimana dengan “kemajuan”?

Antara Realita dan Formalitas

Rapat paripurna akhirnya menyetujui perubahan APBK tanpa banyak drama. Semua berjalan mulus, nyaris seremonial. Di luar gedung dewan, defisit Rp54,45 miliar itu menunggu jawabannya di jalan-jalan rusak, pelayanan kesehatan yang terbatas, dan sekolah yang kekurangan fasilitas.

APBK Subulussalam memang disahkan. Tapi defisit ini menjadi pengingat: politik anggaran bukan sekadar angka dalam tabel, melainkan cermin seberapa serius pemerintah daerah mengelola uang rakyat. Dan seperti biasa, rakyatlah yang akan menanggung hitung-hitungannya./)) @ntoni Tinendung**

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru