Masyarakat Kecamatan Penanggalan Memanggil: Skandal HGU PT Laot Bangko di Ujung Tanduk

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 28 Mei 2025 - 01:12 WIB

40277 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh — Awan kelabu menggantung di atas PT Laot Bangko. Pembangunan “Paret Gajah” yang dilakukan perusahaan tersebut telah memicu amarah besar dari masyarakat tani dan masyarakat adat di Kemukiman Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.(28/05).

Gelombang protes bermula ketika akses masyarakat tani dan lahan Masyarakat Adat mereka terputus akibat proyek penggalian paret. Yang lebih memicu kegelisahan adalah dugaan pemindahan tapal batas sepihak oleh perusahaan dengan melewati Patok 90, 94, dan Patok A—yang sebelumnya telah ditetapkan oleh pemerintah bersama Badan Pertanahan Nasional.

Merespons kondisi ini, masyarakat Kecamatan Penanggalan mengadakan musyawarah terbuka lintas kampong. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuka pemuda berkumpul menyuarakan keresahan kolektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh-tokoh Bangkit Menjawab Panggilan

Denni Bancil, tokoh masyarakat yang disegani di Penanggalan, menyatakan komitmennya memperjuangkan hak masyarakat terhadap sengketa lahan ini. “Kami tidak akan diam. Hak-hak masyarakat adat harus dipulihkan,” tegas Denni.

Rinto Berutu, mewakili suara pemuda, turut menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan masyarakat. Ia menyoroti bahwa ini bukan hanya persoalan lahan, tetapi juga soal harga diri dan keadilan bagi masyarakat adat.

Tuntutan Tegas Masyarakat Penanggalan

Dalam musyawarah tersebut, masyarakat menyuarakan sejumlah tuntutan kepada PT Laot Bangko dan pemerintah:

1. Menghentikan penggalian paret yang sedang disengketakan.
2. Mengganti tanaman yang rusak dan memulihkan akses jalan yang terdampak.
3. Mendesak pemerintah dan Mukim menerbitkan sertifikat tanah adat Kemukiman Penanggalan.
4. Menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengurai skandal HGU PT Laot Bangko yang diduga merampas hak masyarakat.
5. Mengembalikan hak Koperasi Pekebun (Koperbun).
6. Menuntut transparansi CSR dan pembagian SHU dari Plasma PT Laot Bangko.
7. Menuntut pengembalian seluruh areal transmigrasi yang masuk dalam wilayah PT Laot Bangko.

Plasma Siluman dan CSR Siluman Jadi Sorotan

Dalam forum tersebut, isu mengenai “Plasma Siluman” dan “CSR Siluman” juga mencuat. Masyarakat menduga adanya praktik tidak transparan dalam distribusi program CSR dan pengelolaan lahan plasma yang seharusnya menjadi hak petani.

Masyarakat Kecamatan Penanggalan kini bersatu dalam satu suara: menuntut keadilan atas tanah adat yang mereka perjuangkan secara turun-temurun.//Anton Tin**

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Bonto Rita Pantau Kondisi Tanaman Padi Terdampak Kekeringan

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Berita Terbaru