Ketua TPK Diduga Rangkap Jabatan, Dana Desa Makmur Jaya Jadi Sorotan Publik

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 01:40 WIB

4079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Polemik pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kian memanas dan menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah terungkap bahwa Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) disebut-sebut merupakan adik ipar Kepala Desa yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes).

Kondisi rangkap jabatan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Terlebih, kegiatan yang dikelola bersumber dari anggaran ratusan juta rupiah yang seharusnya dikelola secara transparan, profesional, dan bebas dari praktik nepotisme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LSM Desak Audit dan Penyelidikan
Ketua LSM CAPA (Cendekiawan Anti Korupsi Aceh), Salman, secara tegas meminta aparat pengawasan dan penegak hukum turun tangan.

“Kami mendesak agar pengelolaan Dana Desa Makmur Jaya diperiksa secara profesional dan terbuka. Jika ditemukan pelanggaran administrasi maupun indikasi penyalahgunaan wewenang, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Salman.

Ia meminta: Inspektorat Kota Subulussalam melakukan audit menyeluruh terhadap APBDes 2025.
Unit Tipikor Polres Subulussalam menelusuri potensi tindak pidana korupsi.
Kejaksaan Negeri Subulussalam mendalami dugaan rangkap jabatan serta tata kelola anggaran desa.

Menurutnya, transparansi bukan sekadar slogan, melainkan kewajiban dalam pengelolaan Dana Desa yang bersumber dari uang negara.

SPJ dan Perubahan Kegiatan Dipertanyakan Sorotan masyarakat juga tertuju pada laporan pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan. Dugaan perubahan dua kegiatan pembangunan fisik menjadi satu kegiatan memicu tanda tanya besar.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Makmur Jaya, Nur Ayis, menyampaikan bahwa dirinya belum mengetahui secara rinci terkait detail SPJ maupun perubahan kegiatan tersebut.

“Terkait SPJ kegiatan, saya belum mengetahui persis soal pergantian bangunan fisik dari dua kegiatan menjadi satu kegiatan. Klarifikasi akan saya sampaikan setelah bertemu dengan TPK yang bersangkutan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sebagai pemegang otoritas tertinggi di pemerintahan desa, kepala desa dinilai seharusnya memahami dan mengawasi seluruh proses administrasi serta pelaksanaan kegiatan yang menggunakan Dana Desa.

Dana Ketahanan Pangan dan Proyek Fisik Ikut Disorot Tak hanya soal rangkap jabatan, penggunaan dana ketahanan pangan sebesar Rp160.700.000 untuk pengadaan kambing dan budidaya ikan lele juga menjadi perhatian warga. Sejumlah proyek fisik seperti pembangunan jalan dan box culvert turut dipertanyakan realisasi serta kesesuaiannya dengan perencanaan.

Masyarakat berharap Pemerintah Desa Makmur Jaya segera membuka data dan dokumen secara transparan agar polemik ini tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan publik.

LSM CAPA menegaskan bahwa langkah kontrol sosial ini bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan demi menjaga integritas tata kelola pemerintahan desa.

Kini, publik Kota Subulussalam menanti langkah konkret aparat pengawasan dan penegak hukum untuk memastikan Dana Desa benar-benar digunakan sesuai aturan dan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

Redaksi : 1kabar.com// Syahbudin Padank

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 00:14 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Minggu, 19 April 2026 - 19:44 WIB

Proyek Swakelola Jalan Penumangan–Pagar Dewa Disorot, Diduga Jadi Ajang “Bancakan” Korupsi

Minggu, 19 April 2026 - 19:33 WIB

Duka Mendalam, Ketua Passer WB DPW Jatim Dedik Susanto Berpulang, Tinggalkan Jejak Pengabdian dan Perjuangan

Minggu, 19 April 2026 - 18:49 WIB

Babinsa Desa Centini, Bulutigo, Bulubrangsi & Durikulon Kawal Penyaluran Bantuan Pangan, Pastikan Tepat Sasaran

Minggu, 19 April 2026 - 16:46 WIB

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora Dilaporkan Meninggal Dunia Setelah Menjadi Korban Penikaman Oleh Orang Tak Dikenal (OTK) 

Sabtu, 18 April 2026 - 21:05 WIB

Prajurit Pasmar 2 bersatu padu bersama warga Tengger Bromo bersih-bersih lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 - 19:57 WIB

polemik keberadaan jdeyo billiard and cafe disorot aktivis KLH dan media terkait perizinan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:07 WIB

Aksi kejahatan jalanan yang menyasar warga kembali berhasil diungkap aparat kepolisian.

Berita Terbaru