Apkasindo Aceh: Dari Bayang-Bayang Terpuruk Menuju Wajah Baru Petani Sejahtera

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:11 WIB

40111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, teropongbarat.co – Nama Apkasindo Aceh dulu lebih sering disebut dengan nada getir: organisasi petani sawit yang hidup segan, mati tak mau. Berjalan tanpa arah, nyaris tak terdengar kiprahnya di tengah jeritan petani soal harga tandan buah segar (TBS). (01/10/2025)

Tapi itu cerita lama. Dalam sebelas bulan terakhir, roda Apkasindo Aceh seakan digas penuh. Pimpinan barunya menata ulang struktur, merapikan kepengurusan, bahkan tak segan membongkar kebiasaan lama yang membuat organisasi ini jalan di tempat.

Dua nama kini melambung: Netap Ginting, Ketua Apkasindo Aceh, dan Yuslan, sang Sekretaris DPW. Duet ini disebut-sebut sebagai pasangan “mesin ganda” yang membuat Apkasindo kembali hidup. Kerjasama keduanya digambarkan ibarat dua sayap burung: saling menguatkan, saling menopang, hingga organisasi benar-benar bisa terbang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, Apkasindo Aceh bukan sekadar papan nama di kantor. Mereka menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Aceh – dari Politeknik Kutaraja, Politeknik Aceh, hingga Politeknik Teuku Umar. Dari ruang kuliah umum, program beasiswa, hingga pelatihan SDM untuk anak-anak petani, semuanya berjalan. Sebuah langkah yang jarang ditempuh organisasi tani, yang biasanya hanya sibuk mengutak-atik angka harga TBS.

Tak hanya itu, Apkasindo konsisten hadir dalam rapat penetapan harga TBS provinsi, menjadi tamu tetap di forum nasional, hingga ikut membahas tata kelola sawit berkelanjutan. Arah geraknya jelas: memperbaiki rantai pasok, sekaligus menyiapkan petani Aceh agar tidak sekadar jadi penonton di industri sawit yang terus berkembang.

Apresiasi pun datang. LSM Suara Putra Aceh menilai Apkasindo sudah keluar dari tidur panjangnya.

> “Bukan lagi organisasi tidur. Ada gerakan peduli yang langsung menyentuh petani, ada kemitraan sehat dengan perusahaan yang berpihak pada rakyat. Itu patut diapresiasi,” ujar perwakilan Suara Putra Aceh.

Tentu, pekerjaan rumah masih menumpuk: ketidakpatuhan sejumlah pabrik sawit pada harga resmi, hingga lemahnya pengawasan terhadap praktik kemitraan yang sering timpang. Namun setidaknya, Apkasindo Aceh kini telah keluar dari liang sepi yang dulu membuatnya sekadar stempel organisasi.

> “Saya berharap pengurus Apkasindo di setiap kabupaten/kota bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, menjalin kemitraan sehat dengan perusahaan sawit, hingga memastikan hak-hak petani benar-benar terlindungi,” kata Netap Ginting, Ketua Apkasindo Aceh, saat diwawancarai.

Harapannya sederhana, tapi krusial: konsistensi. Sebab di tanah sawit seperti Aceh, organisasi tani yang kuat bukan hanya pelengkap, tapi penentu masa depan ribuan keluarga petani.
//Tim Inv.

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Ngaji Sambil Ngopi, Tradisi Rutin Anjang Sana Majelis Ta’lim Raudhatul Jannah di Desa Kembiritan

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Senin, 20 April 2026 - 00:14 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Berita Terbaru