Jejak Kasus Tipikor di Kejaksaan Subulussalam Menggantung, Tunggu Hasil Hitungan Kerugian Negara

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 11:01 WIB

40512 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasi Pidsus: “Sedang Dihitung oleh Lembaga Independen”

Subulussalam, teropongbarat.co — Tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Kota Subulussalam kini naik ke tahap penyidikan. Namun, penetapan tersangka belum juga dilakukan. Alasannya: Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam masih menunggu hasil resmi perhitungan kerugian negara dari lembaga independen.

“Sejauh ini kami sudah memeriksa saksi-saksi, meminta keterangan ahli, dan menyita sejumlah dokumen. Tapi untuk menetapkan tersangka, kami menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari lembaga berwenang,” kata Kasi Pidsus Kejari Subulussalam, Anton Susilo, SH, kepada teropongbarat.co, baru baru ini.
Pernyataan itu dibenarkan oleh Kasi Intel Delfiandi, SH.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Kasus Besar

Dari hasil penelusuran, tiga kasus besar yang tengah ditangani antara lain:

1. Kasus dugaan korupsi anggaran Panwaslih Subulussalam senilai Rp4 miliar pada Pemilukada 2024. Dana pengawasan pemilu yang seharusnya digunakan untuk operasional lembaga justru diduga “dibelokkan” untuk kepentingan pribadi sejumlah pihak. Nama Ansun, atasan langsung sejumlah PNS Panwaslih, disebut-sebut ikut menikmati aliran dana bersama beberapa komisioner dan sekretariat.

2. Perkara dugaan mafia tanah di Kecamatan Longkib, yang menyeret sejumlah pejabat dan ASN Pemko Subulussalam. Saksi-saksi mengungkap permainan harga dan dugaan manipulasi dokumen untuk keuntungan pribadi.

3. Kasus korupsi dana desa yang menyeret beberapa kepala desa serta aparatur di lingkungan pemerintah kota. Dugaan penyalahgunaan anggaran infrastruktur dan laporan fiktif menjadi sorotan utama penyidik.

Tersangka Belum Ditetapkan

Meski sejumlah saksi sudah diperiksa, belum ada nama yang ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum kini bergantung pada hasil audit lembaga independen yang diminta menghitung kerugian negara.

“Kami sudah kirim surat resmi dan masih menunggu hasilnya. Setelah angka kerugian keluar, baru bisa kami simpulkan langkah selanjutnya,” tambah Anton.

Sementara itu, informasi yang beredar di internal Panwaslih menyebut, besarnya nilai dana yang raib sulit hanya diatur oleh pelaksana teknis. Indikasi keterlibatan pejabat di level lebih tinggi pun mulai menguat.

Publik Menunggu Ketegasan Kejaksaan

Publik kini menunggu langkah tegas Kejaksaan Negeri Subulussalam. Apakah penegakan hukum akan menyentuh pejabat atas yang diduga “bermain tali”, atau berhenti di bendahara dan staf teknis semata.

Dalam situasi keuangan daerah yang sedang defisit, setiap rupiah yang hilang terasa menyakitkan. Kasus ini bukan hanya soal angka, tapi juga soal kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pemerintah daerah.

🖊️ Laporan: @nton-Ipong | teropongbarat.co

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:03 WIB

Pulihkan Pelayanan Pascabanjir,PT MTT Serahkan Bantuan Mobiler untuk Kelurahan Kampung Lama

Senin, 20 April 2026 - 14:25 WIB

Rumah Inspiratif Kelana dan Dinas Kelautan Perikanan Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Senin, 20 April 2026 - 13:12 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Bonto Lebang Lakukan Pemantauan Lahan Sawah

Senin, 20 April 2026 - 08:42 WIB

Konflik APBK Aceh Singkil, Usai Di Mediasi, Oleh Wakil Gubernur Aceh

Minggu, 19 April 2026 - 13:25 WIB

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Bonto Lojong Sambangi Rumah Warga dalam Kegiatan Komsos

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

Semangat Kebersamaan, Babinsa dan Warga Kompak Perbaiki Jalan Tani

Jumat, 17 April 2026 - 20:42 WIB

Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan

Jumat, 17 April 2026 - 18:42 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

Berita Terbaru

NASIONAL

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 Apr 2026 - 17:25 WIB