Pembunuh Seorang Guru Secara Sadis Akhirnya Dibekuk — Ditangkap di Subuh yang Pekat

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025 - 16:15 WIB

40224 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil, teropongbarat.co. Pagi buta yang dingin itu tak seperti biasanya. Di balik sunyi Desa Sumber Mukti, langkah-langkah senyap tim Sat Reskrim Polres Aceh Singkil bergerak dalam koordinasi senyap. Pukul 06.30 WIB, Jumat, 6 Juni 2025, pemburu dan buruan akhirnya bertemu: ES (34), pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang guru muda, berhasil dibekuk.

Korban, NA (31), seorang guru yang dikenal bersahaja dan berdedikasi, ditemukan tewas di kawasan perkebunan PT Nafasindo, Desa Butar, Senin lalu. Ia diserang saat mengendarai sepeda motor bersama adiknya — dalam perjalanan biasa yang berubah menjadi akhir tragis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DIKELILINGI DAN DIKUNCI — DETIK-DETIK PENYERGAPAN

Tim gabungan dari Unit Opsnal Sat Reskrim, Sat Intelkam, Polsek Kota Baharu, dan warga yang ikut membantu, sudah mengepung area rumah orang tua tersangka sejak fajar. Informasi intelijen menyebutkan: ES baru saja kembali dari pelarian.

Ketika pengepungan dimulai, ES sempat mencoba kabur — ada perlawanan, ada teriakan. Tapi dalam hitungan menit, ia diringkus. Tanpa ampun. Tanpa celah.

KASUS BERAT — MOTIF MASIH GELAP

Kini, pelaku telah digelandang ke Mapolres Aceh Singkil untuk menjalani pemeriksaan intensif. Namun satu pertanyaan besar masih menggantung: “Mengapa NA harus dibunuh?”

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono, S.I.K., M.H., menyampaikan komitmennya: “Kami tidak akan berhenti sampai akar motifnya ditemukan. Masyarakat diminta tetap tenang, proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan.”

Ia juga mengapresiasi keberanian warga yang membantu, serta mengajak publik untuk terus waspada dan melapor bila menemukan tanda-tanda mencurigakan di lingkungan sekitar.

> “Keamanan bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab bersama,” tegas AKBP Joko.

KETEGANGAN BELUM BERAKHIR

Meski pelaku telah ditangkap, bayangan kekerasan itu masih membekas di benak warga Aceh Singkil. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekejaman bisa muncul bahkan di tempat yang paling tenang. Dan keadilan? Masih dalam perjalanan.//@

Berita Terkait

Merasa Tertipu Jual Beli Lahan. Saor Manik Segera Tempuh Jalur Hukum Laporkan
Heboh Pemilihan BPKamp Desa Kilangan: Dinilai Tabrak Perbup, Warga Tuntut Pemilihan Ulang !!!
Kepala Desa Lae Bangun yang baru terpilih, Pimpin Apel Pada Seluruh Pengurus Desa
Melalui Musyawarah Zainuddin BM Ditunjuk Sebagai Ketua Pengurusan Persolan Lahan Eks Transmigrasi Dengan PT Nafasindo
Dugaan Penyerobotan Lahan Milik Warga Polres Aceh  Singkil Bersama BPN Cek Titik Lokasi
Pesilat Aceh Singkil Rebut Medali di Pra-PORA 2026, Bupati Berikan Apresiasi
Buruh dan Warga Geruduk PT Nafasindo, Prof. Sutan Nasomal Minta Forkopimda Aceh Singkil Segera Turun Tangan
DISHUB ACEH SINGKIL GANDENG PT SOCFINDO PERBAIKI AKSES JALAN SMPN 4 GUNUNG MERIYAH

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang Gelar Lomba Karya Tulis Wartawan Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:46 WIB

NENEK ELINA BERIKAN MAAF KEPADA TERDAKWA YASIN DAN SUGENG, SIDANG BERLANGSUNG PENUH KEHANGATAN

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:05 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:45 WIB

PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBYBHIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:56 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44 WIB

DIduga Kades Kidal dan Perangkat Kongkalikong Rekayasa Dokumen Melalui PTSL Tanah Ibu Ila Demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:58 WIB

Diduga jadi lokasi tempat transaksi penjualaan obat jenis tramadol dan eximer warga kemiri datangi lokasi.

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif .

Berita Terbaru