SUBULUSSALAM, teropongbarat.co. Suasana Kantor Kepala Kampong Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kamis (4/9/2025), mendadak ramai. Puluhan warga mendatangi lokasi untuk menyampaikan tuntutan kepada PT Bensuli Salam Makmur (BSM), perusahaan yang mengoperasikan pabrik brondolan sawit di wilayah mereka.(04/09/2025).
Tuntutan warga mencakup berbagai persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan lingkungan, di antaranya:
Jalan kampung berlubang dan licin akibat lalu lintas angkutan pabrik
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asap pekat dan bau limbah yang mengganggu
Program CSR yang dinilai belum maksimal
Lampu jalan dan fasilitas umum yang dibutuhkan
Pembuangan limbah cair dan suara bising pabrik yang mengkhawatirkan

“Kami menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab. Pabrik boleh beroperasi, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan dan keselamatan warga,” tegas salah satu perwakilan masyarakat.
Menanggapi tuntutan itu, Manager PT Bensuli, Hizkia Tarigan, didampingi Humas Ir. Netap Ginting dan Rinto Berutu, menyatakan pihak perusahaan siap mencari solusi.
“Kami akan serius menanggapi keluhan masyarakat, terlebih masih ada tenggang waktu dua minggu sebagaimana kesepakatan yang difasilitasi Pemerintah Kampong Cepu,” ujar Ginting.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah dan memastikan pelaporan perkembangan kepada Pemerintah Kampong secara transparan.
“Perusahaan harus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sumber masalah. Prinsip keterbukaan dan netralitas perlu dijaga agar hasil mediasi menguntungkan semua pihak,” lanjutnya.
Meski di tengah kritik, keberadaan pabrik brondolan PT Bensuli juga membawa dampak positif bagi petani sawit. Harga brondol kini mencapai Rp 4.100/kg, lebih tinggi dibanding harga TBS yang hanya Rp 2.800/kg. Kondisi ini membuat piringan sawit lebih bersih karena brondol tak lagi terbuang.
Namun warga menegaskan, keuntungan ekonomi tidak boleh mengorbankan kualitas lingkungan. Mereka berharap PT Bensuli menjadi contoh perusahaan yang mematuhi AMDAL, menjaga udara tetap bersih, serta memperhatikan keselamatan jalan dan kesehatan masyarakat.
“Industri harus maju, tapi lingkungan harus tetap lestari. Ini tuntutan kami, dan kami akan terus mengawasi,” tutup perwakilan warga.(*) @nton tin

















































