Pembunuh Seorang Guru Secara Sadis Akhirnya Dibekuk — Ditangkap di Subuh yang Pekat

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025 - 16:15 WIB

40217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil, teropongbarat.co. Pagi buta yang dingin itu tak seperti biasanya. Di balik sunyi Desa Sumber Mukti, langkah-langkah senyap tim Sat Reskrim Polres Aceh Singkil bergerak dalam koordinasi senyap. Pukul 06.30 WIB, Jumat, 6 Juni 2025, pemburu dan buruan akhirnya bertemu: ES (34), pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang guru muda, berhasil dibekuk.

Korban, NA (31), seorang guru yang dikenal bersahaja dan berdedikasi, ditemukan tewas di kawasan perkebunan PT Nafasindo, Desa Butar, Senin lalu. Ia diserang saat mengendarai sepeda motor bersama adiknya — dalam perjalanan biasa yang berubah menjadi akhir tragis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DIKELILINGI DAN DIKUNCI — DETIK-DETIK PENYERGAPAN

Tim gabungan dari Unit Opsnal Sat Reskrim, Sat Intelkam, Polsek Kota Baharu, dan warga yang ikut membantu, sudah mengepung area rumah orang tua tersangka sejak fajar. Informasi intelijen menyebutkan: ES baru saja kembali dari pelarian.

Ketika pengepungan dimulai, ES sempat mencoba kabur — ada perlawanan, ada teriakan. Tapi dalam hitungan menit, ia diringkus. Tanpa ampun. Tanpa celah.

KASUS BERAT — MOTIF MASIH GELAP

Kini, pelaku telah digelandang ke Mapolres Aceh Singkil untuk menjalani pemeriksaan intensif. Namun satu pertanyaan besar masih menggantung: “Mengapa NA harus dibunuh?”

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono, S.I.K., M.H., menyampaikan komitmennya: “Kami tidak akan berhenti sampai akar motifnya ditemukan. Masyarakat diminta tetap tenang, proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan.”

Ia juga mengapresiasi keberanian warga yang membantu, serta mengajak publik untuk terus waspada dan melapor bila menemukan tanda-tanda mencurigakan di lingkungan sekitar.

> “Keamanan bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab bersama,” tegas AKBP Joko.

KETEGANGAN BELUM BERAKHIR

Meski pelaku telah ditangkap, bayangan kekerasan itu masih membekas di benak warga Aceh Singkil. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekejaman bisa muncul bahkan di tempat yang paling tenang. Dan keadilan? Masih dalam perjalanan.//@

Berita Terkait

Hidup Sehat Sejak Dini, PT Socfindo Kebun Lae Butar Gelar Edukasi Sanitasi bagi Siswa PAUD
Dorong Kemandirian Ekonomi, PT Socfindo Bekali Warga Aceh Singkil Teknik Produksi Tempe Higienis
Kepedulian PT Socfindo Bangun Kantin Sekolah di SD Negeri 2 Rimo
GEMUKA Lontarkan Kritis Ke Pemerintah Aceh Singkil Rehap Rumah Dinilai tidak Berpihak Kemasyarakat
Pengesahan APBK 2026 Masih Menempuh Jalan Buntu 
DISKOMINFO ACEH SINGKIL GELAR DISKUSI BERSAMA PEWARTA, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI
Kasus Penganiaan Multi Desa Tulaan Sampai Meja Hakim Keluarga Tutut Keadilan
Molornya Sidang Paripurna Untuk Pengesahan APBK 2026 Bukan Kesalahan DPRK Aceh Singkil

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:34 WIB

Sholat Subuh Keliling, Polres Gayo Lues Jalin Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 23:18 WIB

Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu

Jumat, 17 April 2026 - 18:53 WIB

Jumat Berkah, Polres Aceh Tenggara Tebar Kepedulian untuk Sesama

Rabu, 15 April 2026 - 16:37 WIB

Eddy Samrah Jadi Aspidum Kejati Aceh di tunjuk Jaksa Agung

Jumat, 10 April 2026 - 23:04 WIB

Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara

Kamis, 2 April 2026 - 14:07 WIB

Paska Hari Raya idul Fitri 2026 Bupati Agara, HM Salim Fakhry Tandatangani SK Plt Asisten III Setdakab.

Kamis, 2 April 2026 - 10:14 WIB

Polres Agara berhasil mengamankan Paruhbaya pengguna Sabu

Rabu, 1 April 2026 - 16:59 WIB

Polres Agara Amankan Oknum Guru, Sabu 0,27 Gram Jadi Barang Bukti

Berita Terbaru