4 Faktor Melorotnya Elektabilitas Kandidat Wali & Wakil Wali kota Subulussalam 2024

TEROPONG BARAT

- Redaksi

Minggu, 24 November 2024 - 15:05 WIB

401,119 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editorial TB (24/11)

Empat Paslon Wali dan Walikota Subulussalam di pastikan bersaing merebut kursi panas Wali dan Wakil Walikota Subulussalam periode 2025-2030. Puncaknya, Rabu (27/11/2024) tinggal menunggu hari.

Sebelumnya paslon Rabbani nomor urut 2 di hasil surve Glori yang dirilis sebelumnya unggul di beberapa kecamatan tertinggi elektabilitasnya. Namun dari informasi yang didapat elektabilitasnya tak mampu bertahan dipuncak. Isu bagi-bagi tanah bagi masyarakat miskin yang disampaikan saat visi-misi kandidat Walkot membuat elektabilitas kandidat yang satu ini jauh melorot ke belakang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian pasangan Fakar nomor urut 3 dari informasi yang didapat beberapa isu yang membuat elektabilitas nya menurun saat menyerang/menggugat paslon dan KIP dengan isu UUPA sampai ke Mahkamah Agung yang berakhir gugatan Kasasinya di Tolak. Alasan lain karena kandidat Fakar tidak mengikuti rangkaian kegiatan Kampanye Damai dan Visi Misi yang diprakarsai Komisi independen pemilu(KIP) kota Subulussalam.

Sementara paslon Sabah nomor urut 1(satu) rendahnya elektabilitasnya karena berbagai faktor diantaranya tidak mengikuti rangkaian kampanye Damai, kurang memiliki koneksi dan peran penting di sejumlah TIM kampanye serta minimalisir Kos kampanye paslon. Diduga ikut berperan menyerang kandidat lain dengan isu penerapan UUPA dan membesarkan isu-isu defisit yang melanda pemerintah kota Subulussalam.

Dan yang menaikkan elektabilitas Paslon Bintang-Faisal nomor urut empat adalah
1. Bangkit dan melekatnya semangat “sahabat semua suku” setelah KIP Aceh meloloskan pasangan Bintang-Faisal sebagai peserta pemilu yang sah. Dikuatkan Keputusan KIP Kota Subulussalam melalui pengumuman yang disampaikan Asmiadi, SKM sebagai ketua Komisi Independen Pemilu Kota Subulussalam.
2.Bangkit dan melekatnya sebutan paslon Bintang-faisal dinobatkan sebagai Bapak Anak-anak Yatim di kota Subulussalam.
3.Memiliki koneksi dan finansial yang kuat untuk menggerakkan tim suksesinya sebagai Paslon Wali dan Wakil Walikota Subulussalam nomor urut empat dari pergerakan Partai Hanura yang memiliki 6 Kursi di DPRK Subulussalam, 2 Kursi dari Nasdem dan satu kursi dari Partai Amanat Nasional(PAN). Hingga kursi Koalisinya mencapai 9 Kursi di DPRK Subulussalam.
4. Paslon Bintang-Faisal dianggap pasangan paling ideal pelangi antara masyarakat DAS (daerah aliran sungai) Singkil-Kombih lae shoraya dan masyarakat daratan kota Subulussalam. Selain itu Tim Suksesi Bintang-Faisal mampu menangkal isu-isu miring tentang perjalanan roda pemerintahan Kota Subulussalam selama satu periode. Dengan semua kekuatan Vigur dan finansial Tim yang memadai.

Dari hasil survei Global dan Riset (Glori) kembali mengeluarkan hasil survei kumulatif dilima kecamatan terkait dengan elektabilitas pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam periode 2024. Elektabilitas yang dikumpulkan, Glori menemukan, pasangan Affan Alfian Bintang-Irwan Faisal (Bisa) akhirnya unggul sebesar 34,2 persen, disusul paslon M Rasyid Bancin-Nasir Kombih (Rabbani) sebesar 27,5 persen, Fajri Munthe-Karlinus (Fakar) sebesar 26,7 % dan Salmaza-Bahagia Maha (Sabah) dari jalur perseorangan 6,8 persen serta undecited voter 4,6 persen.

“Dalam survei itu penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan Margin of error -+ 2,5%. Pada tingkat kepercayaan 95%. Surve ini berdasarkan Data Pemilih Tetap (DPT) Subulussalam tahun 2024,” Kata Zikry, Sabtu (23/11/2024).

Disampaikan Glori survei tersebut menjadi gambaran awal mengenai konstalasi politik di Kota Subulussalam pasca pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam mendaftar ke KIP kota Subulussalam. (@).

Berita Terkait

Plasma PT Laot Bangko: Dua Kali Seremonial, Sekali Lagi Ketidakpastian?
Plasma Disorot, Pembagian Dinilai Tak Proporsional: Dari 8 Koperasi di SK, Hanya 3 Terima Sertifikat
Warga Transmigrasi Diduga Diintimidasi, Kasus Lahan Longkib Kian Memanas
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Batas Jabatan Kepsek SLTA Dilanggar, Pengawasan Cabdin Subulussalam Dipertanyakan
Mediasi yang Timpang di Longkib: Dari Forum Damai ke Desakan Evaluasi Camat dan Dugaan Keterlibatan Oknum Kades
Mediasi Lahan Longkib Kandas, Warga Soroti Ketidakprofesionalan Oknum Camat
Bupati Pakpak Bharat Tinjau Jalan Nasional Strategis di Perbatasan, Dorong Solusi Cepat dari Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:46 WIB

Pendampingan Sidang Anak, Bapas Saumlaki Pastikan Hak Anak Terpenuhi

Senin, 20 April 2026 - 23:14 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 19:08 WIB

Proyek Swakelola UPTD Wilayah VI Coreng Citra Gubernur Lampung Mirza 

Senin, 20 April 2026 - 17:25 WIB

Mencetak Karakter Generasi Penerus Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Hadir Untuk Negeri, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kelila

Senin, 20 April 2026 - 15:16 WIB

Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Meresmikan Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti Lauran Kecamatan Tanımbar Selatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota

Senin, 20 April 2026 - 15:11 WIB

Seorang anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik

Berita Terbaru