Merasa Dirugikan, Warga Desak DPRK Subulussalam Bertindak Tegas atas Sengketa Lahan dengan PT Laot Bangko

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Rabu, 28 Mei 2025 - 21:43 WIB

40212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM – Konflik agraria antara masyarakat dan PT Laot Bangko kembali memanas. Warga dari enam desa di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, menuding perusahaan tersebut telah melakukan berbagai pelanggaran, mulai dari perluasan HGU yang merambah lahan transmigrasi, pelaksanaan program plasma yang bermasalah, hingga CSR yang tidak transparan. Tak hanya itu, pemaretan dan perusakan lahan pertanian milik masyarakat juga menambah daftar panjang permasalahan yang ditimbulkan perusahaan sawit tersebut.

Puncaknya terjadi pada Rabu (28/5/2025), ketika masyarakat menghentikan paksa aktivitas penggalian parit gajah yang dilakukan oleh PT Laot Bangko. Warga menilai proyek parit itu mengancam akses jalan ke kebun mereka yang menjadi sumber utama penghidupan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Enam desa yang merasa paling dirugikan dalam konflik ini adalah Desa Penuntungan, Penanggalan Timur, Cepu, Kuta Tengah, Kampung Baru, dan Jontor. Perwakilan warga, Masa Maha, menyatakan bahwa seluruh masyarakat terdampak telah sepakat untuk membawa kasus ini ke DPRK Subulussalam.

“Persoalan ini akan kami laporkan ke DPRK. Kami yang terkena dampak pembuatan parit gajah sudah sepakat semuanya,” tegas Masa Maha.

Menurutnya, selama ini perusahaan dan masyarakat terus bersitegang soal klaim batas wilayah dan lahan HGU. Tidak adanya kejelasan dan penyelesaian dari pihak perusahaan maupun pemerintah membuat konflik semakin memburuk.

Menanggapi laporan masyarakat, Ketua Komisi B DPRK Subulussalam, Hasbullah, SKM., M.K.M., menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara warga dan PT Laot Bangko.

“Demi kemaslahatan masyarakat, kami akan segera memanggil PT Laot Bangko dalam rapat resmi untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.


Hasbullah menegaskan bahwa DPRK akan terus mengedepankan fungsi pengawasan yang dijamin oleh konstitusi. Ia juga mengingatkan agar tidak ada perusahaan yang justru membawa malapetaka bagi masyarakat dari tanah yang mereka olah.

“Kami harap Wali Kota Subulussalam nantinya menindaklanjuti hasil-hasil rapat dalam bentuk rekomendasi yang tegas terhadap PT Laot Bangko,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, PT Laot Bangko belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan masyarakat. Namun desakan publik semakin kuat agar pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan konflik agraria yang berlarut-larut ini./)/Anton Tinendung.

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Bonto Rita Pantau Kondisi Tanaman Padi Terdampak Kekeringan

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:35 WIB

Babinsa Posramil Tripa Makmur Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Komsos, Bahas Kebersihan Lingkungan di Desa Mon Dua

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Berita Terbaru