Subulussalam — Portal jalan yang dibangun secara swadaya oleh warga Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, kembali dirusak oleh orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (5/4) dan menambah panjang daftar ketegangan di wilayah tersebut.
Kerusakan diketahui warga sekitar pukul 11.00 WIB saat melintas di area kebun. Portal yang sebelumnya didirikan sebagai pembatas akses itu tampak sudah dalam kondisi hancur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pagi tadi kami lihat sudah dirusak. Tidak tahu siapa pelakunya,” ujar seorang warga Lae Saga.
Portal tersebut dibangun dari swadaya masyarakat sebagai bentuk pengamanan wilayah di tengah konflik lahan yang masih berlangsung. Warga menilai tindakan perusakan ini bukan sekadar vandalisme, melainkan berkaitan dengan situasi sengketa yang belum mereda.
Sejumlah warga menduga peristiwa ini berkaitan dengan konflik antara masyarakat dengan pihak yang mengklaim kepemilikan lahan di kawasan tersebut, termasuk yang menyeret nama Netap Ginting dalam perkara perdata yang tengah berjalan.
Sebelumnya, ketegangan di wilayah ini sempat memicu dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan. Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Subulussalam dan masih dalam penanganan aparat penegak hukum.
Warga berharap polisi segera mengusut pelaku perusakan portal dan mengungkap pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut.
“Ini sudah berulang. Kami minta pelaku ditangkap dan diproses hukum,” kata seorang tokoh masyarakat.
Masyarakat juga mendesak aparat meningkatkan pengawasan di lokasi konflik guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, peristiwa serupa bisa memicu konflik terbuka di tengah masyarakat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait pelaku perusakan. Warga memilih tetap bertahan menjaga wilayah mereka, sembari menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum sepeeti Polres SUBULUSSALAM.) ///

















































