Subulussalam, teropongbarat.co. Wali Kota Subulussalam, Haji Rasit Bancin, menghadapi persoalan klasik yang membelit banyak daerah: tumpukan hutang dan ruang fiskal yang sempit. Namun, ia memilih jalur yang tidak biasa—menetapkan target ambisius sekaligus mempertaruhkan jabatannya.(30/03).
Dalam pertemuan dengan para kontraktor se-Kota Subulussalam, Rasit Bancin—akrab disapa HRB—menegaskan kembali arah kebijakan fiskalnya: pelunasan hutang daerah secara bertahap dengan target akhir zero defisit pada 2027.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana informal itu turut dihadiri pimpinan Lembaga CAPA Salman Khan, , serta sejumlah perwakilan lembaga sipil. Di forum tersebut, para kontraktor mempertanyakan kepastian skema pembayaran hutang pemerintah kota yang selama ini belum sepenuhnya jelas.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hutang itu akan kita selesaikan bertahap. Ini komitmen kami,” kata HRB.
Ia menyebut, pemerintah kota akan memprioritaskan kewajiban yang paling mendesak, sembari melakukan penataan ulang struktur anggaran. Evaluasi fiskal, menurut dia, juga akan melibatkan pemerintah provinsi untuk memastikan kapasitas keuangan daerah tetap terjaga.
“Struktur anggaran kita evaluasi dulu. Setelah itu baru kita bedah strategi pembayaran hutang,” ujarnya pada sejumlah kontraktor.
Pernyataan paling mencolok justru datang di ujung pertemuan. HRB menyatakan siap mundur dari jabatannya apabila target nol defisit tidak tercapai dalam tiga tahun masa kepemimpinannya.
“Kalau 2027 tidak tercapai, saya siap mundur,” katanya.
Bagi sebagian kontraktor, pernyataan itu menjadi sinyal keseriusan. Mereka menilai pendekatan terbuka dan komunikasi langsung yang dibangun pemerintah kota dapat menjadi jalan keluar dari kebuntuan persoalan hutang.
Namun, target nol defisit bukan perkara sederhana. Dengan struktur APBK yang terbatas dan kebutuhan belanja yang terus meningkat, ruang fiskal Subulussalam dinilai masih rentan. Di sisi lain, percepatan pembayaran hutang berpotensi menekan belanja pembangunan jika tidak diimbangi strategi yang matang.
Langkah HRB kini akan diuji: antara menjaga stabilitas fiskal, memenuhi kewajiban masa lalu, dan tetap menjalankan pembangunan. Target sudah ditetapkan, risiko pun telah diambil. HRB juga menekankan tentunya target Nol Defisit kita harapkan bersama-sama atas kerjasama dengan lembaga legislatif yaitu DPRK Subulussalam. Tutupnya. //Anton tin
















































