Problem Etik Kesbangpol Subulussalam dalam Dugaan Korupsi Dana Hibah Panwaslih Rp 4 Miliar

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025 - 16:45 WIB

40346 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, teropongbarat.co. Kasus dugaan korupsi dana hibah Panwaslih Subulussalam senilai Rp 4 miliar kian menggemparkan publik. Masyarakat menuntut penyidik Kejaksaan Negeri Subulussalam tidak berhenti hanya pada pemeriksaan lima komisioner Panwaslih dan bendahara sekretariat, tetapi juga mengungkap keterlibatan para atasan langsung di lingkungan Pemko Subulussalam yang diduga menjadi inisiator sekaligus pemberi restu.(12/09/25).

Dalam sistem birokrasi, istilah Ansun (atasan langsung) menuntut loyalitas penuh dari bawahan. Namun loyalitas yang salah arah ini sering kali menyeret pegawai untuk melakukan pelanggaran, manipulasi, bahkan praktik KKN berjemaah – membuat pegawai negeri yang seharusnya “abdi negara” berubah menjadi “pegawai ngeri”.

“Pengungkapan kasus ini jangan berhenti pada pelaksana teknis. Publik ingin melihat keberanian penyidik membongkar keterlibatan siapa pun yang memerintahkan atau menikmati hasil dugaan korupsi ini,” tegas seorang pemerhati kebijakan publik dari LSM Suara Putra Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejaksaan Negeri Subulussalam telah melakukan penyitaan sejumlah barang bukti penting, termasuk mobil komisioner Panwaslih, beberapa laptop, dan ponsel bendahara sekretariat. Ketua Panwaslih Kota Subulussalam membenarkan penyitaan tersebut, memperkuat indikasi adanya aliran dana yang mencurigakan.

Kini, Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Subulussalam Anton Susilo, SH, disebut-sebut tengah mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana pengawasan Pilkada 2024. Informasi dari sumber internal menyebut adanya “green light” dari pejabat teras Pemko Subulussalam yang memuluskan dugaan korupsi berjemaah ini. Meski demikian, penetapan tersangka hingga kini belum diumumkan ke publik, bekum terlihat hilaalnya.

KONFIRMASI KEJARI SUBULUSSALAM: PENYIDIKAN TAK BERHENTI DI KOMISIONER
Tim mitrapolda.com mendatangi Kejaksaan Negeri Subulussalam untuk memastikan perkembangan kasus ini. Dalam pertemuan di ruang koordinasi Tipidsus, Kasi Pidsus menegaskan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada komisioner dan bendahara saja.

“Kami masih mendalami keterlibatan pihak-pihak lain, termasuk kemungkinan peran pengambil kebijakan di tingkat atas,” ujar Anton Susilo. Penyidik berkomitmen menelusuri aliran dana hibah dari Pemko hingga penggunaannya, mencari siapa yang memberi perintah dan siapa yang menikmati hasil korupsi.

Langkah ini disambut positif oleh masyarakat sipil. Aktivis antikorupsi menilai keberanian Kejari memeriksa pejabat tinggi akan menjadi preseden penting penegakan hukum di Subulussalam. “Kita ingin melihat kasus ini tuntas, tidak hanya menyentuh pelaksana teknis, tetapi juga aktor intelektualnya,” ujar seorang warga yang hadir mendampingi tim media.

Publik kini menanti langkah lanjutan penyidik. Jika keterlibatan pejabat teras terbukti, kasus ini bisa menjadi momentum pembenahan budaya birokrasi – memastikan loyalitas kepada pimpinan tidak lagi menjadi tameng pembenaran korupsi, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu.

(Antoni tinendung).

Berita Terkait

Perwira Lulusan Akpol Diuji: Mampukah Bongkar Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Mafia Tanah Lae Saga?
Mediasi PT BSM dengan Warga Cepu Gagal, Warga Minta Wali Kota Subulussalam Turun Tangan
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Dari Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kasus Lae Saga Mengarah ke Dugaan Mafia Tanah 150 Hektare
Tanda Tangan “Karangan”, Berkas Pulang dari Jaksa Subulussalam
Memahami Putusan PN Singkil: Perdata Tak Tetapkan Pemilik Lahan, Proses Pidana Berjalan
Kantor Pertanahan Subulussalam Dukung Descente PN Singkil, Pastikan Objek Perkara Terukur dan Jelas
Pemko Subulussalam Bahas Penyelesaian Lahan Lapas dan Rencana Pembangunan Pengadilan Negeri

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:59 WIB

Siapkan Prajurit Tangguh dan Profesional, Kodim 1410/Bantaeng Perkuat Kemampuan Pencak Silat Militer

Selasa, 8 September 2026 - 08:40 WIB

Babinsa Membantu Petugas Pelaksana Dari Dinsos Dalam Rangka Penyaluran Beras Medium

Selasa, 8 September 2026 - 08:38 WIB

Babinsa Koramil 01/Kuala Komsos di Warkop, Bahas Animo Warga Daftar Catam

Selasa, 8 September 2026 - 08:37 WIB

Bentuk Kedekatan Dengan Warga Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Di Desa Binaan

Selasa, 8 September 2026 - 08:36 WIB

Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional

Selasa, 8 September 2026 - 08:33 WIB

Babinsa Posramil Beutong Ateuh Banggalang Kerja Bakti Bergotong Royong Dengan Warga Binaan

Senin, 7 September 2026 - 15:45 WIB

Jembatan Gantung Bonto Maccini Rampung 100 Persen, Dandim 1410/Bantaeng Pastikan Akses Dua Desa Segera Terhubung

Senin, 7 September 2026 - 14:55 WIB

Babinsa Bonto Rita Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru